Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Bujang lapuk


__ADS_3

" Pergii !!"


Denish berteriak histeris ketika saka tak sengaja menanyakan hal asmara pada nya .


" Aku hanya bertanya kenapa kau marah ? Aku akan pergi jangan panggil aku lagi , cari dokter lain yang bisa menangkis amukan mu ."


Alih alih menenangkan denish , dokter saka justru memprofokasi denish membiarkan nya semakin marah .


" Hei ,,, gadis mana yang membuat jantung mu berdebar ?"


Ucapan terakhir dokter saka saat kepala nya saja mengintip denish sewaktu akan pergi meninggalkan kamar nya.


" Dasar dokter sialan !!"


Denish mengumpat kesal atas ejekan saka dan hampir saja membuang semua barang barang yang ada di sekitarnya.


" Awas kau !! aku tidak akan membayar mu."


" Aku akan mengirimnya ke kantor mu jika kau tidak membayarku ."


Saka bahkan masih mengintip dari balik pintu ketika denish masih mengumpati nya.


" Kau,,,."


Saka benar benar pergi meninggalkan kamar denish di ikuti bibi ha yang menggeleng gelengkan kepala nya ketika melihat dua orang sahabat itu saling bertengkar.


" Bibi ha, apa tuan muda mu sedang jatuh cinta ? "


Ucap dokter saka pada bibi ha yang mengasuh dan melayani nya sejak kecil . Apalagi ketika nyonya devi tiada , bibi ha lah orang yang paling dekat dengan denish setelah nenek salamah.


" Entahlah ,dokter. Tuan tidak mengucapkan sepatah kata pun , hanya akhir akhir ini memang pulang dini hari ."


Bibi ha memutar otak nya apakah terlewatkan dalam memory nya tentang ucapan dokter saka.


" Ini tebus obat nya di apotek . Aku memberikan beberapa suplemen kesehatan dan obat tidur agar dia beristirahat .Otak nya akan ikut lapuk juga tak memikirkan pasangan hidup nya."


" Hihihi,,, dokter bisa aja."


Bibi ha terkekeh geli mendengar pernyataan sahabat tuan nya yang memang suka bercanda.


" Baiklah, aku permisi bibi ha ."


" Baik ,dokter. Terima kasih."


" Tidak usah sungkan ,bibi ha."


Dokter saka pamit undur diri setelah sedikit berbincang dengan bibi ha.


Tak berapa lama nenek salamah datang menghampiri cucu nya tapi tidak ditemani kakek surya . Kakek dan cucu itu akan membuat kegaduhan saat mereka di hadap kan dalam satu ruangan .


" Denish ,,,, kau baik baik saja , nak ?"


" Iya ,nek. Denish hanya kelelahan saja ."


Ucap denish menyantap makanan nya .


" Syukurlah, kau tak seharusnya kerja hingga larut malam . Masih ada adik adik mu yang membantu mu ."


Ucap nenek salamah duduk di salah satu kursi di balkon teras denish tempat ia selalu menghabiskan diri nya . Merenungi setiap permasalahan yang datang menimpa nya bahkan saat memikirkan kekasihnya yang meninggalkan nya.


" Kau sudah hampir dua puluh tujuh tahun , tak inginkah mencari pasangan hidup ? Menemanimu setiap saat , menyiapkan segala keperluan mu, menyambutmu saat pulang kerja bahkan melahirkan keturunan angkasa ."

__ADS_1


Denish mengerutkan dahi nya ketika bebek salamah menyinggung pasangan hidup .


" Apa kau masih memikirkan rayna ?"


" Jangan sebut wanita brengsek itu di hadapan ku, nek !"


Denish akan marah ketika siapa pun menyebut nama rayna di depan nya .


" Kalau begitu buktikan pada nenek kalau kau tak memikirkan wanita itu ."


Ucap nenek salamah berdiri dari tempat duduk nya.


" Jangan pernah kau lupakan, keluarga angkasa tidak akan menerima kembali pungutan sampah yang sudah terbuang !!"


" Nenek tidak akan pernah melupakan bagaimana gadis itu mempermalukan keluarga besar angkasa ."


Nenek salamah tak sekali pun menoleh pada denish setelah mengingatkan denish masa lalu nya .


"Aaaaa,,, sialan ,,, brengsek . Kenapa sakit sekali menerima kenyataan ini ?"


" Apa aku benar benar tak bisa melupakan nya ?"


" Anggapan nenek keliru kalau aku tak bisa melupakan nya . Mendengar nama nya serasa ingin muntah. Bagaimana aku bisa melupakan orang yang telah mempermalukan ku ?"


" Seumur hidup ku aku tak kan pernah memaafkan mu , rayna ."


" Tuan,,,,."


Setelah nenek salamah pergi ,bibi ha datang ke kamar membawakan multivitamin dan obat resep yang di berikan oleh dokter saka.


" Ada apa bibi ha ?"


Ucap bibi ha memberikan beberapa butir tablet pada denish .


" Yang di katakan nyonya besar benar ,tuan. Tuan muda harus memikirkan pendamping , tak selama nya bibi ada disini melayani tuan."


Ucap bibi ha di sela sela kesibukan nya membereskan sarapan pagi denish.


" Hah,,, bibi sama saja dengan nenek . Selalu dan selalu membicarakan pasangan ."


Denish seperti biasanya akan menggerutu seperti itu bahkan terkadang bermanja manja di lengan bibi ha.


" Bagaimana jika tiba tiba bibi meninggal ?"


" Stop it !! Bibi tak boleh bicara seperti itu . Bibi harus tetap ada disini menemani denish."


Jika denish sudah berbicara seperti itu , maka bibi ha akan menghela nafas panjang membiarkan denish mengomel sepanjang jalan kenangan .


Bibi ha memang sudah hafal dengan perangai denish yang terkadang manja tetapi juga secepat kilat berubah kejam seperti elang yang akan menyambar mangsa nya.


Tak berapa lama denish merasa mengantuk berbaring di tempat tidur nya, bibi ha tersenyum melihat tuan muda yang terlelap karena pengaruh obat yang diberikan dokter saka.


Setelah menyelimuti denish , bibi ha keluar membawa nampan bekas sarapan tuan nya turun ke lantai satu.


" Ha,,,."


" Iya ,nyonya besar . Apa anda memerlukan sesuatu ?"


" Tidak . Apa cucu ku sudah tidur ?"


" Iya ,nyonya besar . Tuan muda terlilat sangat lelah, tertidur setelah meminum obat."

__ADS_1


Ucap bibi ha.


" Apa tak ada seorang pun yang menginginkan cucu ku ,ha ?"


" Maksud nyonya ?"


Bibi ha tak mengerti apa yang sedang di bicarakan nyonya besar pada nya.


" Apa denish tak menunjukkan tanda tanda dekat dengan seorang wanita ?"


" Bagaimana dia akan dekat dengan wanita kalau sikap nya saja dingin seperti itu ?"


Sahutan dari suara familiar yakni dari kakek surya membuat salamah mengerutkan dahi nya .


" Aku tidak berbicara dengan mu ."


" Aku ini suami mu , kenapa tidak boleh berbicara dengan mu ?"


Ucap kakek suryo.


" Bicara denganmu membuat darah tinggi ku naik ."


" Kau tidak boleh berkata seperti itu ."


" Kau,,, ."


" Sudah, bu ."


Saat yang tepat mirna datang menghentikan pertikaian mereka , jika tidak nenek salamah pasti baku hantam dengan kakek suryo .


" Kau sama dengan cucu mu ."


" Awas kau !!"


Mirna membawa ibu mertua nya pergi menghindar dari ayah mertua nya ke kamar mereka.


" Minum dulu obat nya ,bu !"


Setelah devi tiada , mirna yang membantu salamah dengan segala kegiatan nya .


Yah, mirna lebih dekat dengan ibu mertua nya yang semula memandang rendah pada nya berubah menyayangi nya setelah mengetahui kalau putra nya danu yang menjebak wanita paruh baya berparas ayu hingga mengandung benih nya .


" Aku ini sudah tua mirna , tapi kenapa ayahmu selalu mengejek ku ?"


" Sudah lah ,bu. Tidak perlu terlalu dipikirkan . Ayah sebenarnya khawatir dan sayang dengan denish , maka dari itu berbicara seperti itu ."


Ucap mirna membantu ibu mertua nya berbaring .


" Mirna , kapan raka akan pulang ke rumah ? Apa dia tak merindukan nenek nya ?"


" Mirna akan memberitahu raka untuk mengunjungi ibu . Istirahatlah ,bu !"


" Hem."


Setelah membantu ibu mertua nya , mirna keluar dari kamar ibu mertua nya.


Keseharian mirna lebih sering menghabiskan waktu merajut baju baju , syal bahkan pernak pernik rumah tangga setelah membantu ibu mertua nya.


Berbeda dengan rima istri kedua danu angkasa yang lebih banyak bersosialita dengan teman teman nya bahkan keluar kota dengan teman teman nya untuk sekedar liburan .


Bersambung 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2