Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Club malam 2


__ADS_3

" Hai ,,, kenalin gue jimmy ?"


" Zoe,,,."


" Zoe,,,? Ada ada aja mak lampir bikin nama ."


Jimmy menggeleng gelengkan kepala nya tersenyum dengan nama yang baru disematkan oleh zea.


Jimmy mengajari beberapa menu minuman dan juga cara membuat mau pun membuat shake yang enak.


Dengan sangat cepat zea dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar nya meskipun awalnya ada kecanggungan namun karena jimmy seorang yang profesional membantu nya hingga membuat nya nyaman bekerja .


" Kau seorang perempuan kan ?"


Bisik jimmy di sela sela tugas nya sebagai bartender.


Deg,,,


" Dari mana ia tahu aku seorang perempuan ."


Detak jantung zea sedikit berdegup tak karuan bahkan zea tak mampu menjawab hanya tercengang mendengar perkataan jimmy.


" Hahaha,,,, mak lampir pasti akan berpesan seperti itu kalau yang masuk itu cewek. Tenang aku jamin aman !"


Ucap nya lgi disela sela senyum nya dan kedipan mata nya.


" Gue udah lama kerja di sini , jadi sudah hafal ."


" Tapi mak lampir tak pernah sedetail itu berpesan kecuali loe saat ini. "


" Lalu,,,?"


Zea hanya menanggapi secara formal layaknya percakapan laki laki .


" Yah, gue sebenar nya demen ma mak lampir tapi sayang nya seperti menggapai bintang dilangit ."


" Maksud loe ?"


Zea semakin tak mengerti apa yang dimaksud jimmy .


" Yah begitu lah ."


Ucap jimmy mengangkat kedua bahu nya dan tersenyum pada zea.


" Hemm,,, jadi sania punya penggemar ."


Gumam zea dalam hati nya.


Malam semakin larut semakin ramai orang yang datang lalu lalang perempuan maupun laki laki bahkan bos bos besar berjas mahal.


Body body mulus bak gitar spanyol berbalut gaun sexy tampak jelas di depan zea namun zea tak begitu mempedulikan mereka seperti pesan sania kalau yang di depan mereka orang gila.


Pantas saja sania bilang orang gila , bagaimana tidak ? Mereka berbicara sendiri di saat mabuk ,juga terlihat jelas dari pandangan zea saat pria hidung belang menggoda gadis gadis yang memang bekerja disana .


Rayuan maut dilayangkan mereka untuk sekedar mendapat ciuman bahkan ada yang lebih parah lagi hingga one stand night.


Begitulah kehidupan di dunia malam dan entah mengapa banyak gadis gadis cantik rela bekerja di malam hari .


Zea merasa ngeri melihat gaya mereka meskipun punya body sexy namun memakai gaun terbuka bahkan tangan para pria hidung belang menyusup ke sela sela pinggang mereka.


Saat dini hari mata mulai menyipit namun masih banyak tamu yang datang lalu lalang namun jam pulang masih satu jam lagi , zea meminta segelas kopi pada bagian dapur sesuai dengan petunjuk jimmy .


Zea duduk di sebuah rooftop yang memang di sediakan untuk para pekerja yang beristirahat sejenak.


Zea membaringkan diri memandang gemerlap bintang yang jauh ke sana dimana saat ini menjadi saksi kehidupan yang dijalani nya saat ini .

__ADS_1


Rasa pedih dan sedih terus menerus menghampiri nya dan entah sampai kapan akan seperti ini .


" Itu dia ,,. Tangkap dia !"


Di sela sela lamunan nya , zea terkejut ketika melihat beberapa orang ada di depan nya.


Zea terperanjat ketika beberapa orang berseragam hitam akan menangkap nya .


" Cepat bawa dia !"


" Tunggu ,tuan . Apa salah saya ?"


" Jangan banyak omong ! Bawa dia !"


Ketika orang orang tersebut berniat membawa , zea terlebih dahulu menginjak salah satu orang yang berpakaian hitam tersebut lalu menendang salah satu nya lalu kabur dari pandangan mereka.


Zea tampak kesulitan mencari tempat perlindungan pasal ia tak begitu mengenal medan tersebut.


" Kejar !"


" Jangan sampai lolos !"


Suara yang masih terdengar di telinga zea menggena di area rooftop membuat zea sedikit bergidik ngeri .


Sebuah tangan menarik zea yang membuat nya hampir berteriak .


"Aa,,,,."


" Hust,,,, sttssss diam."


Yah, dia adalah jimmy yang menarik zea bersembunyi di sebuah gang kecil jepitan antara sebuah rak dan lemari hingga terdengar deru nafas antara mereka.


Selama beberapa waktu mereka berada di tempat itu hingga membuat zea merasa canggung tak enak hati berlama lama disana namun saat zea akan melangkah keluar , jimmy menghentikan nya.


Benar saja , belum ada satu detik beberapa orang yang sama berlarian kembali melewati dimana tempat mereka bersembunyi .


" Hah,,,hah,,, untung saja ada kamu ,bro. Thanks."


Ucap zea.


" Kau harus berhati hati ,disini teman bisa jadi lawan .Lagi pula aku heran kenapa baru kerja kau sudah dapat masalah sih ? Dengan penguasa pula ."


Zea mengerutkan dahinya mendengar apa yang dikatakan jimmy .


" Penguasa ,,,? Apa maksud mu ? Entahlah , aku juga tak mengerti saat aku berbaring dirooftop tiba tiba beberapa orang berjas hitam ada di depan ku ."


Ucap zea.


" Apa kau membuat kesalahan ?"


" Tidak, mereka tak mengatakan apa pun hanya disuruh menangkapku . Susah amat jadi orang miskin selalu di salahkan , hah,,,."


Jimmy merasa iba dengan zea ketika mengeluh dengan kemiskinan .


" Sudah lah , terkadang hidup memang seperti ini. Semangat ."


Ucap jimmy .


" Kau tidak pulang ?"


Jimmy berbalik tersenyum pada zea.


" Tadi nya mau pulang setelah menghabiskan segelas kopi ku tapi ,,,,."


" Mau ku antar pulang ?"

__ADS_1


" Tidak ,jim. Terima kasih, aku bawa sepeda motor ."


" Okay , see you at midnight ."


" Okay ."


Jimmy dan zea saling berpamitan setelah zea menolak tawaran jimmy pulang bersama nya .


Zea mengambil barang barang di loker yang telah di kuncinya , memang aman karena loker terkunci di khususkan untuk para staff penting saja.


" Sial amat sih hari ini . Apa salah ku berurusan dengan mereka ?"


Gumam zea.


" Berurusan dengan siapa ?"


Sania tiba tiba muncul di belakang nya .


" Hah,,, hampir saja membuat jantung ku melompat dari tempat nya ."


Ucap zea yang terkejut dengan kemunculan sania secara tiba tiba.


" Kau bilang berurusan dengan mereka ? Siapa mereka ?"


" Entahlah, aku tidak mengenal mereka . Saat menunggu waktu pulang aku sengaja duduk di rooftop , beberapa orang berjas hitam berniat menangkap ku tanpa tahu kesalahanku."


Deg,,,


Detak jantung sania berdegup kencang mendengar sahabat nya , rasa khawatir mulai menyelimuti nya bahkan sania pun merasa bersalah atas kejadian ini.


" Zea, kau tidak sedang mencari masalah dengan orang itu kan. Menyrempet mobil nya ,menghalangi jalan nya atau mungkin mencaci maki nya ?"


" Tidak, aku bahkan baru pertama kali bertemu dengan nya ."


Ucap zea tak mengerti apa yang di bicarakan sania.


" Syukurlah. "


Sania seperti bernafas lega mendengar penjelasan zea.


" Nih ,,, bayaran mu ."


Ucap sania memberikan segepok lembaran uang kertas pada nya.


" Kau yakin."


Zea merasa terkejut melihat uang kertas yang di berikan sania.


" Tentu saja, bos suka hasil kerja mu hari ini . Memuaskan pelanggan meskipun baru tapi kau cepat beradaptasi."


Ucap sania.


" Okay , see you at night . Kau mau pulang bareng ?"


" Ndak , aku bawa motor ."


" Okay , hati hati ya !"


Zea dan sania melambaikan tangan nya sekepas keluar dari ruang staff khusus.


" Waow,,, lumayan buat nyicil biaya operasi ibu ."


Ucap zea berlenggang meninggalkan ruangan tersebut tanpa menyadari bahaya tengah mengintai nya .


Zea berjalan menuju tempat parkir tanpa sadar jika ia masih memakai kostum yang sama meskipun sebenar nya zea berencana mengganti pakaian nya . Karena melihat segepok lembaran uang kertas yang di berikan sania , zea melupakan tujuan nya semula.

__ADS_1


Bersambung 😊🙏


__ADS_2