
"Zea ,kamu harus makan . Kasihan ibumu melihatmu disini ,tidak akan tenang. "
Ucap bu rt yang masih menemani zea dan beberapa warga sekitar .
" Bagaimana zea bisa makan bu ? Ibu zea meninggalkan zea untuk selama lama nya . Dengan siapa lagi zea akan hidup di dunia ini ?"
Bu rt tertegun dengan ucapan zea .
" Zea, masih ada tante yang menemani mu ."
" Benar zea , masih ada kami ."
Masih dalam suasana berkabung zea tak berselera makan sedikit pun bahkan tak pernah terlintas di pikiran nya ia akan menghadapi kenyataan hidup sepahit ini .
" Ira, apa zea tahu kalau ia bukan anak kandung nurma ?"
" Entahlah ,jeng. Seperti nya zea mengetahui nya . Sebelum meninggal nurma sempat meminta dokter memanggil zea.''
" Kasihan zea , ra . Andai aku punya anak laki laki pasti sudah ku jadikan mantu ."
" Kau ini ada ada aja."
Ucap ira menggelengkan kepala nya.
"Dua orang hidup sebatang kara tinggal zea sendiri yang berjuang ."
" Aku tak menyangka nurma pergi secepat ini."
Ucap ira.
" Ra, bagaimana kalau zea tidak mengetahui kalau ia bukan anak kandung nurma ? Pasti akan di manfaatkan tejo."
Ucap bu rt.
" Aku sependapat dengan mu . Laki laki itu pasti akan memanfaatkan,,,,."
"Jadi bu rt dan tante ira tahu kalau zea bukan anak kandung ibu ?"
Zea datang secara tiba tiba tanpa suara membuat kedua nya gugup setelah menoleh pada zea
"Zea,,,."
" Zea,,,,."
Ucap kedua nya secara bersamaan .
" Zea kau tahu kalau nurma bukan ibu kandung mu ?"
Ucap bu rt ternganga melihat kedatang zea.
__ADS_1
" Ibu memberitahu zea sebelum menghembuskan nafas terakhirnya . Dan juga zea menemukan beberapa dokumen penting di kamar ibu . Dia antara nya surat adopsi zea dari rumah sakit ."
Ucap zea memperlihatkan dokumen tersebut.
" Akta kelahiran hari yang sama tapi berbeda nama . Antara zeavelia dan juga velia .Zea juga menemukan akta cerai ibu dari pria bernama tejo sudirjo."
" Apa tante dan bu rt tak ingin menjelaskan sesuatu pada zea ?"
Ucap zea .
Antara bu rt dan tante ira saling pandang satu sama lain bahkan merasa ragu mengungkap kehidupan nurma yang memang dekat dengan mereka .
Semula mereka tak ingin bicara namun melihat kesedihan zea , mereka juga tak boleh egois . Bagaimana pun juga zea berhak tahu kehidupan yang dijalani nurma .
" Ra ,kau saja yang cerita ."
" Tidak, bu rt saja."
Zea masih menatap kedua nya hingga tak berkedip mata .
'' Hah, baiklah."
Bu rt akhir nya mengalah setelah zea mau pun tante ira menatap tajam pada nya .
" Sebenar nya saat nurma hamil muda , tejo berselingkuh dengan seorang model . Hingga akhir nya entah angin apa yang mempengaruhi nya hingga meninggalkan ibu mu."
'"Berbagai upaya telah dilakukan namun tak membuahkan hasil bahkan tejo semakin menjadi dengan tingkah nya , menikahi perempuan tersebut dengan alasan sedang hamil anak nya. "
" Namun nurma tak kehilangan akal secara mengejutkan membawa pulang ke rumah seorang bayi yaitu kamu zea. Pikiran nurma justru salah ,teror yang berkepanjangan bahkan saat tejo pengangguran memanfaatkan nurma memberi nya uang .Dia mengancam akan mengambil mu ."
" Nurma tidak punya pilihan lain selain memberinya uang untuk mempertahankan kamu dari orang sekeji mereka bahkan bertahun tahun."
" Semula kami yang di suruh transfer alih alih berdalih untuk sepupu nya tapi lama kelamaan kami tahu kalau itu rekening tejo saat kami memergokinya saat datang kemari . Beruntung kami datang tepat waktu , jika tidak entahlah mungkin kau tak sebesar ini ."
" Sejak saat itu tejo tak berani datang ke rumah ini kami berdalih melaporkannya ke polisi dan tak berani minta uang pada nurma."
" Zea,maafkan kami yang menyimpan rahasia ini , kami hanya ingin melihat nurma bahagia."
Ucap bu rt menggenggam erat tangan zea.
" Tapi apa kalian tahu kalau sampai saat kemarin ibu masih mengirimkan uang pada nya ?"
Ucap zea.
" Apaaaaa,,,,,?"
Bu rt mau pun tante ira tercengang mendengar perkataan zea yang memberikan selembar kertas bukti transfer.
" Bagaimana mungkin ?"
__ADS_1
" Entahlah ."
zea mengangkat kedua bahu nya tak mengerti .
" Zea memberikan uang pada ibu untuk periksa penyakit jantung nya setiap bulan tapi hasil nya tidak periksa di berikan pada mantan suami ibu."
Ucap zea.
" Apa ibu tak merasa kalau ia jahat sama zea ?"
Antara bu rt dan tante ira saling berpandangan bahkan menatap iba pada zea. Memang benar apa yang di katakan zea kalau selama ini banting tulang untuk kesehatan ibu nya namun nurma menyalahgunakan uang tersebut .
" Beberapa hari yang lalu setelah pulang dari toko zea , ibu bertemu mantan suami nya di dekat warung ibu di ujung jalan sana. Tak lama kemudian tante ira menelepon ibu sudah di rumah sakit. "
" Apaaa,,, jadi tejo datang mencari ibu mu ? Pantas saja , nurma selalu berpesan untuk menjaga mu ."
Ucap tante ira menghela nafas panjang .
" Dari mana kamu tahu zea ?"
Ucap bu rt .
" Dari ibu warung itu , dua hari yang lalu sempat datang kemari memberikan bukti transfer itu. Dan sedikit bercerita tentang pertemuan mereka ."
Ucap zea menunjuk bukti transfer yang di pegang oleh tante ira.
" Jadi ibu mu menyimpan rahasia itu sendiri. Aku tak menyangka nurma begitu gegabah ."
Ucap bu rt.
" Sudahlah ,bu. Memang sudah jalan nya ibu seperti itu ."
Ucap zea meraih piring yang berisi makanan di samping nya .
Bu rt dan tante ira tercengang melihat zea makan begitu lahap bahkan masih bisa menambah lagi namun mereka lega zea menjaga kesehatan nya tak terlalu terpuruk dengan kepergian ibu nya .
" Ra, kamu tidur di sini saja ? Kasihan zea ."
" Iya ,bu rt."
" Zea, ibu pamit dulu ya . Sudah larut kasihan anak anak tidur sendiri di rumah ."
Bu rt menggenggam erat tangan zea.
" Iya bu rt , terima kasih banyak. "
" Iya, sudah sewajar nya."
Bu rt dan pak rt pamit pulang setelah beberapa saat berada di sana dan juga karena hari sudah semakin larut .
__ADS_1
Nico meminta ijin tante ira menginap diruang tamu dan tante ira pun mengijinkan nya . Sedangkan zea tidur di kamar nya sendiri dan tante ira sendiri di kamar nurma.
Bersambung 😊🙏