
Selepas kepergian zea , bu rt menatap nanar pada suami nya .
" Kasihan sekali zea, pak. Di usia yang muda masih harus banting tulang untuk keselamatan ibu nya."
" Iya ,bu. Bapak juga simpati pada nya ."
" Apa tidak bisa ditambah pinjaman nya pak ? Apa yang akan zea lakukan jika kehilangan ibu nya ? Meskipun bukan anak kandung mereka saling menyayangi ."
" Bapak akan usahakan ,bu."
" Andai kita punya anak laki laki ,pak. Sudah ibu lamar jadi mantu ibu ."
" Kalau begitu ayo kita bikin ,bu."
" Ih,,,,,bapak ini masih genit aja. Malu sana anak anak."
" Ya di dalam kamar ."
Pasangan suami istri yang kini tengah sinpat pada zea berlanjut dengan aktivitasnya .
Aku harus bagaimana mendapatkan uang yang singkat untuk biaya operasi ibu nya. Terlintas di dalam benak nya untuk meminjam uang pada teman nya mely namun di urungkan niatnya , selama ini sahabat nya mely sudah cukup membantu ibunya .
" Sania,,,, . Yah ,,,sania."
📞 Calling " Sania"
📞 Incoming call " Zea"
" Zea,,, . "
📞 :" Ya ,zea . Apa kau butuh bantuan ku ?"
📞:" Em,,, m,,m,,."
📞 :" Ada apa zea ? Kau butuh sesuatu ?"
📞:" Sania, apa kau bisa membantuku ? Aku butuh uang banyak dan secepat nya ."
📞:" Maksudmu kau ingin pinjam uang ?"
📞 :" Tidak, maksudku kau kan manager di tempat kau bekerja . Bisa kah kau memberikan satu pekerjaan ?"
📞 :" Maksudmu kau ingin bekerja di sini ? Di club malam ? Tidak ,,,tidak,,, bukan kah kau sudah kerja di toko ?"
📞 :" Aku butuh uang ."
📞 :" Memang nya kau butuh uang berapa ?"
📞 :"Lima puluh juta."
📞 :" Apaaa lima puluh juta ?"
📞 :" Banyak sekali , buat apa zea ? Aku tak punya simpanan sebanyak itu . Baru beberapa hari yang lalu aku beli sebuah apartemen ."
📞 :" Ibu ku butuh biaya operasi ."
📞 :" Kau yakin kerja disini ? Pasti banyak cemoohan yang kau terima ."
📞 :" Nyawa ibu ku lebih penting ,sania."
📞:" Baiklah , Datanglah jam enam sore . Alamat akan ku share lokasi ."
📞 :" Terima kasih sania."
__ADS_1
📞 :" Tidak ,zea. Sudah jadi tugasku membantu mu."
📞:" Klik."
Zea setidaknya bisa bernafas lega karena sania mau membantu nya meskipun benar apa yang dikatakan sania , pasti banyak cemoohan dan hinaan yang diterima nya.
Selama ini zea sudah kenyang dengan cacian dan hinaan yang diterima baik dari tetangga maupun dari teman teman sekolah zea .
Zea tak harus melibatkan nico meskipun nico akan membantunya namun zea tak ingin berhutang budi pada sosok yang selama ini sudah melindungi nya.
Zea masih menatap lembaran lembaran kertas yang yang ditemukan nya yang sampai saat ini masih belum menemukan jawaban nya.
Hingga akhir nya zea tertidur pulas memikirkan apa yang terjadi bahkan tentang semua kejadian yang menimpa nya akhir akhir ini .
Beruntung zea bangun tak sampai waktu yang di tentukan sania , namun berjalan ketempat yang belum pernah dia datangi akan memakan waktu yang cukup lama .
" Mati aku ! bisa terlambat kalau seperti ini ."
Zea bergegas membersihkan diri dan juga memakai pakaian yang di rekomendasikan sania .
Zea mengambil helm dan kunci motor yang ada di ruang tengah dimana nico meletakkan kunci motornya disamping helm.
Zea melajukan motor nya mencari dimana alamat yang di kirimkan sania pada nya , meskipun hati nya was was namun zea yakin sahabatnya tidak akan menjerumuskan nya .
Setelah mencari kesana kemari bahkan zea mengaktifkan goegle map untuk sampai ke tempat tujuan .
Zea mencoba menelepon sania namun tidak terangkat oleh sania ,mungkin sania sedang sibuk . Zea pun mencoba menunggu beberapa saat sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah gedung besar yang ada di depan nya .
Zea merasa ragu ragu ketika kaki nya berjalan mendekati gedung tersebut . Namun demi ibunya yang saat ini membutuhkan biaya untuk operasi , zea tak boleh ragu ragu melangkah .
Pucuk di cinta ulampun tiba , zea melihat sania yang mondar mandir di depan pintu masuk.
" Aduh ,aku lupa membawa ponsel ku . Dimana zea ? Kenapa belum sampai ? Aku tak bisa naik ke atas , bos pasti marah besar."
" Sania,,,. Aku,,,."
" Zea , ayo ikut aku ! Aku sudah tak punya banyak waktu lagi. "
Ucap sania ketika mendapati zea berada di depan nya tanpa membiarkan zea berbicara terlebih dahulu..
Sania membawa zea melewati beberapa pekerja bahkan gadis gadis yang lalu lalang di tempat itu .
Terbesit pikiran kotor zea atas pekerjaan yang akan dilakukan nya namun ia percaya pada sahabat nya.
Di dalam sebuah ruangan yang berisi beberapa loker , sania membawa zea ke ruangan tersebut.
" Zea, ini pakaian mu .Ganti pakaian mu dengan ini , cepat sedikit ya zea !"
Ucap sania yang memberikan satu stel seragam berwarna biru muda dan juga celana hitam panjang untuk nya.
Zea hanya menganggukkan kepala nya bahkan tak berbicara sedikit pun.
Semula zea berpikir akan memakai pakaian mini seperti sania namun tebakan nya salah.
" Zea, Letakkan semua barang barang mu disini dan ini kunci nya ."
" Kau harus ikut aku segera , aku akan mengajari mu mencampur minuman dan tugasmu disini adalah sebagai bartender ."
Zea hanya menganggukkan kepala nya.
" Kau menggantikan posisi ramon, karena dia hilang entah kemana tak ada kabar berita."
" Baiklah , ikut aku sekarang ."
__ADS_1
" Tunggu ,,tunggu ."
Sania seperti mencari sesuatu di ruangan tersebut berjalan kesana sini namun tak menemukan nya .
" Nah ,,itu dia . Pakai ini zea !"
Sebuah topi yang ditemukan di sudut ruangan menjadi pelengkap penampilan zea .
" Tidak , bukan seperti itu . Dibalik dan masukkan semua rambut panjangmu ke dalam topi ."
" Dan ,,, Selesai."
Sania memberikan sebuah tanda hitam di sudut bibir nya .
" Jangan takut ! Aku bersama mu."
Ucap Sania mengenggam tangan zea yang terlihat cemas.
" Kau yakin aku pakai sepetti ini ?"
Ucap zea.
" Yakinlah . Kau tidak tahu banyak pria hidung belang di luar sana , aku tak ingin ada yang menggoda mu ."
Ucap sania menyentil hidung zea.
Zea berjalan mengikuti sania yang berjalan lebih dulu , lenggak lenggok pantat sania membuat zea sedikit terkekeh geli pada sahabat nya itu .
" Zea ingat ! Nama mu bukan lagi zea tapi zoe , kau mengerti !"
" Siap ,komandan ."
Ucap zea meletakkan salah satu tangan nya di sudut kening nya.
" Tidak,,, tidak,,, . Suara mu harus di rubah , kau harus berbicara seperti laki laki."
" Baik ,bos."
" Nah, gitu lebih baik . Ingat ya, jangan takut ! Anggap saja kau sedang berada di tengah orang orang gila."
Bisik sania.
" Kau tak perlu melayani celotehan mereka , dengarkan saja okay ."
Zea hanya tersenyum menganggukkan kepala nya.
" Upah yang kau terima sangat lumayan , lima juta semalam."
Zea membelelakkan mata nya mendengar ucapan sania.
" Jadi semangat , demi ibu mu ."
Zea mengangguk pelan .
" Jim, titip anak baru ya ! Jangan di apa apain !"
" Siap ,bos."
Jimmy salah satu bartender yang mengelelo area minuman di club tersebut sudah bekerja cukup lama di sana , mengiyakan permintaan sania .
Semua orang tak kan berani menentang sania karena ia memang manager di tempat itu dan juga kesayangan bos besar.
Bersambung 😊🙏
__ADS_1