
Sania yang baru saja mendapat telepon dari zea ,mengemudikan mobil nya ke tempat nya bekerja .
Bukan tanpa alasan sania datang ke kantor D'house melainkan bertemu dengan pemilik nya .
Dengan lari tergesa gesa ,sania melewati beberapa orang karyawan petugas kebersihan karena memang belum jam kerja, saniaberkari ke lantai atas dimana kantor carlos berada.
Ceklek ,,,
" Bos,,,. Maaf ."
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu sania membuka pintu kantor pemilik D' house yakni carlos damian.
Melihat pemandangan dimana carlos bergumul dengan perempuan lain merupakan hal biasa untuk nya .
Seorang wanita tengah duduk di atas pangkuan carlos ,entah apa yang mereka lakukan hingga membuat carlos berteriak mengerang seperti menikmati permainan gadis itu.
" Keluar lah !"
" Baik ,bos."
Langkah gemulai seorang wanita sexy bak gitar spanyol yang melewati sania dengan senyum seakan mengejek membuat sania menghela nafas panjang nya.
Yah mungkin merasa menjijikan bagi sebagian orang namun untuk wilayah D' house adalah hal biasa.
" Ada apa sayang ku ,sania ? Kau mengacaukan permainan ku ."
Ucap carlos mendekati sania yang tengah mengatur nafas nya .
" Zea , tertangkap tuan muda angkasa."
" Apaa,,,, bagaimana bisa ? Bukankah kau sudah menyuruh nya pergi dari kota ini ?"
" Benar ,bos . Bahkan aku mengantar nya sendiri ke terminal ."
" Hah,,, kau lihat sendiri . Berurusan dengan tuan muda angkasa tak semudah itu bisa lepas dari genggaman nya."
Ucap carlos menghela nafas panjang .
" Lalu bagaimana bos ? Apa yang harus kita
lakukan ?"
" Entahlah , jika zea sudah tertangkap oleh tuan muda kemungkinan lepas juga tidak mudah. Mau tidak mau kau harus merelakan zea ."
" Tidak . Bagaimana aku bisa merelakan nya sedangkan aku yang membawa nya bekerja di sini ?"
Ucap sania.
" Bos , tolong selamatkan zea ! Hiks hiks ,,,, tolong bos ! Seumur hidup aku akan merasa bersalah pada nya tak bisa membantu nya ."
Sania bersimpuh dilantai menangis meratapi nasib zea yang tak begitu baik .
Hidup susah dari kecil bahkan saat dewasa harus menghadapi banyak masalah .
" Hah,,, aku akan berusaha tapi ada syarat nya ."
" Apa pun akan ku lakukan demi keselamatan zea ?"
Ucap sania .
" Baiklah , berapa hari tuan muda angkasa memberi jangka waktu ?"
" Tiga hari bos ."
" Hem ,, baiklah ikut denganku sekarang !"
Carlos menarik tangan sania menyuruhnya mengikuti kemana ia pergi .
" Berikan seluruh dokumen mu !"
" Untuk apa bos ?"
__ADS_1
Sania sedikit tak mengerti kenapa carlos meminta semua data dokumen nya yang setelah mendapatkan nya tampak menghubungi seseorang .
Beberapa saat mengendarai mobil bugati milik nya dan membawa sania bersama nya , mereka sampai di depan kantor catatan sipil kepengurusan pernikahan .
" Kenapa kita kesini bos ? Bos akan menikah ? "
Satu pertanyaan konyol yang dilayangkan sania sedikit menarik perhatian carlos.
" Ya, kita akan menikah ."
" Apaa,,, kita ? Tidak ,,tidak,,, tidak . Bagaimana aku bisa menikah dengan casanova seperti mu ?"
Sania memalingkan wajah nya kesal dengan ucapan carlos .
" Baiklah, kau telah menolak syarat yang ku ajukan untuk menyelamatkan zea."
" Ti,,,, ti,,tidak bukan begitu tapi kenapa harus menikah ?"
" Ya atau tidak ?"
Seperti di ujung tanduk , keputusan sania dipertaruhkan untuk menyelamatkan zea.
Dilema antara iya dan tidak membuat sania sedikit gugup dan tak bisa egois memikirkan diri sendiri .
Bagaimana pun dia ikut andil dalam insiden yang di alami zea . Jika bukan karena diri nya , zea tidak mungkin terlibat dalam masalah besar seperti ini .
" Baiklah . Tapi bagaimana jika kau gagal ?"
" Kau bisa menuntut cerai dari ku ."
Akhirnya sania menyetujui ide gila carlos yang memang sengaja menjebak sania dengan ide nya.
" Cerai ,,,? Apa aku sudah gila melepaskan berlian begitu saja ?"
Gumam carlos dalam hati.
" Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu ."
Carlos menatap tajam pada sania yang menyetujui pernikahan itu .
Tak berapa lama mereka mendapatkan certificate of marriage meskipun dengan terpaksa demi untuk menyelamatkan zea ,sania rela melakukan apa saja.
Carlos kembali mengendarai mobil nya tentu saja dengan sania yang telah resmi menjadi istri nya kembali ke d'house.
Carlos menurunkan sania disana dimana sania memarkir mobil nya di halaman parkir depan club.
" Kau harus membawa semua barang barang mu pindah ke apartemen ku dan ini kunci nya , nyonya carlos damian."
" Kenapa aku harus pindah kesana ?"
" Apa perlu ku jawab lagi ?"
" Hah,,, ya , baiklah ."
" Daaa sayang ."
Carlos meninggalkan sania begitu saja setelah memberikan kunci apartemen mewah milik nya .
" Hah,,, beginikah pengorbanan untuk seorang sahabat ? Harus menjadi istri casanova itu ?"
" Hah ,,, tidak apa apa yang terpenting dia selamat."
Gumam sania melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen nya , memgemas barang barang nya pindah ke apartemen carlos yang saat ini sudah menjadi suami nya .
Sania mengemasi seluruh barang miliknya yang akan dibawa nya meskipun tidak seluruh nya tapi cukup menguras tenaga nya .
Sania memandangi dua buah kartu yang menyatakan dia adalah nyonya carlos damian .
" Kenapa aku begitu bodoh sih ? Pasti hanya akal akalan nya saja ."
" Lihat saja , kalau kau membohongiku aku akan mencincang habis milik mu ."
__ADS_1
Merasa sangat kesal akhir nya sania sekesai dengan barang barang nya.
Sania membawa barang barang nya tanpa bantuan siapa pun apalagi carlos yang entah pergi kemana setelah meninggalkan nya di tempat parkir club .
" Dasar tak punya hati , bukan bantuin malah pergi ."
Umpat sania .
Tak berapa lama mencari lokasi alamat yang dikirimkan carlos , sania tercengang melihat gedung mewah tinggi yang belum pernah dilihat sebelum nya .
Apartemen mewah yang hanya dimiliki orang orang kaya dan orang tertentu ada dihadapan nya .
Ia hampir tak percaya kalau petugas security tak menghampiri nya dan menanyakan identitas nya.
Setelah memberitahu nama carlos damian , petugas itu membantu sania membawa barang barang nya hingga ke depan nomor apartemen milik carlos.
" Terima kasih ,pak."
" Sama sama ,non."
Hanya dengan menempelkan kartu yang diberikan carlos ,sania dapat membuka pintu tersebut .
Sania memandang takjub ruangan mewah yang ada didepan nya, hampir tak mempercayai nya.
Sania membawa koper koper milik nya mencari kamar utama yang ternyata lumayan besar bahkan sangat mewah dimana semua pernak pernik mewah bahkan baju baju tertata rapi .
" Hah,,, gaun perempuan ?
Pucuk di cinta ulam pun tiba, carlos menelepon nya .
📞 Incoming call "Big bos carlos"
📞 :" Apa kau sudah sampai ?"
📞 :" Ya ,aku sudah sampai ."
📞 :" Kau menyukai nya ?"
📞 :" Ya ,sangat mewah dan elegan . Tapi,,, ."
📞 :" Tapi apa ?"
📞 :" Aku menemukan gaun perempuan lain di lemari ."
📞:" Apa gaun itu membuatmu cemburu pada diri mu sendiri ?"
📞 :"Maksud mu ?
📞 :" Yah, aku menyiapkan gaun gaun itu untuk mu . Dan juga beberapa lingerie untuk malam pertama kita ."
📞 :" Aku tidak akan pulang selama beberapa hari .Baik baik dirumah ! Dan ingat , aku tidak mengijinkan mu bekerja nyonya carlos damian !"
📞:"klik."
" Dasar pemaksa ."
Memang ada beberapa lingerie tergantung di lemari tersebut .
Sania mengingat ucapan carlos mengenai malam pertama membuat rona merah di wajahnya.
Sania memilih menata semua barang barang nya daripada memikirkan kemana orang itu pergi . Sudah pasti ke tempat perempuan lain .
Sania terkejut mendengar bunyi pintu depan yang terbuka dan berniat menghampiri nya.
" Carlos , sampai kapan kau akan membohongi mama ?"
" Kemana kau anak nakal ?"
" Siapa kau ,,,?"
Bersambung 😊🙏
__ADS_1