Tak Seindah Mawar

Tak Seindah Mawar
Cemburu


__ADS_3

Arka segera menarik Mawar dari pelukan seseorang itu.


"Terimakasih udah tolongin istri saya," ucap Arka ketus.


"Sama-sama." Jawab Langit dengan penuh sesak di hatinya melihat Arka yang begitu menjaga Mawar.


"Makasih ya udah tolongin aku," ucap Mawar.


"Ayo pulang, kamu harus istirahat kasihan anak kita." Ucap Arka ketus.


*


Diperjalanan Arka diam tak memulai pembicaraan, begitu juga dengan Mawar yang masih kesal dengan ucapan Arka yang menyebutnya gendut. Maklum saja ibu hamil faktor hormon.


"Orang itu kayanya yang dulu pelukan sama kamu," ucap Arka membuka suara.


"Iya," jawab Mawar datar.


Arka menyeringai. "Iya? Kamu cuma jawab iya?" Arka meninggikan suaranya.


"Ya terus aku harus gimana Mas? Aku harus bohong sama kamu," ucap Mawar.


"Kamu tuh gak mikirin perasaan aku apa?" tanya Arka.


"Maksud Mas gimana sih, aku kan tadi ditolongin sama dia kalo gak ada dia aku bisa jatuh dan kita gak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sama aku dan anak kita," jawab Mawar.

__ADS_1


"Ya tapi tetep aja kamu salah, kenapa coba kamu tadi pake pergi ninggalin aku! jangan-jangan kamu tahu ya laki-laki itu mau dateng ke resto!" bentak Arka semakin meninggikan nada suaranya.


Hati Mawar terluka mendengar bentakan itu. Mawar menarik nafasnya pelan.


"Berhenti Mas," ucap Mawar.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Aku bilang stop!" tegas Mawar.


Arka memarkirkan mobilnya ditepi jalan, lalu Mawar keluar dari mobil itu.


"Loh Mawar kamu mau ke mana?" Arka panik.


Arka merasa menyesal dengan apa yang diucapkan Mawar tadi, tidak seharusnya ia berkata seperti itu.


"Sayang, aku minta maaf aku terbawa emosi. Aku cemburu karena kamu ditolongin laki-laki itu. Maafin aku ya, kamu pulang bareng aku jangan sendiri." Mohon Arka.


Mawar tak mendengarkan ucapan Arka ia menghentikan taksi dan naik.


"Jalan Pak," ucap Mawar.


Di luar mobil Arka mengetuk-ngetuk jendela taksi itu.


"Sayang, maafin aku sayang." Teriak Arka.

__ADS_1


"Gak usah didengerin Pak jalan aja," ucap Mawar.


**


Sesampainya di rumah Mawar berlari sambil memegangi perutnya lalu masuk ke dalam kamar dan menguncinya rapat-rapat.


Tak lama Arka pun datang masuk ke dalam rumah mencari Mawar ia sudah tahu pasti Mawar masuk kamar.


"Sayang, buka pintunya dong aku minta maaf ya. Aku cemburu kalo kamu deket sama laki-laki lain," ujar Arka di depan pintu.


"Gak mau, Mas kenapa sih harus ngomong pake nada tinggi terus! udah lah Mas pulang aja ke rumah mama aku gak mau lihat Mas lagi!" teriak Mawar dari dalam kamar.


"Kebiasaan deh kamu suka ngusir kaya gitu, aku pulang beneran loh kalo kaya gitu," ucap Arka mengusili istrinya itu.


Mendengar itu Mawar langsung membuka pintu kamarnya. "Oh gitu ya udah sekarang kamu pulang gak usah balik lagi, aku juga gak nyuruh kamu ke sini kan?" ucap Mawar.


Tak mau mendengarkan ocehan istrinya Arka justru memeluknya dengan erat. "Maafin aku ya sayang, aku cuma gak mau kamu disentuh orang lain selain aku." Ucap Arka.


Mawar terdiam dipelukan Arka. Pelukan itu membuatnya merasa lebih baik.


"Jangan marah lagi ya, aku gak mau anak kita denger bundanya ngomel terus," ucap Arka melepas pelukannya lalu mencium kening Mawar.


"Ya kamu bentak-bentak gitu, emangnya aku gak sakit hati apa?"


"Iya sayang maaf, aku janji bakalan lebih bisa jaga emosi aku ke kamu." Ucap Arka menenangkan.

__ADS_1


__ADS_2