Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Taman hiburan


__ADS_3

Nico memberikan tangan nya untuk pegangan zea yang masih berjalan pincang karena cidera kaki akibat menabrak pembatas malam itu .


Nico mengemudikan mobilnya berniat membawa zea ke satu tempat yang pasti akan membuat nya sedikit terhibur atas peristiwa yang menimpanya selama beberapa hari .


" Hah,,,, dari mana ia tahu aku menyukai taman hiburan ini ?"


Gumam zea dalam hati nya .


Benar saja, rupanya nico mengetahui setiap detail dari kehidupan zea terbukti nico pun mengetahui kalau zea menyukai taman hiburan yang berada di tengah kota tersebut.


Disamping taman tersebut ada beberapa penjual snack yang sangat disukai zea baik jajanan masa kecilnya juga makanan ringan maupun penjual ea cream yang memang ada disana.


" Kau ingin sesuatu ?"


Nico melihat zea yang masih menatap para penjual makanan tanpa berkedip.


"Tidak, aku hanya melihat para penjual makanan itu seperti ada yang kurang ."


Nico menyunggingkan senyum nya mengerti apa yang dimaksud zea yakni penjual jasuke favorite zea.


" Benarkah ?"


" Iya, mana mas penjual jasuke ? padahal aku ingin makan jasuke nya."


Nico tak menjawab pernyataan zea hanya tersenyum meninggalkan nya duduk sendiri di sebuah bangku duduk , berjalan membeli cemilan yang dijual beberapa penjual disana.


Sebuah nomor panggilan masuk mengagetkan lamunan zea yang entah dari mana belum diketahuinya.


📞 Incoming call " Nomor tidak di kenal"


" Siapa ya ? "


Perasaan campur aduk mewarnai perasaan zea ketika akan mengangkat telepon tersebut.


📞 :" Halo , selamat siang ."


📞 :" Iya , siang ."


📞 :" Bisa bicara dengan zeavelia ?"


📞 :" Iya benar saya sendiri . Maaf , ini dari mana ya ?"


📞 :" Oh,,,, kami dari pihak rumah sakit ."


Deg ,,,


Detak jantung zea berdegup kencang rasa khawatir dan cemas mulai menyelimuti hatinya. Zea tampak gugup mengingat ibunya yang berada diruang icu.


📞 :" Iya ,sus. Ada apa ya ? Apa terjadi sesuatu dengan ibu ?"


📞 :" Ibu nurma dalam kondisi stabil . Pihak rumah sakit ingin memberitahukan untuk segera melakukan deposit perawatan ibu nurma di ruang icu. "


📞 :" Berapa kira kira sus ?"


📞 :" Dua puluh juta, mbak. Dan harus dilakukan dalam dua hari ke depan."


📞 :" Baiklah ,sus . Saya akan usahakan. "


📞 :" Terima kasih ."

__ADS_1


📞 :" Sama sama."


📞 :" klik "


" Dua puluh juta ? Dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu ? "


" Kalau masih jadi photomodel mungkin cepat dapat uang segitu tapi ,,,,."


" Aku hanya kerja di minimarket gaji paling pol tiga juta , itu pun sebulan."


" Tragis banget hidup ku ."


" Mana mungkin aku minjam sama nico , yang ada malah aku dilamar nya."


Kepala zea pusing berputar putar setelah menerima telepon dari rumah sakit .


Zea berdiri berniat jalan mengitari taman tersebut menghilangkan sedikit kepanikan yang kini mulai merasuk dalam pikiran nya.


Saat berjalan tak jauh dari tempat duduknya karena menolong anak kecil yang sedang menangis ,zea hampir saja menubruk seseorang yang sedang berjalan mengenakan pakaian olah raga.


" Maaf ,mbak . Tak sengaja ."


" Tidak apa apa ."


Keduanya yang menunduk tak mengetahui wajah masing masing namun ketika orang tersebut menoleh lagi seperti mengenal suara familiar zea.


" Zea,,, kau kah itu ?"


Sebuah tangan mencekal tangan nya ketika zea akan berlalu meninggalkan nya.


Zea tak menjawab pertanyaan seseorang yang memanggilnya melainkan menoleh pada orang tersebut.


Sania mengangguk pelan tersenyum dan memeluk sahabat nya yang telah lama hilang.


" Zea ,,,kangen banget dengan mu ."


" Aku juga ,,,."


Zea melakukan hal yang sama yakni memeluk sahabat karibnya yang telah lama hilang .


Namun reoni sahabat buyar ketika bunyi telepon sania berdering beberapa kali.


" Wait ,,,."


Sania mengangkat telepon nya yang tengah berdering tak ingin mengganggu zea , sania agak menjauh ketika menerima telepon .


Tak berapa lama sania kembali dengan wajah yang agak kecewa namun tersenyum melihat zea yang tampak begitu khawatir.


" Zea , aku harus pergi . Maafkan aku tak bisa mengobrol lama dengan mu , tapi aku janji akan menghabiskan waktu bersama mu saat aku punya waktu ."


Ucap sania memeluk zea .


" Tidak apa apa . Aku bisa mengerti ."


" O,,,,ya, ini kartu nama ku . Jika kau butuh bantuanku ,kau bisa menghubungiku ."


Sania memberikan sebuah kartu nama pada zea.


" Terima kasih, sania."

__ADS_1


Sania bergegas pergi setengah berlari meninggalkan zea tampak seperti sedang terburu buru.


" Zea, aku tunggu telepon mu ."


Sania sempat berteriak ketika akan meninggalkan zea.


Sedangkan zea hanya melambaikan tangan nya.


Yah, sania adalah teman zea sewaktu sekolah menengah pertama dimana mereka adalah sahabat karib namun sania pindah sekolah karena harus mengikuti kedua orang tua nya yang entah ke kota mana.


Tak ada nomor telepon yang bisa dihubungi zea saat menginginkan kabar dari sahabat nya itu. Sesekali zea hanya mampir ke rumah lama sania saat merasakan kangen dengan sahabatnya .


Senyum zea yang mengembang ketika memandang kartu nama sania membuat nico yang ada di sampingnya menaruh curiga .


"Eh' em,,,,."


Zea sadar dari lamunan nya ketika sebuah suara menyadarkan nya .


" Eh,, ada apa ?"


Zea tampak gugup melihat nico tiba tiba disamping nya.


" Senyum dengan siapa ? "


" Tidak dengan siapa siapa ."


" Yakin ."


" He'em."


Zea tak ingin membahas sania dengan nico meskipun sebenarnya kebahagian tengah datang menghampirinya dengan bertemu sania sahabat lama nya namun zea berpikir tak semua nya harus nico ketahui.


" Ini ,,,, makan !"


" Hah,,,, sebanyak ini ? Gila,,, kau kira aku monster ."


Zea melayangkan protes ketika melihat beberapa jenis makanan yang ada di depannya .


" Memang ."


Zea memicingkan matanya dan juga mengerutkan dahinya ketika mendengar jawaban nico.


" Monster yang mencuri hatiku ."


Ucap nico mengedipkan salah satu mata nya.


Zea tertegun bahkan tercengang dengan perkataan nico meskipun sebenarnya wajah nya telah memerah tersipu malu.


" Makan ! Jangan terus memandangiku , aku bisa khilaf."


Zea sadar dari lamunan nya mengalihkan pandangan nya dengan mengambil makanan yang ada di depan nya.


" Narsis sekali ."


Gumam zea di dalam hati nya.


Zea memilih makan beberapa cemilan yang di belinya dan juga beberapa minuman yang ada di depan nya.


Meskipun sedang bingung mencari uang deposit ibu nya tapi bertemu dengan sahabatnya yang menghilang beberapa tahun membuat nya merasa lega , setidaknya zea tahu kalau sania baik baik saja.

__ADS_1


Bersambung 😊🙏


__ADS_2