Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
tamu tak diharapkan


__ADS_3

Denish memang harus bersikap keras pada benalu yang menumpang pada pohon utama .


Denish meminta vans mengantar nya pulang setelah seharian berkecamuk dengan beberapa berkas penting yang harus di selesaikan nya.


Namun hal yang mengejutkan setelah sampai di rumah megah milik keluarga angkasa , beberapa mobil berjajar seperti akan ada acara . Mobil mobil mewah yang entah milik siapa dan salah satu nya adalah milik sarah .


Sudah di pastikan sarah ada di dalam rumah keluarga besar angkasa .


" Vans , putar balik kita ke villa ."


" Baik ,tuan."


Denish memang tidak menyukai keramaian dan juga tidak menyukai acara keluarga dalam bentuk apa pun .


Beberapa tempat telah di miliki sejak masih muda bahkan separuh saham dari angkasa group telah berpindah tangan atas nama nya saat ayah nya masih hidup dan saat seseorang menipu nya yakni paman nya sendiri adik dari papa nya.


Denish mengerutkan dahi nya mengingat masa masa itu yang sungguh di luar logika.


" Tuan kita sudah sampai ."


" Baiklah."


Denish masuk ke dalam villa yang selalu terjaga rapi .


" Tuan, anda datang ?"


" Saya akan menyiapkan makan malam ."


" Tidak ,bi. Buatkan aku segelas kopi pahit saja ."


Ucap denish.


" Tidak ,tuan. Kopi pahit tidak bagus untuk kesehatan tuan . Bagaimana kalau segelas susu hangat ?"


Yah, bibi sa akan selalu menawarkan pengganti kopi pada denish saat denish meminta kopi .


Bibi sa adalah orang yang menjaga villa selama beberapa tahun sejak denish menjadi pemilik villa tersebut .


Sebelum mama dan papa nya meninggal , denish memang tidak pernah tinggal di rumah . Dia lebih memilih tinggal di villa pribadi nya , apalagi setelah kepergian mama nya dan ayah nya menikah lagi untuk yang kedua atau pun ketiga kali nya .


Papa denish terserang penyakit jantung saat mengetahui satu rahasia yang sangat besar .


Denish pindah tinggal di rumah setelah papa nya memberikan wasiat pemegang kendali perusahaan angkasa group .


" Tuan, ini segelas susu hangat untuk tuan dan juga jahe hangat."


Ucap bibi sa.


" Terima kasih bibi sa ."


" Apa bibi baik baik saja ?"


" Iya ,tuan . Seperti yang anda lihat saya baik baik saja ."


Ucap bibi sa yang duduk memijit kaki denish yang kini berada di sofa seperti yang dulu pernah dilakukan nya .


" Apa keadaan rumah baik baik saja ,tuan ? "


" Iya ,bi. Sama seperti biasa nya tak ada yang berubah."


Ucap denish.


" Tuan, kapan bibi akan mendengar berita kalau tuan akan segera mempunyai pendamping ?"


Ucapan bibi sa membuat denish menghela nafas panjang nya .


" Bibi sudah tua , sudah saat nya bibi dapat pengganti memijit kaki tuan ."


" Apa tuan tak mengingat pesan nyonya ? Kalau beliau menginginkan seorang cucu perempuan yang cantik seperti nya ."


Deg,,,,


Denish diam membisu , sejenak terlintas pesan terakhir mamanya untuk segera memberikan cucu pada nya .


" Nyonya pasti senang mendengar tuan mendapatkan seorang gadis yang akan mendampingi sampai sisa umur tuan ."


Ucap bibi sa .


'' Apa tuan masih menunggu non rayna ?"


" Tidak . Aku tidak akan memungut sampah tang sudah terbuang .'"


" Lalu,,,,?"


"Sebentar lagi ,bi ."

__ADS_1


" Benarkah ? Apa bibi tidak salah dengar ?


" Sudahlah , bibi istirahat sudah malam ."


" Baiklah . Jangan lupa panggil bibi kalau tuan membutuhkan sesuatu !"


" Baiklah, selamat malam."


" Selamat malam tuan ."


Percakapan antara tuan dan bibi sa yang memang sudah seperti seorang anak dan ibu memang lumrah dan biasa.


Denish tidak pernah melayangkan protes bahkan membentak bibi sa kalau berbicara tentang orang yang tidak sangat diinginkan .


Bibi sa yang menemani denish bahkan saat terpuruk sekali pun .


Back to kediaman keluarga angkasa.


Malam semakin larut hingga acara makam malam berlangsung , denish belum menampakkan batang hidung nya . Bahkan tak ada tanda tanda pulang ke rumah .


" Sebaiknya kita mulai acara makan malam nya . Cucu ku tidak tentu jam berapa akan kembali ? ''


Ucap nenek salamah.


" Iya ,benar . Tidak mungkin kami membiarkan tamu kelaparan kan ?"


Ucap kakek suryo.


" Baiklah kalau begitu tuan dan nyonya angkasa."


Mereka tak lain adalah orang tua sarah tang sengaja di undang rima untuk sekedar perkenalan dengan keluarga masing masing .


Rima memang sengaja menjodohkan denish dengan sarah .


Keluarga yang dihadiri beberapa orang meskipun tidak semua nya termasuk savana yang kurang suka dengan pertemuan keluarga tersebut .


" Vania , telepon kakak mu untuk pulang secepat nya !"


Ucap kakek suryo .


" Kakak mungkin sedang sibuk ,kek. Vania nggaj berani mengganggu nya ."


Ucap vania .


Sarah seperti terlihat sangat kesal dengan ucapan vania .


"Sstt,,,, Sarah tidak sopan ."


Bisik mama nya soraya .


'' Bagaimana kau tahu ?"


Ucap rima .


" Hah,,, bagaimana ini ? Tidak mungkin aku bilang kalau aku dari kantor nya dan juga di usir oleh denish. "


Gumam sarah dalam hati .


" Tidak , tante . Karena sarah melihat lewat sosial media nya ."


Ucap sarah menutupi kebohongan nya .


" Eh' em,,, hm ,,."


Vania sengaja berdehem menyindir kebohongan sarah .


" Vania,,,."


" Tidak ada ,ma. Vania hanya tersedak ."


Ucap vania


" Baiklah ,silahkan nikmati hidangan nya !"


Ucap rima .


" Benar , nanti keburu dingin tidak enak."


Ucap nenek salamah.


" Terima kasih."


Acara makan malam berlangsung sangat sederhana meskipun beberapa orang tidak hadir namun sangat menyenangkan .


Tak sampai disana saja , mereka masih berbincang di ruang tengah menikmati desert desert penutup pencuci mulut yang juga membicarakan seluk beluk dan juga pendidikan bahkan kesukaan anak mereka.

__ADS_1


"Vania, mau kemana ? Temani sarah ! Kasihan dia sendirian mungkin bosan mendengarkan obrolan orang tua."


Ucap mama rima.


" Tidak ."


" Vania ,,, jangan bersikap tidak sopan ."


Vania berlenggang pergi ke kamarnya tanpa mempedulikan mama nya mau pun tamu undangan.


Malam semakin larut keluarga soraya undur diri ketika tak mendapati calon menantu mereka terlihat kembali dari kantor .


Meskipun agak kesal sarah mengiyakan permintaan mama nya untuk menjadwal ulang pertemuan berikut nya .


Kakek dan nenek terlihat sedikit lega namun juga agak khawatir , denish belum menampakkan tanda tanda kembali dari kantor .


Rima tersenyum senang saat berhasil meyakinkan soraya dan juga kedua mertua nya untuk bertemu mengenal satu sama lain .


" Vania ,,,."


" Kau bersikap tidak sopan pada tamu ."


Ucap mama nya di dalam kamar vania saat ia menghampiri putri nya .


" Kenapa ? Apa salah vania ?


" Salah mu ? Kenapa tidak menemani sarah ?"


Ucap rima .


" Tidak. Mama tidak tahu gadis sialan itu membuat vania terkena hukuman kakak ."


" Apa maksud mu ?"


" Kakak menghukum ku tidak boleh memakai mobil milik vania dan siapapun ke kantor selama satu bulan."


Ucap vania terlihat kesal.


" Haaa,,, kenapa ? Benar benar keterlaluan kakak mu ."


" Semua karena gadis sialan itu mengancam akan melaporkan ku pada mama kalau aku pacaran dengan ray. Dia meminta ku mengantarkan nya ke ruangan kakak alhasil ,,, aku kena hukuman ."


" Hah,,,kau pacaran dengan ray ? Awas vania ! Mama akan menggantungmu jika kau melakukan nya."


" Tidak , sudah putus."


" Oh,,, jadi mereka sudah dekat . Bagus itu ."


" Tidak ,sarah di usir dari kantor. Bahkan tidak boleh menginjakkan kaki nya lagi di kantor ."


Ucap vania ketus pada mama nya.


" Hah,,,,."


" Tapi ,,, tak masalah aku bisa mengatur nya."


Ucap rima terlihat berbinar mendengar penjelasan putri nya .


" Ma,,, .Cukup ya ! Jangan main main dengan kakak kalau tidak mama akan menanggung akibat nya !"


Ucap vania memberitahu mama nya .


" Memang nya kenapa ? Mama ini kan mama sambung nya yang peduli dengan nya . Memperkenalkan jodoh untuk nya , masa' umur sekarang belum menikah."


Rima tidak tahu bahaya apa yang akan menghadangnya jika tetap melanjutkan rencana nya .


" Vania sudah memberitahu mama kalau terjadi apa apa jangan libatin vania !"


Ucap vania.


" Siap siap di usir dari rumah ."


Bisik vania pada mama nya .


" Heh,, kamu ini nakut nakutin mama ? Tenang, mama sudah dapat ijin kakek dan nenek mu ."


Rima berlenggang meninggalkan kamar vania.


" Terserah mama , vania sudah kasih tahu mama."


vania membanting pintu setelah mama nya pergi .


Rima tak percaya apa yang dikatakan putri nya tetap menjalankan misi nya . Ia hanya berharap denish keluar dari rumah itu dan ia yang akan menjadi penguasa rumah megah tersebut .


Bersambung 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2