Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Sania


__ADS_3

" Bagaimana tuan william ? Kau ingin menyelesaikan di pengadilan ? Baiklah , dengan senang,,,,."


Belum sempat melanjutkan perkataan nya william terlebih dulu memotong nya.


" Tidak , tuan . Jangan ! Ampuni aku ! Aku yang melakukan semua ini .''


William baru menyadari orang yang dihadapi nya bukan orang sembarangan .


" Lalu ,,, katakan ! Hukuman apa yang pantas untuk mu ?"


" Apa pun akan kulakukan tuan denish tapi tolong jangan laporkan aku dan perusahaan ku !"


" Baiklah . Datang lah ke rumah ku tepat jam tujuh malam !"


" Baiklah ,tuan."


Dengan langkah gontai william pergi meninggalkan kantor denish angkasa.


Sementara carlos yang masih dalam perjalanan ke apartemen nya , dilanda kebingungan dengan permasalahan nya bahkan tak tahu lagi bagaimana menyikapi nya .


Namun seorang casanova seperti nya pasti punya banyak cara meluluhkan hati perempuan apalagi sania tak memiliki daya apapun karena sudah resmi menjadi istri nya.


Ceklek,,,,


Pandangan mata carlos menyapu seluruh ruangan dimana mata itu tengah mencari keberadaan istri nya .


Tak menunjukkan keberadaan sania , carlos berjalan menuju kamar nya namun juga tak menunjukkan dimana keberadaan nya .


Suara gemericik air yang terdengar dari arah kamar mandi membuat carlos menyunggingkan senyum devil nya .


Beberapa langkah menuju ke kamar mandi , pintu itu telah terbuka dengan ocehan sania yang merasa bosan berada dirumah .


Carlos tak langsung menyapa istri nya tapi memilih bersembunyi di satu sisi tembok yang tak terlihat oleh sania .


" Aku bosan di rumah terus , apalagi carlos tak pulang ke rumah . Lebih baik aku jalan jalan ke mall ."


Gumam sania .


" Tak ada kabar dari mereka berdua, jantungku berdegup kencang seperti mau berperang. "


" Entah apa yang terjadi pada zea ?"


" Lebih baik aku segera ganti pakaian dan pergi , jika tidak mama akan terus menerorku menanyakan keberadaan carlos ."


" Alasan apa yang harus ku buat ? Bagaimana mungkin seorang istri tidak mengetahui suami nya dimana ? Istri macam apa aku ini ?"


" Aaaaaa,,,."


Sania berteriak terkejut sebuah tarikan tangan yang secara tiba tiba .


'' Kau ,,,,?"


Belum sempat mengatakan sesuatu , carlos mencium bibir kenyal sania hingga membuat nya membelalakkan mata nya.


" Apa yang ingin kau lakukan ?"


Ucap sania ketika carlos menggendong nya ke tempat tidur.


" Tidak ada , aku lelah hanya ingin tidur memeluk mu."


Ucap carlos.


" Tunggu ! "


" Apa kau berhasil menyelamatkan zea ?"


Tak menjawab pertayaan sania melainkan memejamkan kedua mata nya di sela sela lengan sania.


" Percayalah, aku sudah melakukan tugasku ."


Ucap carlos mengusap pelan wajah sania.


" Tapi,,,, kau belum menjawab pertanyaan ku ?"


" Ssttss,,,,, ."


Carlos meletakkan jari tangan nya di bibir kenyal sania menyuruhnya untuk tak mengatakan sesuatu .


" Diamlah ! Biarkan aku tidur sebentar !"

__ADS_1


Namun sania masih saja menggoyang goyangkan tubuh carlos , merasa penasaran dengan apa yang dikatakan suami nya itu .


Sania hanya bisa menuruti permintaan carlos yang menyuruhnya menemani tidur . Beberapa hari bekerja keras memulihkan cctv membuat carlos kehilangan banyak tenaga .


Apalagi carlos baru saja menjalani operasi vasektomi yang memang selama ini dilakukan nya .


Tit ,,,tit,,,tit,,


Ceklek,,,


" Sayang,,, sayang,,, sania carlos , mama datang nak ."


Yah, suara rose damian yang tak lain adalah mama carlos menggemparkan seluruh penjuru namun tak mendapat jawaban .


" Eh,,, kemana anak anak ? kenapa tidak ada dirumah ? "


" Pasti ada dikamar nya."


Ceklek,,,,


" Sayang sania, mama datang membawa oleh oleh untuk mu ."


Jarak tempat tidur dengan pintu memang sengaja di sekat sebuah lemari hiasan ,jadi untuk sampai ke tempat tidur setidak nya harus berjalan beberapa langkah .


" Sayang sania ma,,,,."


Rose tercengang tak bergerak bahkan tak mengedipkan mata nya melihat menantu dan putra nya tidur berpelukan .


" Ya, ada apa ma ? Sania ngantuk sekali , nanti sania telepon ."


Sania meraih ponsel nya tanpa menyadari kalau mama mertuanya berada di depan mata nya .


" Ah ,,, iya ,mama tidak akan ganggu ."


Meskipun agak terkejut dengan tingkah polah mereka yang tak mengunci pintu kamar mereka.


Rose mengusap pelan dada nya bernafas lega berhasil keluar dari kamar tersebut .


" Dasar anak anak jaman sekarang , kenapa nggak kunci pintu ?"


" Aaa,,,, tapi bagus. Sebentar lagi punya cucu , aku akan memasak untuk mereka ."


📞 Incoming call " Papa "


📞 :" Ya ,pa. Ada apa ?"


📞 :" Mama pergi kemana ? Kenapa papa bangun tak ada dirumah ?"


📞 :" Jangan katakan mama pergi ke rumah anak anak ?"


📞:" Iya , mama pergi ke rumah carlos. Niatnya sih mau ketemu menantu tapi dapat kabar gembira ."


📞:" Kabar gembira apa ? Casanova itu buat ulah lagi ?"


📞 :" Mereka sedang tidur bersama."


📞 :" Apa nya kabar gembira ? Wajar suami istri tidur bersama ."


📞 : Iya ,,,iya wajar ."


📞:" Suruh mereka segera memberikan cucu untuk kita ?"


" Ih,,, tadi bilang wajar , sekarang minta cucu . Dasar aki aki."


Gumam rose.


📞 :" Iya. Sudahlah ,mama sebentar lagi pulang . Mama sedang masak buat mereka."


📞 :" Baiklah .Jangan lama lama !"


📞 :" Iya."


📞:" klik."


Setelah memutus sambungan telepon , rose melanjutkan memasak makanan untuk mereka berdua .


Di dalam kamar .


Carlos mengerjapkan mata nya merasa ada bayangan keluar dari kamar nya membangunkan sania.

__ADS_1


" Siapa yang telepon ?"


" Mama ."


" Mama ,,,? Lalu siapa yang keluar dari kamar kita ?"


" Entahlah ."


" Yasudah ,tidur lagi."


Ucap carlos memeluk erat tubuh sania , namun perkataan carlos mengganggu pikiran nya .


Sania meraih ponsel nya di atas meja, melihat panggilan telepon yang tak ada nomor mama rose.


" Carlos , mama tidak telepon . Berarti mama datang kesini ."


Ucap sania menggoyang goyangkan lengan carlos.


Ceklek,,,,,,


" Sayang, mama sudah memasak untuk kalian ."


" Mama pulang dulu , di meja ada oleh oleh untuk kalian .


" Buat cucu yang banyak untuk mama dan papa !"


Derrrr,,,


" Hah,,,, mama . Jadi tadi beneran mama ?"


Gumam carlos.


Sania tak mampu berkata apa pun hanya menyembunyikan diri di balik selimut saat pintu kamar terbuka.


" Semua gara gara kau ."


" Kenapa aku ? Aku hanya ingin tidur memeluk guling hidup ku ."


" Aaaa,,,kau sama saja dengan mama ."


Sania berteriak kesal dengan sikap ibu dan anak itu yang selalu membuatnya jantungan .


" Aduhh,,,, sakit lengan ku . Kepalamu berat sekali ."


Ucap sania .


" Sayang ,kau mau kemana ?"


" Ke kamar mandi .Aku ingin pipis ."


" Baiklah ."


Carlos bangun dari tempat tidur menggendong sania ke kamar mandi .


" Astaga ,sayang . Kau mau apa ? Aku bisa jalan sendiri."


Ucap sania terkejut melihat carlos menggendong nya.


" Aku akan sering menggendong mu . Kau adalah istri ku .Tidak bolehkah menggendong istri ku sendiri ?


Bisik nya yang membuat pipi sania merah merona.


Benar yang di katakan carlos , sania tak lagi melajang tapi sudah menyandang nama belakang damian .


Carlos meninggalkan sania di kamar mandi ,mengambil makanan yang dimasak mama nya . Ia merasa lapar setelah siang tadi belum sempat mengisi perut nya .


Lalu mengambil makanan untuk sania ke kamar dan juga membawa beberapa paperbag yang diberikan mama nya pada mantu kesayangan nya .


Sania telah mengganti baju nya menggunakan piyama tidur dan duduk di depan meja rias .


" Apa ini ?"


" Entahlah . Mama yang memberikan nya untuk mu ?"


Sania meraih beberapa paper bag dan membuka nya satu persatu .


Rona wajah sania berubah memerah saat mendapati sabuah paperbag berisi beberapa lingerie .


Carlos sengaja menyuapi istri nya tanpa peduli rengekan sania ingin makan sendiri .Wanita yang kini sah menjadi istri nya telah mencuri hati nya sejak lama.

__ADS_1


Bersambung 😊🙏


__ADS_2