
" Aku ,,,?"
" Tidak , jelas jelas aku ini anak papa dan mama . Bagaimana mungkin ?"
" Tanyakan pada mama mu ? Atau kau bisa lihat hasil dari rumah sakit ! Aku dinyatakan mandul sebelum bertemu mama mu , bagaimana mama mu bisa mengandung mu ?"
Ucap tejo .
Venya berjalan mendekati mama nya yang duduk bersimpuh dilantai bahkan terisak dalam tangis nya, mengambil dua carik kertas dari tangan mama nya .
" Venya ,,,jangan !"
Venya tak mengindahkan mama nya mengambil kertas yang saat ini tengah di pegang mama nya.
" Hah,,,, jadi aku anak di luar nikah mama ."
Venya tak kuasa menahan kesedihan nya berlari meninggalkan kamar mama nya pergi entah kemana .
" Venya,,,,,venya,,,, mama bisa jelasin ."
Tak menemukan kemana venya berlari , mery kembali lagi ke kamar nya .
" Kamu jahat ,pa. Hiks,,, hiks,,,."
Memukul mukul dada tejo yang tengah berdiri , namun ditepis nya dua tangan mery hingga jatuh ke lantai .
" Hiks,,,,hiks,,,,hiks,,,,."
" Rumah ini atas nama ku , kalian masih boleh tinggal disini tapi kalian harus kerja sendiri mencukupi kebutuhan kalian ."
Ucap tejo.
" Apaaa,,,,? Tidak mungkin , bukan kah kau menghadiahkan nya atas nama ku ?"
Mery tak percaya ternyata tejo mempunyai sisi kejam yang luar biasa.
" Tidak , aku membeli atas nama ku sendiri . Dan kau,,,, mulai hari ini tidak boleh tidur di kamar ini .Angkat semua barang barang mu !"
" Hutang di pak broto semua atas nama mu dan juga venya jadi lunasi sendiri hutang itu ."
Brakkkk,,,,
Tejo keluar dari kamar nya membanting pintu sangat keras bahkan tak menoleh sedikit pun .
" Apaa,,,?"
Mery tercengang dengan perubahan sikap tejo yang kini tak bisa di stir sama sekali .
" Bagaimana ia bisa berubah sekejam itu ?"
Gumam mery .
" Aku benar benar tak menyangka nya ."
Mery terpaksa memindahkan barang barang milik nya dan berharap menemukan sertifikat rumah yang selama ini di cari nya.
__ADS_1
Hingga larut malam tak ada satu pun dari mereka berdua yang pulang ke rumah bahkan venya menghilang dari siang .
Back to rumah zea.
" Tante benar benar tak menyangka tejo akan berbuat seperti itu. Bahkan dengan tidak tahu malu nya meminta hak nurma."
Ucap tante ira menggelengkan kepala nya .
" Sudahlah tante , setidak nya itu yang terakhir yang bisa zea lakukan untuk membalas sakit hati ibu ."
Ucap zea menundukkan kepala nya.
" Sudahlah ,zea. Ibu mu sudah tenang disana ."
Ucap tante ira.
" Istirahat lah ! Tante sedang memasak makanan , sebentar lagi akan tante antarkan untuk mu."
Ucap tante ira mengusap pelan kepala zea yang bersandar di kedua lutut nya.
" Iya tante, terima kasih."
Zea hanya menjawab pelan .
Tak berapa lama sebuah mobil hitam parkir di depan rumah zea yang entah siapa yang datang seperti sangat terburu buru .
" Zea,,, zea ,,,zea ."
Tanpa mengetuk pintu atau pun tanpa menunggu zea keluar dari dalam rumah , sania masuk ke dalam rumah begitu saja .
" Zea,,,, zea ,,,,."
Sania tak menjawab pertanyaan zea namun berjalan ke kamar milik zea .
Terlihat sania sedang mengemasi beberapa baju bahkan sania mengetahui kesukaan zea , memasukkan nya ke dalam tas .
" Sania,,,, Ada apa ?"
Lagi lagi sania tak menjawab pertanyaan zea ,mengemas barang barang milik zea juga keperluan mandi mau pun skincare yang di gunakannya.
" Sania,,,."
" Cukup zea ! Jangan bicara lagi ! Kau harus pergi sekarang ."
" Maksud mu ?"
" Aku tidak punya waktu lagi dan aku tak ingin kehilangan mu karena kesalahan ku. "
Ucapan sania semakin membuat zea bingung .
" Ayo ikut aku sekarang ! Oh ya ,,, ini ada sejumlah uang , pakai untuk keperluan mu . Setelah gajian aku akan mengirimkan nya untuk mu."
" Dan ini ,,, ticket bus yang sudah ku beli untuk mu . Untuk sementara waktu kau tinggal di rumah ku dan aku sudah menelepon mbok minah yang menjaga rumah ku untuk membersihkan rumah dan membantu mu ."
" Maksud mu ?"
__ADS_1
" Sudah zea , ayo cepat ! Aku tak punya banyak waktu lagi menceritakan padamu . Setelah kau di dalam bis aku akan menelepon mu ."
Ucap sania menarik tangan zea dan menutup rapat pintu rumah nya . Meskipun zea tak mengerti apa yang dikatakan sania namun mengingat kejadian kemarin , zea berpikir ada hubungan nya dengan kejadian malam itu.
Tak berapa lama mereka sampai ke terminal bus , sania mengantarkan sampai di deoan bus yang akan ditumpangi nya .
" Zea ,hati hati ! Aku minta maaf . Setelah sampai kabari aku ."
" Hem,,,."
Zea tak punya banyak pertanyaan untuk ditanyakan pada sania , mungkin apa yang dikatakan sania benar dia dalam bahaya .
Dan juga mungkin semangat hidup nya akan kembali setelah berada di kota lain . Kesedihan yang dirasakan nya sejak ibu nya meninggal menyisakan luka yang mendalam .
Ditengah lamunan nya beberapa orang berjas hitam berdiri di depan nya ,entah dengan tujuan apa zea hanya mendongakkan kepala nya.
" Kalian siapa ? Ingin naik bus ju,,,."
Belum sempat melanjutkan perkataan nya , orang orang itu membekap mulut dan hidung zea dengan obat bius hingga hilang kesadaran nya .
📞 Calling " Bos vans"
📞 :" Ada berita terbaru ?"
📞 :" Bos , kami sudah mendapatkan gadis itu ."
📞:" Bagus. Bawa ke paviliun ! Jaga dan awasi dia ! Jangan biarkan dia kabur !"
📞 :" Baik ,bos."
📞 :" Aku akan segera kesana ."
📞:" Baik ,bos."
📞 :" Klik."
" Bawa dia !"
Setelah sambungan telepon terputus masing masing , mereka membawa zea yang sudah tergeletak lemas bahkan kehilangan kesadaran ke satu tempat yang di perintahkan pada mereka.
Paviliun yang terawat sangat rapi bahkan terjaga meskipun tak berpenghuni , mang kasim dan mbok ijah yang memang tinggal di paviliun itu. Paviliun milik mama nya denish yang selama ini masih dirawat sebagai peninggalan mama nya .
" Ada apa vans ? Kau sudah mendapatkan gadis itu ?"
" Ya ,tuan muda. Saya nenyuruh orang orang ke paviliun ."
Ucap vans.
" Bagus , kerja bagus vans. "
Sekilas senyum mengembang di kedua sudut bibir nya.
" Setelah meeting kita akan pergi kesana ."
" Baik, tuan muda."
__ADS_1
Denish melanjutkan pekerjaan nya serasa tak sabar ingin melihat gadis itu dan apa tujuan nya menggagalkan rencana nya hingga mengalami kerugian .
Bersambung 😊🙏