Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Tom and jerry


__ADS_3

Baik denish maupun zea saling membuang wajah nya namun secara tiba tiba zea merasa perutnya yang sakit melilit tak karuan .


Zea menahan rasa sakit itu namun lama kelamaan membuat zea tidak tahan lagi hingga menjerit kesakitan.


" Aaaa ,,,,Sakit sekali ."


Zea duduk terkulai lemas memegangi perut nya .


" Hah,,, kau bukan hanya pandai berbohong tapi juga licik . Berpura pura sakit."


Ucap denish yang mengira zea berpura pura.


" Eh ,,, tuan nggak boleh seperti itu . Apa nya yang sakit non ?"


mbok ijah orang pertama yang membela zea.


" Perut zea sakit ,mbok."


Zea tampak mengeluarkan banyak keringat ketika mbok ijah akan membantu nya ke tempat tidur zea terkulai lemas dilantai .


" Eh,,, eh,,, non , yah pingsan ."


Denish membalikkan badan nya melihat zea tergeletak di lantai, denish menggendong zea ke tempat tidur .


" Ciee,,, tadi tak khawatir sekarang cemas ."


Lagi lagi mbok ijah menggoda denish yang hanya mencebirkan bibir nya.


" Vans , cepat panggil dokter !"


" Baik ,tuan."


Vans tampak keluar menghubungi seseorang untuk segera datang ke paviliun sesuai perintah tuan muda.


"Aku tak mengerti kenapa kau menyita perhatian ku ?"


" Hah,,, tidak denish kau tidak boleh lengah . Apa kau lupa apa yang di lakukan rayna tergadap mu ?"


Gumam denish dalam hati .


Mbok ijah membuat teh hangat ke dapur dan juga memasak bubur untuk zea yang memang dari pagi belum menyentuh makanan sedikit pun.


Tak selang berapa lama dokter datang ke paviliun sesuai perintah tuan muda . Tampak jelas denish sangat khawatir dengan gadis itu bahkan sesekali mengusap usap tangan nya .


" Tuan, dokter sudah datang ."


" Permisi, tuan muda."


Denish beranjak pergi dari sisi tempat tidur membiarkan dokter memeriksa keadaan zea.


" Begini tuan muda , nona mengalami gejala asam lambung . Mungkin nona telat makan dan bisa jadi tidak makan beberapa hari ini , itu yang menyebabkan asam lambung naik ."


Ucap dokter.


" Sebaiknya nona makan yang lunak lunak dulu , misal nya bubur . Dan saya akan memberikan resep yang bisa ditebus di apotik."


" Baiklah ,tuan muda . Saya permisi dulu ."


" Terima kasih dokter."


Ucap denish yang sempat berjabat tangan dengan nya .


Vans mengantar dokter hingga pintu depan lalu menebus resep di apotik sesuai dengan apa yang diberikan dokter.


Vans merasa ada sedikit perbedaan dengan sikap tuan nya yang semula dingin dan cuek tapi tidak saat berhadapan dengan zea meskipun seperti kucing dan tikus tapi denish juga memperlihatkan sisi perhatian nya.


Vans telah kembali dari apotik memberikan satu kantong plastik berisi obat obatan sesuai resep yang di berikan dokter.


" Mbok, ini obat nona zea ."


" Iya ,den."


" Kebetulan mbok mau mengantar bubur ."


Ucap mbok ijah .


Mbok ijah masuk ke dalam kamar milik denish yanh ditempati zea, membawa semangkuk bubur dan juga obat yang di berikan vans .


" Eh,,, non zea sudah sadar ."


Mbok ijah melihat zea menggeliat yang memegangi perut .


" Minum teh nya, non !"


" Terima kasih ,mbok."


" Makan bubur ya non , non harus makan biar cepat sembuh . Ndak boleh berlarut larut sedih meskipun non baru saja kehilangan ibu nya ."


Ucap mbok ijah.


" Biar saya yang suapin ,mbok."


Denish muncul dari balik pintu yang ternyata terdapat sebuah ruang belajar disamping tempat tidur nya.


" Hah,,,."

__ADS_1


Zea tercengang mendengar ucapan denish .


" Ciee,,,, yang tom an jerry jadi romeo dan juliet . Mbok senang dengar nya , mudah mudahan tuan cepat menikah dengan non zea."


Zea semakin tercengang dengan perkataan mbok ijah tanpa menyadari denish sudah berada di samping tempat tidur nya .


" Aaaak,,,,."


Zea diam membisu saat denish menyuapi nya .


" Ada apa dia berubah baik pada ku ? Tadi seperti macan sekarang bersikap lembut ."


Gumam zea dalam hati nya.


" Kau baru tahu kalau aku ini tampan ?"


Ucap denish.


"Ih ,, narsis sekali ."


Gumam zea lirih namun terdengar ditelinga.


" Apa kau bilang ?"


'' Hihihi,,, tidak tuan . Iya benar kau tampan sekali ."


Zea sedikit kesal dengan sikap denish yang memaksa nya makan hingga perut zea kekenyangan .


" Sudah ,,, aku sudah kenyang. "


Ucap zea.


" Kau harus makan jika tidak bagaimana kau akan mengganti kerugianku ?"


Ucap denish .


" Tapi aku sudah kenyang."


" Makan !"


" Tidak ."


" Makan !"


" Aku sudah kenyang , lihatlah perutku !"


Tanpa sadar zea membuka kaos yang dikenakan nya memperlihatkan perut six pack miliknya yang memang rajin olahraga.


" Non,,, ada ap,,,,?"


Vans dan mbok ijah terkejut mendengar suara teriakan perdebatan antara denish dan zea yang terdengar sampai di luar hingga membuat mereka berlari menuju kamar tersebut .


Mbok ijah menutup mata vans seketika saat melihat zea tanpa sadar memperlihatkan perut nya lalu menutup pintu dengan cepat .


Derrr,,,


Glek ,,, glek ,,,


Denish menelan saliva nya melihat perut mulus milik zea yang entah mengapa jiwa kelakian nya meronta.


Secepat kilat sadar dari lamunan nya denish memalingkan wajah nya .


" Apa dengan cara ini kau ingin membayar kerugian ku ?"


Sadar atas apa yang dilakukannya , zea menutup kaos nya kembali menarik selimut menutupi nya .


" Tidak, aku punya harga diri. Lagi pula kau memaksaku untuk makan ."


Ucap zea memalingkan wajah nya.


" Hah,,, harga diri ? Tapi memperlihatkan tubuh nya harga diri seperti apa ."


" Baiklah, aku akan kerja membayar kerugian mu. "


Ucap zea sedikit berteriak.


" Bagaimana kau bisa kerja kau sakit ? Aku tidak mau di katakan bos kejam membiarkan mu mati saat tak kuat kerja ."


" Aaaaaaaa,,,."


Bukan mendapat jawaban tapi zea berteriak kesal pada denish .


Seperti nya denish punya kesenangan sendiri saat berdebat dengan zea , entah mengapa denish merasa senang saat melihat mulut zea yang mengerucut .


" Lagi pula aku tidak tahu kerugian apa yang kau katakan ?"


" Hah,,,kau amnesia atau lupa ? Oh ,, aku tahu pura pura lupa untuk menghindar dari tanggung jawab mu ."


" Tidak , aku benar benar tidak tahu."


" Baiklah, aku akan mengatakan nya. Kau mencampur minuman dengan obat tidur saat aku melakukan meeting dengan client di sebuah club malam D'house."


Deg,,,


Zea mengingat perkataan sania sebelum menyuruhnya pergi dari kota ini .

__ADS_1


" Kau,,, tuan muda angkasa ?"


Ucap zea menunjuk denish dengan jari telunjuknya.


" Kau sudah mengingat nya ?"


" Tidak. Karena aku tidak melakukan apa pun dan bukan aku yang melakukan nya ."


Ucap zea .


" Hahahaha,,,, bagaimana aku bisa mempercayai mu ? Sedangkan kau kabur membawa uang puluhan juta."


Deg,,,


Zea memicingkan mata nya berpikir sejenak tentang kejadian itu dimana ia berada di terminal .


" Jadi ,,,, kau yang menculik ku ? Darimana kau tahu aku membawa uang puluhan juta yang diberikan sania ? Oo,,,, jangan jangan kau yang menyuruh orang berjas hitam itu kesini ? Kembalikan semua barang barang ku !"


Ucap zea menatap tajam pada denish.


" Menculik mu ,,,? Hahaha ,,, tidak . Aku hanya mengamankan barang bukti ."


" Sekarang katakan ! Siapa yang menyuruhmu !"


Denish menatap tajam pada zea seakan menerkam nya hidup hidup.


" Tidak , aku tidak tahu . Bukan aku yang melakukan nya ."


" Baiklah , jika kau tidak mengaku maka kau akan tetap disini sampai kau mengakui nya ."


' Sampai kapan pun aku tidak mengakui nya karena aku bukan pelaku nya."


Ceklek,,,,


Derrrr,,,,


Denish membanting pintu keluar dari kamar nya bahkan terlihat tampak sangat kesal .


Vans dan mbok ijah yang semula menguping pembicaraan mereka bergegas berlari saat mendengar bunyi suara gagang pintu . Beruntung tidak ketahuan karena mereka berlari sangat cepat ke arah yang sama yaitu dapur .


"Hah,,, hah,,hah,,,."


" Hah,,, hah,,, hah,,,."


"Untung tidak ketahuan ."


Ucap mbok ijah yang bernafas lega memegang dada nya.


" Semua gara gara mbok ."


Ucap vans menegak segelas air putih.


" Eh ,,, kok gara gara mbok ? Aden juga ikutan."


" Mudah mudahan mereka berjodoh ya ,den . Meskipun seperti tom and jerry pasti lama lama jatuh cinta. Hihihi,,,,."


Ucap mbok ijah di angguki oleh vans .


" Vans,,, vans,,,."


Suara denish dari kejauhan memanggil vans.


" Iya ,tuan .Tuan memanggil saya ?"


" Apa kau sudah mendapat informasi tentang gadis itu ?"


Ucap denish yang duduk di sofa tengah.


" Sudah, tuan . Nama asli zeavelia seorang yatim piatu , orang tua nya beserta kerabat nya meninggal dalam kecelakaan . Ibu nya nya meninggal beberapa jam setelah melahirkan nona zea dan selama ini zona zea tinggal dan di besarkan oleh seseorang bernama nurma yang baru saja meninggal beberapa hari yang lalu ."


Ucap vans menjelaskan data data zea.


" Apa tidak ada seorang laki laki yang mendekati nya ?"


" Selama ini nona zea tertutup soal asmara ,tuan. Nona zea lebih mementingkan pekerjaan nya , bekerja siang malam untuk kehidupan nya."


" Malang sekali nasib mu."


Ucap denish tanpa sadar membuat vans mengerutkan dahi nya.


" O ya , satu lagi tuan . Nona zea seorang sarjana akuntansi yang baru saja lulus."


Ucap vans.


" Apaa ,,,,gadis ingusan itu seorang sarjana ?"


Denish sedikit tercengang dengan apa yang didengar nya .


" Sudah lah , terima kasih vans. Hari ini aku tidak ingin ke kantor ."


" Baik tuan ."


Denish memilih pergi meninggalkan ruang tengah ke kamar mendiang ibu nya membawa laptop milik nya .


Bersambung 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2