Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Gagal nya rencana .


__ADS_3

" Tunggu !!"


Suara seorang laki laki yang membuat semua orang menoleh ke arah suara tersebut sedikit membuat tertegun semua orang.


" Siapa laki laki itu ?"


" Iya ,benar. Kenapa berani mengacaukan acara keluarga angkasa ?"


" Pemuda itu punya nyali besar.


" Benar sekali."


" Apa yang akan dilakukan nya ?"


" Entahlah ? Kita lihat saja ."


Bisik bisik terdengar santer antara tamu undangan dan juga para kerabat.


Denish menyunggingkan senyum nya saat mendengar suara william datang tepat waktu .


" Apa tuan akan meresmikan pertunangan cucu anda dengan gadis yang masih menjadi istri orang ?"


Ucap william dari kejauhan yang berjalan mendekati pemilik acara tersebut.


" Apa istri orang ?"


" Jadi sarah istri orang ?


" Benar benar penghinaan besar buat keluarga angkasa."


" Bagaimana mungkin keluarga angkasa tak mengetahui ini ?"


Pembicaraan itu kembali terdengar di antara mereka saat mendengar perkataan william.


William terkejut saat tiba di kediaman angkasa yang mana terlihat seseorang yang familiar begitu antusias menggandeng denish .


William ingin menghampiri perempuan itu dan terhenti oleh larangan vans terhadap nya .


" Apa maksud anda tuan ? Jangan mengada ngada mengatakan hal yang tidak benar.


Ucap sarah yang terlihat santun .


" Siapa anda sebenarnya tuan ? Kenapa mengacaukan acara kami ?"


Kakek suryo menatap tajam pada william yang semakin mendekat dan terlihat jelas dimata sarah .


Soraya menghampiri sarah yang tampak terlihat tenang ketika melihat william berjalan mendekati mereka karena sarah tak melihat jelas wajah william , karena tersorot lampu cahaya yang menyorot pada mereka.


" Sarah, bagaimana mungkin william masih hidup ?"


" Apaa,,, william masih hidup ? Tidak mungkin ,ma . Aku sendiri yang menenggelamkan peti itu ."


" Lalu siapa dia ?"


" Ma,,,,."


Sarah terkejut melihat orang yang didepan nya yang ternyata adalah william milano . Orang yang sudah dinikahi nya beberapa tahun yang lalu dan juga disingkirkan nya beberapa bulan yang lalu .


" Sebaiknya kita pergi dari sini sarah , sebelum ketahuan semua nya."


" Tapi ma,, .Kita bisa mengelak kalau kita tak mengenal nya."


" Tidak ,sarah ."


Saat kerumunan orang banyak william menarik sarah ke depan mereka sebelum mama nya menarik keluar dari acara tersebut berusaha melarikan diri.


" Perkenalkan , saya william milano dengan tidak sopan menghentikan acara ini ."


Ucap william.


" Saya datang atas undangan tuan denish angkasa."


" Dan wanita ini adalah istri sah saya , sarah milano . Dia berusaha menyingkirkan saya setelah perusahaan saya mengalami kebangkrutan ."


" Ayo ikut dengan ku ! Kau harus bertanggungjawab atas perbuatan mu ."


Ucap william menarik tangan sarah dengan paksa.

__ADS_1


" Tidak , anda salah orang tuan. Nama ku sarah morena bukan milano ."


Sarah masih mengelak apa yang telah di katakan william.


" Apaa ,,, setelah kau melakukan perbuatan keji kau masih mengelak ? Baiklah aku akan memberikan bukti pada mu ."


William meminta layar konektor yang bisa dilihat orang banyak, dimana semua orang melihat saat sarah menceburkan sebuah peti ke dasar danau .


" Hah,,, kejam sekali ."


" Wah,,, benar benar keji ."


" Beruntung tuan william datang tepat waktu kalau tidak pasti akan terjadi lagi."


" Iya benar ."


Bisik bisik santer terdengar, soraya lebih dahulu meninggalkan sarah yang keras kepala tak menuruti permintaan nya menyelamatkan diri.


" Pa,,, nasib kita akan seperti itu jika sarah menjadi menantu keluarga ini ."


Ucap sinta pada suami nya.


" Hah,,, aku juga tidak menyangka nya ,ma."


Daryo mengusap keringat dingin yang keluar di dahi nya.


"Apaaa ,,,, ternyata sarah menipuku ? Aduh ,,gawat ini , bisa bisa aku di usir dari sini ."


Gumam rima .


Sarah tak bisa mengelak lagi saat bukti mengarah pada nya dan juga saat semua orang menatap tajam pada sarah apalagi kakek surya.


Sarah menggigit tangan william mencoba untuk kabur dari tempat itu , namun sayang nya denish lebih dahulu menelepon pihak yang berwajib sebelum gadis itu melarikan diri .


Pihak keluarga angkasa terpaksa membubarkan pesta itu dengan rasa malu dan juga kekecewaan yang dihadapi keluarga angkasa .Hingga tak seorang pun berani berbicara apalagi menyebarkan berita karena keluarga angkasa mempunyai pengaruh yang besar di dunia bisnis.


Denish masih menunggu reaksi kakek nya yang sewenang wenang membuat keputusan tanpa bertanya terlebih dahulu pada nya .


Denish sengaja melakukan semua itu hanya untuk memberi pelajaran pada kakek nya juga orang orang di sekitar nya .


Semua keluarga berkumpul di ruang tengah , masing masing di selimuti dengan kecemasan sendiri .


Plakkkk,,,


Bukan belas kasih yang didapatkan rima melainkan sebuah tamparan di pipi nya .


rima menatap tajam memegang pipi nya tak percaya apa yang di lakukan mertua nya pada nya.


" Pa,,,,."


" Cukup rima ! Aku tak ingin mendengar alasan apapun."


" Kenapa kau bisa bertindak ceroboh menyodorkan gadis yang ternyata seorang pembunuh ?"


" Beruntung kita tidak mengadakan pesta besar , mau di taruh dimana wajah keluarga angkasa."


" Bagaimana mungkin kau tak menyelidiki terlebih dahulu ? Rima , kesalahanmu sangat fatal ."


"Sebagai hukuman mu , aku tidak mengijinkan mu keluar rumah selama satu bulan dan juga uang tunjangan mu akan dipotong lima puluh persen ."


Rima tercengang tak percaya dengan apa yang di dengarnya .


" Pa,,, kenapa hanya rima yang dapat hukuman ? Adik ipar juga setuju dengan rencana ini ."


Rima masih merasa keputusan papa mertua nya tidak adil terhadap nya .


" Enak saja. Siapa yang mengenalkan gadis itu ? Kakak ipar kan ? Jadi kenapa kami harus menanggung nya ?"


" Ayo kita ke kamar ,ma !"


Sinta mengangguk pelan mengikuti suami nya , dalam hal ini daryo memang tak patut disalahkan . Dia hanya menyetujui rencana rima tapi tak ikut andil dalam hal apapun.


Rima sedikit kesal dengan sikap daryo dan istrinya yang cenderung melempar kesalahan .


Kakek suryo tak menanggapi ocehan rima pergi meninggalkan ruang tengah yang kini sepi hanya ada denish dan juga nenek salamah .


" Denish , mau kemana ? Kau baru saja pulang ."

__ADS_1


" Masih ada urusan yang harus denish selesaikan,nek ."


" Baiklah, jangan terlalu lelah bekerja ! Kau harus memperhatikan kesehatan mu ."


Ucap nenek salamah menepuk pelan tangan denish .


" Denish , sudah saat nya mencari pendamping hidup . Nenek sudah tua dan mungkin umur nenek tidak lama lagi . Tak ingin kah kau mengabulkan permintaan nenek ?"


Nenek salamah mengharap iba pada cucu kesayangan nya yang menjadi pewaris angkasa.


" Hah,,, baiklah."


Denish tak banyak bicara bahkan tak ingin mengatakan sejujurnya jika ia telah menyunting seorang gadis menjadi istri nya.


" Hati hati di jalan ,nak !"


Denish hanya mengangguk pelan tanpa menjawab nenek salamah .


" Vans, jaga tuan mu baik baik !"


" Baik ,nyonya."


Bukan tanpa alasan denish tak memilih menginap di kediaman angkasa tapi denish tak ingin meninggalkan zea sendirian setelah mengetahui orang yang mengintai paviliun nya adalah seseorang yang memang dekat dengan zea.


Nenek salamah kembali masuk ke dalam rumah setelah mengantarkan denish sampai teras utama .


" Bu , sudah larut malam sebaiknya ibu istirahat ."


Mirna datang menghampiri salamah yang berjalan tampak kecewa dengan kepergian denish.


" Mirna , aku sedih denish tak selalu tinggal di rumah. Semua terjadi pasti karena ayahmu ."


Ucap salamah.


" Bu, jangan terlalu di pikirkan ! Tak baik untuk kesehatan ibu . Nak denish pasti punya alasan sendiri kenapa tidak tidur di rumah."


Seperti biasa mirna yang selalu menenangkan salamah .


Salamah seperti mendapat pengganti devi yang begitu peduli pada nya .


" Baiklah, aku akan selalu kalah kalau berbicara dengan mu. "


Mirna akan tersenyum saat ibu mertuanya mengalah demi diri nya .


Rima beberapa kali mengumpat kesal di kamar nya karena hukuman dari ayah mertua nya juga merasa di permalukan ayah mertua nya di depan keluarga.


" Sialan ,,,, brengsek ,, aku akan membalas kalian semua ."


Umpat rima.


" Ciee ,,,,yang habis kena gampar kakek ."


Vania bukan prihatin dengan nasib ibu nya tapi mengejek nya .


" Kau ini bukan membela mama tapi mengejek mama. Harusnya kamu prihatin dengan nasib mama."


" Hah,, prihatin ? bukan nya vania sudah bilang sama mama jangan bermain api ? Salah mama sendiri kenapa vania harus prihatin ?"


" Kau,,, ? Awas kau !! Mama akan mencabut semua fasilitas mu .''


" Apaa,,, mama akan mencabut fasilitas vania ? Hello,,, excusme mama , yang bisa mencabut fasilitas vania hanya kak denish ."


Ucap vania memicingkan kedua mata nya kemudian menatap tajam mama nya.


" Apaa,,,, sejak kapan kau berubah menjadi pembangkang vania ?"


" Berubah ? Selama ini ,mama yang jadikan vania seperti boneka ."


" Apaa,,, kau berani berkata seperti itu pada mama mu ? Mama kandungmu ? orang yang telah melahirkan mu ? Dasar anak durhaka !! Tak tahu di untung ."


" Mama juga durhaka tak pernah memperhatikan vania bahkan dari vania kecil . Siapa yang merawat vania ?"


" Kau ,,, ? Dasar,,,,."


" Wek ,,, nggak kena ."


Vania masih bisa mengejek mama nya lalu menutup pintu kamar mama nya.

__ADS_1


Rima memegang kepala nya merasa pusing dengan sikap vania setelah melempar nya dengan sandal rumah yang dipakai nya.


Bersambung 😊🙏


__ADS_2