
Setelah menghabiskan malam bersama bahkan ada sedikit canda tawa , zea tertidur di sofa ruang tengah.
Ira maupun nurma enggan membangunkannya tatkala melihat wajah lelah zea .
Ira pun tak berniat pulang ke rumahnya meskipun hanya ada di depan rumah nurma . Ira memilih menginap di rumah nurma khawatir terjadi sesuatu dengan mereka.
Zea bangun membelalakkan mata nya ketika melihat jam dinding yang menunjukkan keterlambatannya.
" Zea, kamu dah bangun ?"
Nurma melihat putrinya yang sudah bangun saat menyiapkan sarapan.
Ceklek,,,,
Derrrr,,,,
Nurma sedikit tersentak kaget melihat zea membuka pintu dan membanting pintu . Sejenak nurma berpikir kalau zea masih marah dengannya .
Belum lima menit zea masuk ke dalam kamar nya , zea sudah keluar dengan pakaian rapi .
" Bu, zea berangkat dulu .''
" Eh,,,, eh,,, nggak sarapan dulu ?"
" Zea sudah terlambat ,bu."
Zea berlalu begitu saja bahkan tak menunjukkan rasa marah sedikipun pada nurma.
Meskipun agak kecewa tak sarapan tapi nurma lega , zea tidak marah seperti yang ada di pikirannya.
Zea melajukan motornya dengan kecepatan tinggi , dia hampir terlambat ke toko karena bergadang semalam.
Zea tiba di toko tepat waktu , ketika tina baru saja membuka toko .
Tina terkejut melihat zea yang bersikap tidak seperti biasanya.
" Mbak zea kenapa ? Seperti di kejar hantu saja ."
" Tidak ada tin, aku pikir terlambat ke toko . Kau pasti ngedumel karena aku datang terlambat ."
Tina terkekeh mendengar ucapan zea .
" Hihihi,,,, mbak zea bisa aja . Lagian ini kan baru jam setengah delapan mbak ."
Zea terkejut mendengar jawaban tina lalu melihat jam dinding yang ada ditoko .
" Hah,,,, benarkah ? Apa jam nya mati tin ? Aku berangkat jam delapan , bagaimana bisa mundur setengah jam ?"
" Tidak , coba lihat di ponsel mbak zea ? "
Zea seperti menyadari adanya kesalahan lalu melihat ke ponsel miliknya .
" Astaga ,,,,!! Tin,,,,, tin gue baru inget kalau jam dinding dirumah gue memang di lebihin setengah jam ."
Zea menepuk jidatnya sendiri melihat kebodohannya bahkan sampai menyalahkan jam dinding di toko.
" Belum sarapan lagi . Beli sarapan nggak tin ?gue nitip. "
Ucap zea.
" Pingin beli sih mbak tapi,,,, mbak zea nggak papa ditinggal sendirian ?"
"Ndak lah tin, emang nya gue kenapa ? Biasa loe kalau beli makan juga sendiri ."
Ucap zea .
" Okay."
__ADS_1
Setelah menerima uang dari zea , tina berjalan ke warung yang berada di pojok perempatan . Warung makan yang ada di sekitar toko belum buka , masih terlalu pagi .
Belum sampai di warung , sebuah motor menghentikan tina untuk berhenti di tempat. Tina sempat khawatir jika mereka berniat tidak baik , tapi setelah orang tersebut membuka helm nya tina tahu kalau orang tersebut adalah ibu zea.
" Nak ,mau kemana ?"
" Eh,,, ibu ,,, ibunya mbak zea ya ?"
Tina sempat cemas dan juga merasa detak jantung tak beraturan.
" Iya , saya ibu nya zea. Kamu mau kemana ? "
" Mau beli sarapan bu ."
" Ndak usah beli , ini ibu bawakan sarapan untuk kalian berdua juga makan siang ."
Ucap nurma .
" Tapi bu,,,,."
" Ndak apa apa , bilang aja ketemu ibu dijalan ."
Ucap nurma.
" Baiklah , terima kasih ya bu."
" Iya , sama sama .Ibu pulang dulu ."
" Hati hati ,bu ."
Nurma hanya tersenyum lalu menutup helmnya kembali memutar balik pulang ke rumahnya.
Nurma memang punya sepeda motor yang ia gunakan ketika masih menjadi buruh pocokan .Karena sering sakit sakitan , zea tak lagi mengijinkan nurma bekerja.
" Baik sekali ibu mbak zea."
" Lumayan , buat tambah tambah uang saku aldo."
Aldo adalah adik laki laki nya yang ua rawat setelah ibunya meninggal karena sakit .
Tak berapa lama tina sampai ke toko kembali membawa rantang makanan yang di berikan ibu zea.
" Sudah balik tin ? Tumben cepat , nggak antri ?"
" Tidak mbak , nggak jadi beli ."
Zea menghentikan aktivitasnya mendengar tina tak jadi membeli sarapan .
Zea merasa ada yang ganjil dari perkataan tina.
" Nggak jadi beli ? Lalu ,,,,."
Zea menoleh pada tina yang sedang tersenyum padanya.
"Ini,,,."
Kedua nya tersenyum setelah melihat rantang yang dibawa oleh tina.
" Wah,,,, siapa yang mengirimnya ?"
Wajah berbinar melihat rantang yang di bawa oleh tina.
" Ibu mbak zea."
" Ibuku ,,,,."
Zea terkejut dengan perkataan tina , berlari keluar toko menengok ke kanan kiri tapi tak melihat siapa pun .
__ADS_1
Tina tercengang dengan sikap zea yang tiba tiba berlari keluar toko lalu masuk kembali terlihat lesu.
" Mana ibuku , tin ?"
" Sudah pulang mbak. Tina bertemu di ujung perempatan jalan ."
" Oalah,,,, kirain sampai ke toko ."
" Memangnya kenapa ? Mbak zea ada masalah ?"
" Tidak ,tin. Hanya khawatir saja, ibuku sudah lama tak naik motor."
" Apaaa,,,,, lalu siapa tadi mbak yang nyerahin rantang ini ?"
Tina meletakkan rantang yang berisi makaban tersebut lalu ke melompat memeluk zea.
" Kamu ini , tentu saja ibuku . Dia bisa naik motor tapi karena aku khawatir penyakit jantungnya kambuh jadi aku tak memperbolehkannya naik motor."
" Oalah,,,, gitu to . Bikin takut aja mbak."
" Yeee,,, emangnya ada hantu di siang bolong."
" Hihihi,,,, ."
Tina terkekeh geli melihat zea yang terkejut ketika ia melompat ke dalam pelukan zea.
"Sarapan dulu ,tin . Ibu pasti masak enak ."
" Wah ,,,, seneng ya mbak ada yang masakin . Nggak seperti tina , pulang kerja capek capek masih masak."
" Disyukuri aja tin . Jangan banyak mengeluh , nggak baik . Dibalik semua lelah mu pasti ada masa indah satu hari nanti."
Ucapan zea di angguki oleh tina .
Benar saja tebakan zea , ibunya masak masakan kesukaan nya bahkan menu dari nasi kuning yang biasa untuk sarapan pagi nya.
" Wah,,,, enak sekali mbak ."
" Masakan kesukaanku tin. Aku heran , jam berapa ibu bangun masak semua ini ."
" Hihihi,,,, jangan sepelekan emak emak mbak , meskipun di rumah hanya pakai daster tapi semua pekerjaan rumah selesai."
Tina semakin terkekeh ketika melihat reaksi zea yang tampak bingung.
" Benar juga loe ,tin."
Kedua nya yang semula ingin membeli sarapan jadi hemat dengan kiriman makanan dari ibu zea.
Selesai sarapan, zea maupun tina kembali dengan tugas mereka masing masing sesuai bagiannya.
Zea yang kembali dari gudang penyimpanan terkejut melihat beberapa kali panggilan dari tante ira.
📞 Miss call " Tante ira.."
" Tante ira ,,, Ada apa ?"
" Banyak sekali menelepon . Ada apa ?"
Zea mencoba menelepon balik namun tak tersambung, entah tak ada signal atau tak ada baterai.
Zea semakin khawatir mengingat pagi tadi ibunya yang lama tak naik motor tiba tiba naik motor .
" Kenapa nggak di angkat sih ?"
" Kemana tante ira ? Menelepon , ditelepon balik tak di angkat."
Bersambung 🙏🙏😊
__ADS_1