
" Awaaaasss nur,,,!!"
Sebuah motor hendak menabrak nurma ketika ia tak melihat kanan kiri saat menyebrang jalan dan kebetulan sebuah motor muncul secara tiba tiba.
" Aaaaaa,,,,."
Nurma duduk diam melihat lampu motor yang akan menabrak nya.
Zea yang semula akan masuk ke dalam toko terkejut dengan sebuah teriakan dan juga klakson sepeda motor yang begitu keras.
Zea berlari ke arah sumber suara teriakan ,betapa terkejut nya zea ketika melihat sosok ibunya berada didepan nya saat ini .
" Ibu,,,, ."
Zea memeluk ibunya menenangkannya.
Setelah beberapa saat zea membawa ibunya untuk duduk di depan toko yang kebetulan ada tempat duduk disana.
Sedangkan tina masuk ke dalam toko mengambil air mineral lalu memberikan nya pada zea.
" Ibu,,,, kenapa ada disini ?"
Setelah ibunya meminum air yang diberikan zea.
" Syukurlah , kau baik baik saja nur ."
Rupanya tante ira juga berada disana semakin membuat zea heran .
" Tante ira ,,, ibu ,,,?"
Zea tertegun menatap mereka secara bergantian.
" Ibumu menjual hape nya karena tak ingin menggunakan uang yang kau kirimkan ."
Ucap tante ira dan zea tertegun mendengarnya.
" Dia mengira kau masih menerima pekerjaan jadi photomodel karena sering pulang larut malam."
" Sudah ra, aku yang salah."
Ibu mencoba menyuruh tante ira menyudahi penjelasan nya.
" Karena tante jengkel akhirnya tante mengajaknya kesini . Biar ibumu tahu perjuangan mu ."
Tante ira tampak kesal dengan ibu .
Zea tak menyangka jika ibunya berpikiran sedangkal itu hingga tak mempercayainya.
" Bu, ibu pulang ya . Nanti zea usahain pulang , nggak enak dengan pemilik toko ."
Ucap zea pada ibunya yang di sambut anggukan kepala oleh nurma.
" Tante , bawa ibu pulang . Zea masih kerja nanti zea usahain pulang."
Zea menatap pada tante ira yang tampak masih kesal dengan ibunya.
Tante ira membawa nurma pulang setelah zea meyakinkan mereka untuk pulang .
Zea dan tina kemudian masuk ke dalam toko melanjutkan pekerjaan mereka.
" Mbak zea pernah jadi photomodel ? Kenapa nggak dilanjutin ? Siapa tahu jadi model terkenal mbak ."
Ucap tina .
" Hahaha,,, bisa aja kamu tin. Hanya pekerjaan sampingan , buat tambah tambah biaya kuliah tin."
Zea mulai menata kardus kardus yang sejak sore tadi datang ke dalam gudang.
"Lalu kenapa berhenti mbak ? Sayang banget , setahuku dapat fee lumayan .Teman tina ada yang jadi model majalah , bisa beli ini itu."
Ucap tina mengikuti ku dari belakang membantu menata kardus tersebut .
" Hah,,, ."
Zea tampak menghela nafas panjang.
__ADS_1
" Ibuku melarang menjadi model, tin. Entah apa alasannya ? Dia bersikeras menolak pekerjaanku ."
Zea yang semula enggan bercerita menghela nafas panjang .
" Sampai aku yang ingin melanjutkan kuliah di bidang fashion mode pun harus ku urungkan karena ibuku , tin."
" Akhirnya aku mengambil accounting ."
Ucap zea melanjutkan perkataan nya.
" Yah ,sayang banget mbak. Apa ibu mbak zea dulu seorang model ? Jadi mbak zea tak diperbolehkan jadi model."
Zea tertegun dengan ucapan tina , sejenak berpikir ada benar nya ucapan nya.
" Mungkin ,tin. Aku sendiri tidak tahu , setiap ku tanya alasan nya ibuku selalu marah ."
" Mungkin ibu mbak zea ada trauma tentang modeling mbak jadi melarang mbak."
" Aku juga berpikir begitu ,tin."
Ucap zea yang kemudian duduk dibawah menghitung barang yang ada.
" Semangat ya mbak, ibu pasti punya alasan sendiri kenapa nggak ngijinin mbak zea . Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak nya."
Ucap tina tersenyum .
" Ih,,,, sok bijak loe, tin."
" Hihihi,,,,."
Keduanya terkekeh bersama di akhir perbincangan mereka.
Akhir akhir ini memang toko sedang dalam kulakan yang cukup banyak , jumlah konsumen yang meningkat membuat toko sedikit kewalahan dalam penyediaan barang apalagi bahan sembako.
Zea dan tina yang semula akan tidur di toko mengurungkan niatnya karena zea harus pulang atas insiden yang terjadi pada ibunya.
Sedangkan tina tak mungkin menginap sendirian ditoko , dia tak cukup berani menjaga toko sendirian lalu memutuskan pulang ke rumahnya meskipun agak sedikit jauh dan juga sudah larut malam.
" Tin, kamu berani pulang sendiri ? Kalau tidak tidur di rumah ku saja atau aku antar pulang ?"
" Tidak mbak, tina berani kok . Dulu belum ada mbak zea, saya pulang sendiri ."
Tina tersenyum dengan penawaran zea meskipun menolaknya.
" Yakin ,tin ?"
" Iya mbak. Jangan khawatir , Saya sering pulang sendiri."
" Baiklah, hati hati ya tin ! Kalau ada ada telepon ."
" Iya mbak."
Kedua nya menyalakan starter sepeda motor mereka lalu pulang bersama meskipun di perempatan jalan berpisah , arah rumah mereka yang berlawanan.
Tak berapa lama kemudian zea sampai dirumah , orang yang akan ia cari pertama adalah ibunya yang beberapa saat yang lalu sempat menyusulnya kerja dan hampir saja tertabrak sepeda motor.
" Bu,,,, ibu ."
Zea tak menemukan keberadaan ibunya bahkan rumah seperti kosong.
Zea mencari ke kamar ibunya bahkan ke seluruh penjuru ruangan tapi tak menemukan keberadaan ibunya.
" Ayo cepat , ra ! Nanti duluan zea pulang ."
" Iya,,, ya,,,kau ini cerewet sekali ."
Zea menghentikan langkah nya setelah mendengar sayup sayup suara orang berbicara ketika ia memutuskan untuk membersihkan diri .
Ceklek,,,,
" Ibu,,,, tante ira,,,."
Zea terkejut ketika melihat kedua orang yang zea sayangi membawa banyak bungkusan makanan kesukaan zea.
" Eh,,, zea. Sudah pulang nak ?"
__ADS_1
Ibu tampak terkejut bahkan sedikit malu ketika melihat zea sedang menatap mereka berdua.
" Kalian dari mana ? Dan ,,,?"
" Ibumu meminta tante berhenti di warung pinggiran langganan mu membeli makanan kesukaan mu ."
Ucap tante ira.
" Hihihi,,,,."
Nurma terkekeh malu dengan pernyataan ira.
" Hah,,,, . Zea bergegas pulang karena khawatir dengan kejadian tadi tapi,,,,."
Zea kemudian membanting pintu masuk ke dalam kamar nya .
Derrrrr,,,
" Eh,,,eh,,, zea,,,zea,,,,."
Nurma memberikan bungkusan makanan pada ira menghampiri zea namun zea twlah menutup pintu kamar nya.
" Tuh ,,,kan,,, kamu sih . Nggak percaya.''
Ucap tante ira.
" Yah,,,,, aku hanya ingin menebus kesalahan ku , ra. Dengan membeli seafood kesukaan nya."
" Jika masak butuh waktu lama , lagipula nggak ada bahannya dan harus belanja dulu . Makanya , aku memilih membeli nya."
" Eh,,, zea malah marah."
Ucap nurma yang kemudian memandangi makanan tersebut.
Ira tak membalas ucapan nurma ikut duduk memandangi bungkusan makanan tersebut .
Tak selang berapa lama zea yang baru saja selesai membersihkan diri bergegas keluar dari kamar .
Ceklek,,,,
Zea terkejut melihat kedua nya ganta bengong memandangi makanan yang nereka beli sendiri.
" Nggak jadi makan ?"
Kedua nya tertegun melihat zea keluar kamar dan juga saat mendengar perkataan zea.
" Kalau begitu zea yang makan aja."
Zea menyambar bungkusan plastik yang berisi beberapa seafood kesukaan zea dengan beberapa menu olahan.
Zea mengambil beberapa piring dan mangkok menuang makanan tersebut .
Sedangkan nurma ibu zea dan juga tante ira tercengang dengan sikap zea lalu menghampirinya.
" Kau tak marah zea ?"
Ucap ira.
" Masih. Tapi makanan ini tak pantas di marahi, tante ira nggak mau ? Enak loh."
Ucap zea.
" Hah, ada ada kamu zea."
" Ayo nur , katanya lapar ingin makan ?"
Nurma terkejut ketika sahabatnya memberitahukannya pada zea.
" Oh ,,, ibu belum makan ? Kenapa tak makan ? Nanti zea habisin semua loh ."
Akhirnya dengan malu malu nurma mengambil piring ikut makan bersama mereka .
Zea memang penggemar seafood bahkan mungkin bisa di bilang pawang nya . Sejak masih muda , zea memang menggilai aneka makanan laut .
Bersambung 😊🙏🙏
__ADS_1