
Zea tak habis pikir bagaimana ibunya bisa masuk rumah sakit sedangkan tadi pagi masih mengendarai sepeda motor dan juga mengirimkan makanan untuknya.
Sesampai dirumah sakit , zea mencari keberadaan tante ira yang mengetahui dimana keberadaan ibunya.
" Tante,,,,. "
" Zea,,,."
"Bagaimana keadaan ibu ?"
" Masih ditangani zea . Sepertinya penyakit ibumu serius, beberapa dokter keluar masuk bahkan dokter bagian dalam."
Ucap tante ira menggenggam tangan zea mencoba menenangkannya.
" Bagaimana ibu bisa ke rumah sakit tante ? Tadi pagi masih mengendarai motornya mengantar rantang makanan ke toko zea."
Ucap zea.
" Tante membawanya kesini, zea. Tante tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi , kita harus menunggu cerita ibu mu ."
" Sewaktu tante pulang dari pasar , tante mendengar bunyi pecahan pecah belah dari rumahmu . Tante mengira bertengkar denganmu dan bergegas datang menghampiri kalian tapi setelah tante lihat , ibumu sudah ada di lantai hampir pingsan."
Tante ira menjelaskan duduk perkaranya pada zea.
" Lalu tante membawanya ke rumah sakit , handphone tante low bat ketika tante sempat meneleponmu beberapa kali tapi tidak terangkat."
Tante ira menghela nafas panjang nya menyayangkan hal itu.
" Banyak dokter yang datang bahkan dokter yang menangani ibumu dulu membuat tante lupa mencharger handphone ."
" Ndak apa apa ,tante. Yang penting zea sudah tahu ."
" Kamu ijin dari toko zea ?"
" Iya ,tante. Pemilik toko orang baik jadi diijinin pergi.'
Tante bernafas lega melihat zea memiliki bos yang baik.
" Tante , zea takut. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan ibu ?"
" Tidak ,sayang. Ibumu pasti baik baik saja."
Tante ira memeluk zea mencoba menenangkannya.
Zea masih bertanya tanya dalam hatinya entah apa yang terjadi dengan ibunya hingga bisa sakit seperti itu. Bayangan bayangan buruk mulai melintas dalam pikirannya bahkan zea tidak tahu apa yang terjadi dengan nya jika ibunya tiada.
Rasa sakit mulai menjalar di dada zea meskipun kadang nasib berpihak padanya namun segala kemungkinan buruk bisa terjadi.
Salah satu dokter yang pernah menangani nurma keluar mencari keberadaan zea yang memang sudah saling mengenal.
" Zea,,,."
__ADS_1
" Dokter yoga , bagaimana keadaan ibu ? Apa ibu baik baik saja ? "
Dokter paruh baya tersebut menghela nafas panjang seperti sedang menyesalkan sesuatu terjadi.
" Zea , dokter minta maaf . Kali ini ibumu tidak dalam keadaan baik ."
Ucapan dokter yoga seperti jarum yang menusuk jantungnya .
" Apa maksud dokter ?"
" Pembengkaan jantung bagian kanan semakin parah . Apa ibumu tidak rajin kontrol selama ini ?"
Deg,,,,
Perkataan dokter yoga mengingatkan beberapa tahun lalu saat ibunya menderita nyeri pada bagian dadanya.
" Apa ibu tidak pernah menemui dokter ?"
Pertanyaan dokter yoga berbalas dengan pertanyaan zea.
" Tidak ,zea. Bahkan setahun terakhir ini , semula dokter pikir ibumu periksa di rumah sakit lain ."
" Pernah satu ketika dokter bertemu dengan ibumu di supermarket dan beliau bilang kontrol di klinik dekat rumah kalian."
Ungkap dokter yoga.
Deg,,,,
" Dokter , dekat rumah kami tak ada klinik."
Ucap tante ira.
" Apaaa,,,,, ."
Dokter yoga terkejut mendengar pernyataan tante ira.
" Dokter , pasien mengalami sesak nafas ."
Tanpa menjelaskan sesuatu atau bertanya lebih lanjut , dokter yoga berlari ke ruang igd setelah suster memberitahu kalau pasien dalam keadaan kritis.
"Tante,,,,."
" Tenang , zea ."
Zea benar benar cemas bahkan tak bisa berbuat apa apa.
Tak berapa lama suster dan para dokter membawa nurma ke ruang icu setelah menyatakan nurma dalam keadaan kritis.
Zea hanya mampu melihat dari balik kaca karena dokter tak memperbolehkan siapapun masuk kecuali dokter jaga dan suster jaga .
Rasa sesak menjalar di seluruh tubuh zea bahkan di lubuk hati zea yang paling dalam.
__ADS_1
Zea hampir tak bisa berpikir lagi tentang ibunya yang mana selama ini memberinya uang untuk periksa tapi pada kenyataan nya nurma tak pernah memeriksakan diri ke runah sakit naupun klinik.
Zea berpikir ibunya menyembunyikan sesuatu selama ini hingga tak pernah pergi ke dokter padahal ia selalu memberi uang pada ibunya. Menyisihkan dari penghasilannya untuk kesehatan ibunya ternyata tak sesuai kenyataannya dan jugs harapan nya.
" Tante , apa tante tahu kenapa ibu tak pernah periksa ?"
Zea mencoba mencari tahu kalau ibunya tidak menyembunyikan apapun darinya.
" Tidak ,zea. Nurma selalu bilang kalau dia rutin periksa ."
Ucap tante ira.
" Terkadang tante ingin mengantarnya tapi ibumu menolaknya , kadang juga tante merasa curiga tapi sewaktu ibumu minum obat hilang kecurigaan tersebut."
" Semua salah zea , tante. Yang tak pernah meluangkan waktu mengantar ibu periksa."
Zea menundukkan kepalanya menyesali perbuatannya.
" Tidak, zea. Tidak ada yang salah zea, kau sudah berusaha menjadi anak yang baik. Bahkan di usiamu yang masih muda sudah menjadi tulang punggung keluarga."
" Kamu harus kuat demi ibumu ."
Tante ira memeluk erat zea menenangkannya yang terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.
Ketika dokter yoga keluar dari ruang icu , zea bergegas menghampirinya bahkan masih berharap akan ada keajaiban kalau ibunya bisa selamat.
" Dokter,,,."
" Zea, ibumu harus dirawat di ruang icu . Saat ini kondisinya sangat kritis dan sempat mengalami sesak bahkan detak jantungnya sempat berhenti."
" Dokter, apa ibu bisa diselamatkan ?"
" Tim dokter masih berusaha , zea."
" Bagaimana dengan biayanya dokter ? Saya tak cukup mampu membayar jika terus menerus berada di ruang icu."
" Tenanglah ,zea. Dokter akan membantumu , separuh biaya akan dokter bantu sebagai balas jasa ibumu pernah menyelamatkan istri dokter waktu itu."
" Terima kasih, dokter."
Dokter yoga tersenyum memegang tangan zea menenangkannya lalu berlalu meninggalkan mereka.
" Tante ,,,,,."
" Tenang , zea. Tante yakin ibumu bisa melalui semuanya."
Zea sesenggukan menangis dalam pelukan tante ira bahkan tak mampu menahan untuk tidak mengeluarkan airmata.
Saat zea mulai tenang, tante ira mengahak zea ke kantin mengisi perutnya . Meskipun zea menolak tapi tante ira meyakinkan zea untuk tetap kuat menghadapi semua ini .
Bersambung🙏😊
__ADS_1