
Zea menggeliat beberapa kali , tubuh nya terasa lemah bahkan sekujur tubuhnya tak mempunyai daya sama sekali namun mata nya enggan terbuka.
Beberapa orang yang masuk ke dalam kamar itu memasang cctv tak mengganggu nya sama sekali . Tentu saja di temani mbok ijah yang juga masuk ke dalam kamar sesekali melihat zea yang masih tertidur pulas.
" Non cantik sekali . Mudah mudahan tuan menyunting non sebagai istri nya."
" Kasihan sekali tuan muda , semenjak nyonya devi meninggal berubah pendiam . Apalagi setelah non rayna yang tidak tahu diri itu kabur dengan teman nya tuan muda , tuan muda berubah menjadi dingin."
Ucap mbok ijah menyelimuti zea yang masih belum sadarkan diri pengaruh dari obat bius.
Para tukang yang memasang cctv sekesai dengan tugas nya bahkan tersambung dengan layar televisi dan juga sebuah ponsel yang sengaja diminta sesuai perintah denish.
Di rumah sakit .
Denish meminta vans mendaftar pada ahli bagian jantung saat masih dalam perjalanan sementara denish duduk disalah satu bangku , vans memeriksa bagian antrian yang ternyata sampai pada denish.
" Oh,,, tuan muda angkasa , silahkan duduk tuan muda !"
Denish diam membisu tak menyapa sama sekali , sikap dingin ini yang sudah dikenal kalayak umum .
" Apa yang anda rasakan tuan ? kapan terakhir merasakan gejala tersebut ?"
" Dada saya terasa sesak ,dokter. Dan juga tiba tiba berdebar debar . Beberapa hari yang lalu dan terakhir merasakan nya beberapa jam yang lalu ."
Ucap denish.
" Silahkan berbaring tuan ! "
" Berbaring ? Tidak ,,,tidak ,,, aku tidak mau ."
Vans menghela nafas panjang nya ketika melihat tuan nya bersikeras tak ingin di periksa . Begini hal yang ditakutkan oleh vans ketika tuan muda satu ini pergi ke rumah sakit.
" Tuan, dokter akan memeriksa tuan . Berbaringlah !"
Denish menatap tajam ke arah vans yang menganggukkan kepala nya .
Akhir nya denish yang jarang di periksa dokter umum di rumah sakit selain dokter saka sahabat nya mengikuti perintah sang dokter.
Dokter agak merasa heran dengan tuan muda angkasa yang ternyata baik baik saja , tak menunjukkan gejala sakit apa pun .
" Detak jantung tuan muda dalam keadaan normal , tak ada kelainan apa pun . Tunggu beberapa hari jika masih mengalami hal yang sama , kita bisa melakukan ct scan pada jantung anda ."
Ucap dokter.
" Apaaa,,,, baik baik saja ? Bagaimana mungkin ? Detak jantungku tiba tiba terasa sesak seperti pacuan kuda berlari sangat kencang ."
"Tapi tuan , dalam pemeriksaan saya anda baik baik saja . Atau mungkin anda sedang jatuh cinta ? "
" Jaga bicara mu ! Jatuh cinta apa'an."
" Maaf tuan, maafkan saya. Bukan saya lancang tapi bisa jadi anda sedang jatuh cinta ."
Ucap dokter sedikit ragu ragu.
" Tidak, aku akan memotong gaji mu jika kau bicara lagi soal cinta . Tidak ada kata cinta dalam kamus tuan muda angkasa . Kau dengar itu !"
" Bahkan aku akan menghabisimu ."
" Tuan , tenang tuan . Dokter , maaf dan terima kasih ."
__ADS_1
Vans melerai denish yang secepat kilat meraih kerah jas putih yang di pakai dokter tersebut.
" Aku tidak akan membayar tagihan mu dan akan segera ku tutup rumah sakit ini ."
Vans terpaksa menyeret denish dari ruangan praktek dokter tersebut.
" Awas kau !!"
Denish masih saja mengomel meskipun sudah sampai di luar ruangan.
" Dasar dokter sialan !! Sama saja dengan saka ."
Vans hanya menggelengkan kepala nya melihat tuan muda bersikap arogan seperti itu .
" Bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada gadis itu ?"
Gumam denish melangkahkan kaki nya ke lobby rumah sakit dimana sopir dan beberapa anak buah nya sudah menunggu mereka .
Mobil yang menunggu mereka melaju kencang ke arah paviliun , denish masih tidak terima atas perkataan dokter yang memeriksa nya .
Sesekali vans melirik dari kaca spion melihat gelagat tuan muda yang masih saja mengomel di dalam mobil sepanjang perjalanan mereka.
Denish benar benar tak habis pikir bagaimana mungkin bisa dikatakan jatuh cinta pada seorang gadis yang baru dua kali bertemu dengan nya .
" Tuan, kita sudah sampai di paviliun ."
" Apa semua cctv sudah terpasang ? "
" Sudah ,tuan."
" Jangan biarkan gadis itu menghubungi seorang pun ! Sita semua barang barang nya !"
Denish masuk ke dalam paviliun dengan langkah gusar nya , orang pertama yang ingin ia temui adalah mbok ijah dan mang kasim.
" Mbok,,,, mbok,,, ."
" Iya ,tuan ."
Dengan berlarian kecil mbok ijah menghampiri tuan nya .
" Tuan sudah kembali ? Kangen ya sama non. Nona masih tidur ,tuan . Entah mengapa bibi merasa aneh , kenapa nona tidur lama sekali ? "
Ucap mbok ijah .
" Mbok ,bilang pada mamang tidak ada salah satu di antara kalian yang boleh meminjamkan ponsel pada nya . Apa mbok jah mengerti ?"
" I,,, i,,,iya ,tuan . Memang nya kenapa tuan ? Bagaimana kalau non kangen tuan ?"
" Enak saja kangen .Memang nya mbok jah nggak tahu kalau gadis itu yang menyebabkan kerugian besar diperusahaan ku ?"
" Bagaimana mbok bisa tahu ? Wong simbok cuma di paviliun jarang kemana mana ."
Denish menepuk jidat nya sendiri merasa ada yang salah dari perkataan nya sendiri hingga membuat vans menyunggingkan sedikit senyum melihat kebodohan tuan muda nya .
" Lagian kasihan nona , tuan muda. "
" Aaaggghh,,."
Denish mengacak acak frustasi rambutnya sendiri .
__ADS_1
" Tuan , ini ponsel yang menghubungkan cctv di paviliun ."
Denish menerima ponsel tersebut lalu mencoba menyalakan ponsel tersebut.
" Maaf,,,,."
Suara lembut seorang gadis yang sangat halus membuat semua orang menoleh pada nya .
Begitupun denish terperanga melihat gadis manis dengan rambut nya yang tergerai .
Dug,,,,,dug,,,,
" Ada apa dengan jantung ku ?"
Gumam denish didalam hati nya.
" Non,,,, nona sudah bangun ?"
Mbok ijah menghampiri zea yang ternyata berada di ambang pintu kamar yang ditempati nya.
" E ,,,,e,,,eh,,,, non."
Denish dengan sigap berlari ke arah zea yang ternyata hampir jatuh terkulai lemas ketika mendengar suara aneh mbok ijah.
Zea pingsan kembali setelah berusaha bangun dari tidur lama nya namun ternyata perut nya yang kosong seharian tak terisi makanan sedikit pun membuat nya tak betdaya hingga pingsan .
Denish menangkap tubuh zea tepat waktu hingga tak membuatnya jatuh dilantai . Denish menggendong kembali gadis itu ke dalam kamar nya, membaringkan kembali di kasur empuk ranjang milik nya.
" Ciee,,, romantis sekali tuan muda dengan nona ."
Mbok ijah terperanga melihat denish menggendong zea begitupun dengan vans.
" Hustt,,,."
Vans menyuruh mbok ijah untuk tidak mengeluarkan suara.
" Hihihi,,,,."
" Vans , panggil dokter !"
" Baik ,tuan ."
Tak berapa lama dokter datang ke paviliun pribadi milik nya ,sementara denish terlihat sangat cemas dengan gadis yang baru saja bangun itu pingsan kembali .
" Bagaimana dokter ?"
" Tidak apa apa, tuan muda. Nona hanya butuh asupan makanan . Perutnya kosong setelah seharian dan mungkin dari kemarin ."
" Terima kasih ,dokter."
Untuk pertama kali vans mau pun mbok ijah mendengar kata terima kasih yang terucap dari bibir denish .
Vans mengantar dokter keluar hingga ke depan pintu lalu menebus obat di apotik . Sedangkan mbok ijah memilih memasak bubur untuk zea yang di anjurkan oleh dokter .
Denish mendekati zea dan menatap iba pada nya yang terlihat sangat lelah tampak diwajah manis nya .
" Apa yang sebenar nya terjadi pada mu ? "
" Bukan kah kau membawa banyak uang ? Kenapa perut mu sampai tak terisi ?"
__ADS_1
Bersambung 😊🙏