
Denish telah kembali ke kantor setelah meninggalkan zea di paviliun bersama mbok jah dan juga mang kasim .Tentu nya dengan pengawasan dan juga pengawalan yang ketat .
Karyawan angkasa tak kan berani melirik apalagi menatap nya , ketika denish angkasa presdir group angkasa masuk ke pelataran gedung kantor hingga ke ruangan kerja nya.
Lift khusus yang digunakan presdir tak boleh dinaiki siapapun kecuali orang orang tertentu meskipun itu keluarga angkasa sendiri .
Orang orang tidak akan mudah keluar masuk perusahaan tanpa mempunyai tanda pengenal yang jelas.
Ting,,,
Lift terbuka tepat di lantai dinana ruangan nya berada dan juga dimana hanya orang orang tertentu yang bisa masuk ke ruangan tersebut.
" Tuan,,,,."
Seorang gadis cantik berpakaian sopan menghentikan langkah denish saat akan masuk ke dalam ruangan nya .
" Ada apa vina ?"
" Nona sarah berada di dalam ruangan tuan muda ?"
Ucap vina membungkukkan setengah badan nya.
" Apaaa,,,, bagaimana dia bisa masuk ke ruangan ku ?"
" Nona vania yang mengantarkan nya ke lantai ini ,tuan ."
Vina adalah sekertaris denish yang memegang kendali lantai tersebut . Namun kekuasaan nya tak berarti bagi kerabat yang berhubungan dengan pemilik angkasa group yang mengatasnamakan tuan denish.
Gadis licik itu akan menggunakan akal licik nya untuk tujuan yang ingin dicapai nya .
" Vans , singkirkan perempuan itu segera !"
" Baik, tuan. "
Vans tampak menghubungi seseorang .
Denish lebih memilih menunggu di ruangan vans daripada bertemu dengan sarah.
Tampak terlihat beberapa security datang ke lantai tersebut berlari dengan tergesa gesa.
" Bawa nona sarah keluar dari ruangan tuan !!"
Ucap vans memberi sedikit tekanan pada nada bicara nya .
" Baik ,tuan ."
Ceklek ,,,,
" Sayang,,,,,kau sudah kembali ?"
Tak menyadari kalau bukan denish , sarah bersikap mesra saat mendengar gagang pintu dibuka.
Sarah duduk di kursi kebesaran denish yang siapa pun tidak berani menyentuh nya namun berbeda dengan gadis licik itu.
Dengan segala cara menggunakan tipu daya mampu membuat semua orang percaya pada nya dan juga tunduk pada nya .
" Nona,,,."
Sarah memutar kursi nya seketika saat mendengar suara orang lain yang tak begitu asing baginya.
" Kau ,,,, ? Di mana denish ? Kenapa dia tidak bersama mu ?"
Sarah terkejut melihat kedatangan vans dan juga beberapa security yang ikut masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Silahkan meninggalkan tempat ini ,nona !"
Ucap vans membungkukkan badan nya salah satu tangan nya menunjuk ke arah pintu.
" Lancang sekali kau berbicara .Apa kau tidak tahu sopan santun ? Bagaimana mungkin kau mengusir ku ?"
Bukan menuruti permintaan vans , sarah justru tersulut emosi merasa direndahkan oleh bawahan denish .
__ADS_1
" Bawa nona sarah keluar dari ruangan ini !!"
Ucap vans .
" Baik, tuan."
Kedua orang security bergerak maju menghampiri sarah yang duduk di kursi kebesaran presdir.
" Hei,,, jangan sekali menyentuhku ! "
Teriakan sarah semula membuat kedua security ragu melangkah namun suara lengkingan vans membuat mereka bergegas memegang kedua tangan sarah.
" Bawa !!'
Ucap vans.
" Baik ,tuan ."
" Hei ,,,awas kau !! Aku akan mengadukan semua pada denish dan memecat kalian . Kalian tidak tahu aku calon istri presdir ,kalian ingat itu !!"
Sarah menolak pergi hingga kedua security menyeretnya keluar dari ruangan tanpa mengindahkan suara ocehan sarah .
" Tunggu !!"
Suara yang tak begitu asing membuat semua karyawan takut memandang nya apa lagi bertatapan secara langsung .
" Denish , sayang. Lihat lah mereka bersikap tidak sopan pada ku !"
Suara manja yang penuh kelicikan dan juga mimik wajah sandiwara mungkin bisa berhasil mempengaruhi orang lain namun tidak dengan denish .
" Pastikan perempuan ini tidak masuk ke pelataran gedung angkasa group !!"
Glek,,,,glek,,,
Sarah menelan ludah kasar nya mendengar perkataan denish sekaligus menjadi perintah bagi kedua security yang saat ini tengah memegang kedua sisi tangan sarah untuk mencegahnya datang ke kantor denish.
" Tidak ,denish. Jangan seperti itu ! Sayang ,,,,."
Suara teriakan yang masih terdengar menggema di lantai tersebut tak membuat denish terenyuh sekalipun .
" Lepaskan ! Aku bisa jalan sendiri ."
Kedua nya pun melepaskan tangan perempuan licik itu bersiaga tepat berada dibelakang gadis tersebut.
" Awas kau denish !!! Aku akan membalasmu . Lihat saja, siapa yang akan bertekuk lutut di hadapan ku ."
Sarah masih bisa mengumpat setelah mendapat pengusiran dari denish dan juga gedung yang saat ini didatanginya tak kan bisa lagi menginjakkan kaki nya untuk selanjutnya.
" Vans , panggil vania kesini !"
" Baik, tuan ."
Vans bergerak ke lantai bawah satu tingkat di bawah lantai ruangan denish menjalankan perintah yang diberikan denish pada nya.
Ting,,,
Bunyi lift terdengar di lantai itu hingga membuat semua karyawan menoleh pada arah lift .
Semua menundukkan kepa ketika melihat kedatangan seseorang yang tak lain adalah orang kepercayaan presdir.
Tok tok tok,,,,
Ceklek ,,,
" Permisi nona , presdir memanggil anda ke ruangan nya ."
Ucap vans yang meninggalkan ruangan tersebut setelah memberitahu vania.
" Baiklah."
Vania bersikap biasa saja meskipun sebenarnya sangat khawatir dan ketakutan.
__ADS_1
" Aduhh,,,, brengsek .Semua gara gara sarah , mudah mudahan kakak tidak menghukum ku ."
Gumam vania setelah melihat vans meninggalkan ruangan nya.
Vania bersikap normal berjalan ke arah lift menuju lantai dimana kakak nya berada dan juga tengah menunggu nya .
Tok tok tok,,,,
Ceklek,,,
" Kakak memanggilku ?"
Ucap vania .
" Kau tahu apa kesalahan mu ?"
Denish memutar kursi nya dan menatap tajam pada vania .
Vania menundukkan kepala nya ketika melihat tatapan tajam denish pada nya.
" Maaf ,kak. Dia memaksaku ."
Ucap vania menundukkan kepala nya.
" Aku menyuruhmu kerja di perusahaan bukan untuk ikut campur urusan pribadi ku ."
" Ini untuk kedua kali nya vania , Jangan sampai ada kesalahan yang ketiga kali nya !"
" Sebagai hukuman mu kau tidak boleh menggunakan mobil sport mu sampai satu bulan atau pun kendaraan lain di rumah."
" Hah,,,,tapi kak,,,. Bagaimana aku bisa ke kantor kalau tidak boleh pakai mobil ?"
Vania melayangkan sedikit protes pada denish.
" Apa kau bertanya padaku sebelum mengantarkan gadis licik itu ke ruangan ku ? Untuk apa aku peduli bagaimana kau ke kantor ?"
Ucap denish.
"Tapi sarah mengancamku ,,,."
" Apa aku menyuruhmu mempedulikan ancaman orang lain selain aku ?"
Deg,,,
Detak jantung vania berdegup kencang ketika mendengar perkataan denish yang memang benar ada nya .
" Keluar lah ! Jika kau masih ingin menambah hukuman lain ."
" Tidak,,, tidak,,,, tidak ,,,."
Vania yang sempat melamun dengan ucapan kakak nya sadar dari lamunan nya bergegas meninggalkan ruangan tersebut.
" Hah,,,, brengsek ,,, sialan ,,, dasar kakak gila !! Semua gara gara perempuan gila itu . Awas kau aku akan membalas mu !!"
Umpat vania kesal dengan hukuman yang di berikan denish pada nya.
Tok tok tok,,,,
Ceklek ,,,
" Tuan , Ada surat penagihan dari tuan wiliam perihal denda dua milyar atas gagal nya kesepakatan kerja sama kita ."
Ucap vani meletakkan surat tersebut di atas meja kerja denish .
" Apaa,,,, ? Hah,,,, dasar pria brengsek . Mereka pikir aku tidak tahu kalau semua kegagalan akibat ulah nya sendiri ."
" Katakan pada nya kasus masih dalam penyelidikan ."
Ucap denish yang sempat menggebrak meja .
" Baik ,tuan .
__ADS_1
Denish memicingkan mata nya ketika meraih surat ultimatum wiliam yang hanya memberikan waktu satu minggu pada nya .
Bersambung 🙏😊