Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Digigit drakula.


__ADS_3

" Tuan , berikan ponsel ku pada ku ! Aku harus menghubungi sania ."


Ucap zea .


" Tidak . Apa hubungan nya dengan sania ?"


" Sania yang mengerti permasalahan ,tuan . Percayalah , aku baru kerja malam itu ."


Ucap zea.


" Hah,,, percaya ? Pada gadis seperti mu tentu saja tidak."


" Huh,,,, dasar pria egois !!"


Zea tak ingin lagi berdebat dengan denish beranjak dari kamar tersebut namun seperti nya zea lupa kalau salep dan kompres masih di tepi ranjang tempat tidur.


" Dasar gadis bar bar ,,,,."


" Aaaaa,,,,,,."


Zea terpeleset air yang sedikit tumpah di lantai setelah mengambil salep .


Denish menoleh ke arah nya ingin menolongnya mengulurkan tangan nya dan pada saat zea meraih tangan tersebut karena lantai nya licin ikut terpeleset jatuh menimpa tubuh zea menindih tubuh mungil itu mencium kilas bibir zea.


Zea dan denish saling pandang tercengang satu sama lain hingga beberapa saat sampai zea mengeluh merasakan beban berat tubuh denish.


" Tuan , kau berat sekali . Bangunlah ! Aku sudah tidak bisa bernafas. "


Dengan tergesa gesa denish bangun dari tubuh zea lalu berjalan mengambil sebuah handuk mengelap air agar tidak licin .


" Huh,,, ciuman pertama ku ."


Zea tampak kesal dua kali denish menyentuh bibir nya .


Samar samar denish mendengar zea menggerutu kesal saat tak sengaja mereka terjatuh dan menyentuh bibir zea.


Zea tergesa gesa meninggalkan kamar denish sebelum terjadi kecekakaan lain dengan laki laki itu.


Setelah zea benar benar keluar dari kamar milik nya , tampak denish menyunggingkan senyum nya yang selama ini tak pernah tampak dari wajah dingin denish.


" Apaaa ,,,jadi aku yang pertama mencicipi bibir ranum itu ? Aaaaahahaha,,,,."


Denish tersenyum tertawa menyentuh bibir nya sendiri bergulung gulung di tempat tidur.


Zea yang terlihat kesal menginjak ijak kan kaki nya sendiri dan juga hanya meletakkan baskom bekas kompres lalu pergi ke kamar nya .


Zea berjalan mondar mandir tak tentu arah memikirkan apa yang telah terjadi . Zea tidak mungkin berdiam diri saja sementara denish terus menerus meminta ganti rugi .


" Bagaimana aku menghubungi sania jika ia tak memberikan ponsel ku ?"


" Hah,,,,,, dasar pria egois."


" Aaaaaa,,,."


Zea merasa kesal dengan sikap denish menginjak injakkan kaki nya sendiri namun terhenti saat mengingat keberadaan vans asisten denish.


Tanpa sepengetahuan zea , denish melihat tingkah polah zea yang tampak sangat kesal dari layar ponsel nya mengembangkan senyum nya .


Tak berapa lama zea keluar dari kamar tampak melihat ke sekeliling seperti mencari sesuatu.


" Vans,,, . "


" Iya ,nona. Apa anda membutuhkan sesuatu ?"


" Iya . Boleh kah aku meminjam ponsel mu ? Aku harus menghubungi sania yang tahu persis kejadian itu . Sementara tuan mu yang keras kepala dan egois itu tak mau memberikan ponsel ku .Tapi terus menerus meminta ganti rugi . Dasar pria sinting !!"


Ucap zea panjang lebar tetapi tak mendapat tanggapan dari vans karena denish terlebih dahulu berada tak jauh dari tempat mereka bicara.


" Tu,,,,."


Denish meletakkan jari nya pada bibirnya saat vans akan menyapa tuan nya .


" Aku tidak mengerti kenapa kau bekerja dengan pria egois itu ."


" Jika aku jadi kau , sudah tentu mencari pekerjaan lain ."

__ADS_1


Zea terus menerus mengoceh tanpa menyadari kalau denish berada di tempat itu .


" Hei ,,, kenapa kau diam saja ?"


Ucap zea yang kemudian membalikkan badan nya dan membuatnya terkejut setelah melihat denish yang menyilangkan kedua tangan nya dan juga menatap tajam pada zea.


Vans mendekati zea kemudian berbisik pada nya sebelum dia benar benar pergi dari tempat itu .


" Nona , saya tidak terlibat dalam pembicaraan anda dan sebaiknya cepat pergi dari sini sebelum terjadi sesuatu dengan anda."


Bisik vans yang kemudian berlalu pergi dari tempat itu .


Zea merinding melihat tatapan tajam mata denish yang seperti akan menerkam nya.


Zea mengingat pesan vans untuk segera meninggalkan tempat itu , dan ia pun berlari hendak menuju kamar nya namun denish terlebih dahulu menarik tangan zea menyeretnya hingga ke kamar nya .


" Aaaaa,,,,. Lepaskan ! Sakit ."


Ceklek ,,,


Derrr,,,,


Baik mbok ijah ,mang kasim dan vans saling pandang dan juga memandang ke arah pintu kamar denish yang terdengar di banting denish .


" Wah,,, ketiwasan buk. Tuan muda benar benar marah ."


Ucap mang kasim.


" Tidak , tuan akan melembut dengan sendiri nya ."


Ucap mbok ijah tersenyum memandang pintu kamar denish .


" Apa mbok yakin ?"


Ucap vans yang sedikit tercengang dengan ucapan mbok ijah .


" Aden, mbok ini mengenal tuan muda sejak masih bayi ."


Ucap mbok ijah .


Akhir nya baik mang kasim mau pun vans menyerah dengan ucapan mbok ijah.


Di kamar denish.


Denish yang terlihat sangat marah dengan ucapan zea membanting zea di tempat tidur .


" Aaaaa,,."


" Tuan , kau mau apa ? Jangan tuan ! Jangan lakukan apa pun terhadap ku !"


Zea merintih memohon bergerak mundur di tempat tidur.


" Bicara dengan nya ! Waktu mu hanya tiga hari ."


Ucap denish dengan bengis nya memencet tombol yang dinamai sania di layar ponsel zea.


📞 Calling " Sania "


📞 Incoming call " Zea"


" Hah ,,, zea ,,?"


📞 :" Zea , kamu kemana saja ? Kenapa ponsel mu tidak aktif ? Dan kenapa kau tidak mengabari ku ?"


📞 :" Sania , aku tidak punya banyak waktu lagi ."


📞 :" Apa maksud mu ?"


📞 :" Kau harus mencari tahu siapa yang mencampur minuman tuan muda angkasa dan membawa orang itu kesini dalam waktu tiga hari. Kalau tidak ,,,."


" Aaah,,, aa."


Denish merebut ponsel zea yang tengah berbicara dengan sania .


📞 :" Zea ,,, zea,,,,. Tenang saja , aku akan berusaha . Dimana kau sekarang ? Apa kau berada di tempat tuan angkasa ?"

__ADS_1


📞 :" Benar ."


📞 :" Apaaa ,,,, . Tolong tuan jangan sakiti teman ku ! Dia tidak bersalah."


📞:" Klik."


Denish tak menjawab permintaan sania tetapi menutup sambungan telepon sania.


" Kejam sekali kau , aku belum selesai bicara ."


Gumam zea yang berjalan menuju arah pintu .


Namun sebuah tarikan tangan membuat nya terkejut hingga tertegun yang ternyata denish menarik zea hingga tersudut di satu sisi tembok .


" Tuan, kau mau apa ?"


Tak menjawab pertanyaan zea , denish meraih tengkuk zea mencium bibir zea meskipun dapat penolakan hingga memberi tanda kecil yakni menggigit bibir zea hingga mengeluarkan sedikit darah .


" Aaaa ,,,, sakit . "


" Peringatan terakhir untuk mu agar tidak lancang berbicara !!"


" Aaaa,,, kau jahat , menyebalkan ."


Ucap zea lalu keluar dari kamar berlari ke kamar nya .


" Dasar drakula !! Awas saja kau !!"


Umpat zea kesal meraih beberapa tisu menekan bibir nya yang sedikit berdarah .


Denish tersenyum senang meskipun agak menyebalkan namun entah mengapa denish menyukai bibir ranum yang tak henti bicara bahkan tak henti mengumpati nya.


Jam makan tiba , tak tampak kedua nya mendatangi meja makan meskipun makanan sudah siap.


" Mbok yakin tak terjadi sesuatu dengan mereka ?"


" Iya ."


Ceklek,,,,


Kedua pintu yang berdampingan itu secara bersamaan terbuka membuat mbok ijah maupun vans memandang kedua pintu tersebut.


Tampak zea dan denish menghampiri meja makan secara bersamaan meskipun saling memalingkan wajah mereka .


" Non, bibir nya kenapa ?"


" Di gigit drakula."


Ucap zea .


" Drakula nya jahat ya non , gigit disiang bolong padahal masih ada malam hari ."


Jawaban sekaligus sindiran untuk denish tak mendapat reaksi sedikit pun dari denish.


" Loh,,, kok balik lagi non ? Nggak makan."


" Gimana mau makan bi , bibir zea sakit perih ."


Ucap zea membawa segelas jus dan roti ke kamar nya .


" Yah , kasihan non zea."


Mbok ijah menatap iba kepergian zea.


" Buatin bubur ayam buat nya ,bi."


Ucap denish disela sela menyendok makanan nya.


" Baik ,tuan."


Mbok ijah tersenyum melihat sisi perhatian denish pada zea .


Begitupun vans yang tak pernah melihat tuan nya bersikap lembut pada perempuan sekalipun pada nenek nya .


Bersambung 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2