
Raka kesal dengan sikap ibu nya yang lemah lembut bahkan sering ditindas keluarga angkasa tak mempedulikan keinginan nya tinggal bersama nya.
Brukkk,,,,,,
" Aduh,,,,."
Raka tak fokus menyetir mobil nya tak sengaja menabrak seseorang .
" ****,,,, nabrak lagi."
Raka bergegas turun menolong gadis yang diseruduk nya dari belakang.
"Mbak, tidak apa apa ?"
" Tidak ,mas . Hanya sedikit lecet saja ."
"Mari ikut dengan saya ke rumah sakit ,mbak !"
" Tidak ,mas. Hanya sedikit luka saja ,lagi pula saya sudah terlambat ."
Ucap seorang gadis yang tak lain bernama tina .
Yah, tina partner kerja zea tengah berhenti di tengah rambu lalu lintas tapi seseorang rupa nya menubruk nya dari belakang .
Tina tak mempedulikan permintaan raka bahkan teriakan raka, berlalu pergi begitu saja saat rambu lalulintas berwarna hijau .
" Eh,. eh,,,mbak,,, mbak ,,,."
Tit tit,,,, tit tit,,,,
Bunyi beberapa klakson terdengar saat rambu lalu lintas berwarna hijau dan juga juga beberapa pengemudi memencet klakson mereka karena mobil raka yang tak kunjung jalan.
" Ah,,,,sialan . Hijau lagi ,,,."
Raka berlari ke arah mobil nya dan segera mengemudikan mobil nya menghindari kemacetan yang di buat nya .
" Gara gara ibu , pikiran ku melayang . Aaaaa,,,."
"Kasihan mbak tadi , mana tak tahu rumah nya lagi. "
Raka membanting stir kemudi mobil milik nya masih merasa kesal dengan apa yang terjadi pagi tadi .
Tina yang baru sampai di depan toko tampak sedikit meringis kesakitan namun luka tersebut tak begitu di hiraukan apalagi bu dewi sudah sampai duluan membuka toko.
" Tina ,kenapa tangan nya ? "
Bu dewi tak sengaja melihat tiba mengusap usap tangan nya .
" Di tubruk mobil ,bu ."
Ucap tina menjawab pertanyaan bu dewi.
" Hah,,,,. Kok bisa ?"
Bu dewi terkejut dengan pernyataan tina yang ditubruk mobil.
" Entahlah , seperti nya pengemudi mobil melamun."
" Melamun ,,? maksudmu tin ?"
" Gimana nggak melamun , tina berhenti karena lampu merah . Eh ,,, ditubruk dari belakang ."
" Oalah,,, . Terus kamu ada yang luka lain tin ?"
" Tidak ,bu. Hanya lecet saja, tina kaget di seruduk jadi tak mampu menopang motor jatuh kesamping."
" Syukurlah."
Bu dewi bernafas lega setelah mengetahui tina baik baik saja .
" Lain kali hati hati ya tin ! Ibu jadi ingat zea , kemana pergi nya ? Seperti hilang ditelan bumi."
Ucap bu dewi memangku kedua tangan nya menyesalkan hilang nya zea tanpa kabar berita.
" Iya ,bu. Tina juga kangen sama mbak zea , ponsel nya tidak aktif . Tina juga nggak tahu rumah nya ."
Kedua insan itu seperti sedang merindukan sosok zea yang hilang ditelan bumi . Tak ada hujan tak ada badai , zea tak bisa dihubungi sama sekali .
Waktu yang di berikan denish pada zea maupun sania telah usai , zea berjalan mondar mandir tak karuan . Mencari akal dimana ia harus memutar otak mengulur waktu bahkan kalau bisa mencari jalan keluar agar tawaran itu batal.
Ceklek,,,
" Kau,,,? Kenapa masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ?"
Zea berdecak kesal dengan sikap denish main nyelonong masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
" Untuk apa aku meminta ijin ? Ini paviliun ku dan kau calon istri ku ."
Ucap denish dengan santai nya duduk di kursi yang ada di kamar tersebut.
" Waktu mu sudah habis . Tanda tangani !"
" Tidak ,masih ada beberapa jam lagi ."
Zea tetap bersikeras menolak tawaran denish menjadi istri nya .
" Apa aku memberitahu mu sampai berapa ?"
" Ti,,ti,,,tidak . Tapi dua hari itu sampai malam ."
Pernyataan zea rupanya memicu amarah denish , dengan cepat mengeluarkan ponsel nya yang entah siapa yang di hubungi denish .
📞 :" Halo, Laporkan sania sebagai dalang kejadian di club malam waktu itu."
Deg,,,,
Detak jantung zea berdegup kencang bahkan ia duduk terkulai lemas di lantai mendengar denish akan melaporkan sania.
📞 :" Jangan biarkan dia lolos ! Biarkan dia membusuk di ,,,."
" Tidak ,,, . Jangan,,, ! Baiklah aku akan tanda tangan ."
Zea berteriak menghentikan ucapan denish yang pada siapa dia berbicara melalui telepon genggam nya.
Denish menyunggingkan senyum nya melihat zea menandatangani nya. Rupanya dengan sedikit gertakan , sikap keras kepala zea berubah melunak.
" Ini ,,, aku sudah menandatangani nya . Tolong jangan laporkan sania ! Bebaskan dia !"
Zea memelas memohon pada denish untuk membebaskan sania.
" Tergantung ."
" Tidak. Bukankah kau sudah janji ? Kau harus membebaskan nya ."
Denish tak menggubris perkataan zea melenggangkan kaki nya begitu saja namun zea tak mau melepaskan denish begitu saja , mengejar denish dan juga sempat menarik tangan nya hingga mereka terjatuh.
Denish terjatuh tepat di tubuh zea saat kehilangan keseimbangan tubuhnya sewaktu berbalik merasa ada sebuah tangan yang menarik nya.
Brukkk,,,,,
Tatapan mata mereka bertemu satu sama lain semakin lama semakin dalam semakin intens kedua nya saling bertatapan seakan mencari sesuatu yang ada di kedua mata mereka.
Derrrrr
Mbok ijah tak sengaja membuka pintu terkejut melihat pemandangan di depan nya berdehem sebelum sempat menutup kembali pintu kamar .
" Ah,,, berat sekali .Menyingkirlah tuan ! Tubuhmu berat sekali ."
Ucap zea yang sadar dari lamunan nya berusaha mendorong tubuh denish .
" Begitu saja berat , bagaimana kalau malam pertama ?"
Ucap denish sebelum bangun dan pergi meninggalkan zea sendirian .
Zea terdiam terpaku mendengar perkataan denish sebelum keluar dari kamar nya , sejenak memikirkan apa yang dikatakan denish pada nya.
" Malam pertama ?"
" Bagaimana malam pertama ?"
" Aaaa ,,,kenapa aku jadi takut ?"
Zea bangun dan juga menggeleng gelengkan kepala nya sendiri.
Denish mencari keberadaan vans memberikan berkas berkas pernikahan yang di berikan vans beberapa hari yang lalu mengembalikan nya pada vans.
" Vans ,,urus secepat nya kalau bisa hari ini !"
" Baik ,tuan."
Vans menyunggingkan senyum nya meskipun tak terlihat oleh tuan nya .
Vans mengurus berkas berkas sesuai perintah tuan muda dan juga mempersiapkan apa yang diminta denish .
Tak berapa lama vans kembali ke paviliun dengan senyumnya yang mengembang dan membawa beberapa paperbag ditangan nya.
" Mbok , berikan semua ini pada non zea ! Dalam satu jam harus selesai bersiap !"
Ucap vans.
" Ini ,,, apa den ?"
__ADS_1
Tanya mbok ijah pada vans namun tak mendapatkan jawaban dari vans .
Vans hanya memberi isyarat dengan merekatkan kedua jari tangan dan kiri nya membentuk lambang daun cinta.
" Aaa,,,, mbok tahu dan paham ."
Mbok ijah sumringah mendengar kabar berita yang ditunggu nya sekian tahun .
" Akhir nya punya mantu ,,,. Nyonya , tuan muda sudah menemukan pendamping . Apa nyonya senang ?"
Ucap mbok ijah berbicara sendiri dengan sebuah photo yang tak lain adalah photo mama nya denish.
Tok tok tok,,,,
" Non ,,, non zea,,,, non. Kok tidak ada ? Kemana non zea pergi ?"
" Baaaa,,,,."
" Eh ,,,copot ,,,copot . Non ngagetin mbok saja ."
Ucap mbok ijah mengusap pelan dada nya .
" Ada apa mbok ?"
" Ini ,,,, untuk non , dan non zea harus bersiap dalam satu jam ."
" Apa ini mbok ?"
" Selamat ya, non . Mbok doakan yang terbaik."
Ucap mbok ijah sebelum meninggalkan kamar zea.
Zea diam membisu mendengar perkataan mbok ijah , pikiran nya melayang jauh ke angkasa belum lagi bayangan tentang malam pertama yang menghantui nya serasa membuat kepala nya sakit.
" Aaaa,,,, aku tak menyangka secepat ini ."
" Bagaimana ini ? Aku sangat gugup ."
" Ingin rasa nya lari dari tempat ini , tapi bagaimana dengan sania ? Tidak . Kamu pasti bisa zea."
Secara perlahan zea meyakinkan dirinya demi sahabat nya .
Zea membuka satu persatu paperbag yang dibawa mbok ijah , dengan nafas panjang nya zea harus menerima kenyataan yang ada di depan mata nya.
Tok tok tok,,,
Ceklek,,,
" Tuan , stelan jas terbaru untuk tuan ."
Ucap vans memberikan jas tersebut pada denish .
" Satu jam lagi semua akan berjalan sesuai keinginan tuan ."
" Dan ini,,,, ring diamond yang tuan inginkan ."
Vans memberikan sebuah kotak dimana ada sepasang cincin di dalam nya .
" Baiklah , terima kasih vans."
" Sama sama ,tuan . Saya akan menunggu di luar ."
" Apa tuan ingin saya mempersiapkan suite presidential room ?"
" Apa kau berniat mengejek ku ?"
" Tidak ,tuan."
" Sana pergi !!"
" Baik ,tuan ."
Denish sempat kesal dengan ejekan vans , mengira ia akan menginap di hotel setelah melakukan prosesi pernikahan .
Denish yang telah siap dengan stelan jas berwarna hitam tengah menunggu zea di ruang tengah, memegang satu kotak perhiasan di tangan nya.
Sedangkan zea yang memoles wajah nya sedemikian rupa hingga terlihat menawan membuat wajah nya sedikit berbeda.
Pengalaman menjadi seorang photomodel membuat nya mengerti memakai make up bahkan zea terkadang memoles wajah nya sendiri saat pemotretan .
Gaun putih setengah betis dengan rumbai belakang dan juga bagian bahu yang sedikit terbuka meskipun sederhana namun terlihat anggun dan elegan.
Apalagi dengan rambut yang sengaja di gulung ke atas , zea terlihat sangat cantik dan mempesona.
Ceklek,,,,
__ADS_1
Bersambung 😊🙏