
" Tidak ,,,tidak,,, . Aku tidak boleh bersimpati pada nya ."
"Untuk apa peduli siapa dia ? Yang penting dia harus membayar kerugian ku ."
" Manusia rendahan seperti mu hanya beralasan saja . Sudah dapat uang pasti akan kabur juga ."
"Aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah ."
Denish memandang wajah yang tidur dengan pulas dan juga selang infus di tangan nya .
Ceklek,,,,
" Vans , kita kembali ke kantor ?"
" Baik ,tuan ."
" Mbok jah ,,,, mbok jah ."
" Ya ,tuan ."
" Kalau gadis itu bangun , jangan biarkan dia bersantai ria ! Biarkan dia mengerjakan pekerjaan rumah ! Ingat , jangan biarkan dia kabur !!"
" Baik ,tuan. Tuan takut kehilangan nona ya ? Hihihi,,,,."
Kekehan mbok jah membuat denish semakin kesal pergi begitu saja.
" Hati hati tuan !"
Denish hilang di balik pintu namun ia meninggalkan beberapa orang menjaga zea agar tidak kabur .
" Ah,,, tuan ,,,,masa' seperti merpati sih ."
Gumam mbok jah .
" Kenapa perangai tuan berubah sekejam ini ? Pasti gara gara non rayna ."
" Gadis itu cantik tapi sayang tukang selingkuh."
Mbok jah berbicara sendiri meskipun tidak ada orang disana .
Sesekali menengok ke kamar melihat keadaan zea .
Wajah cantik zea mampu memikat mbok ijah yang memang tidak mempunyai keturunan dengan mang kasim .
Mereka di pertemukan saat usia setengah baya dan sama sama bekerja menjaga paviliun tersebut dan akhir nya memilih hidup bersama.
Sejak kepergian devi , denish mempercayakan paviliun ini pada mereka . Apalagi saat Papa denish masih ada , sering menginap di paviliun ini mengenang istri pertama nya .
Back rumah zea.
" Zea,,,, zea,,, kemana pergi nya ? Kenapa tidak memberitahuku ? Apa dia sudah kembali bekerja ? Tapi motor nya ada ."
Tante ira merasa cemas saat datang ke rumah zea tak ada seorang pun dan tak menunjukkan zea pergi karena motor yang menjadi alat transportasi nya masih terparkir manis di samping rumah.
__ADS_1
" Tante , kenapa duduk di luar ? "
" Kebetulan kamu datang ,nic . Ayo antar tante ke pemakaman ibu nya zea ."
Ira terlihat sedikit lega dengan kedatangan nico .
" Ada apa tante ?"
" Ceritanya nanti saja , ayo !"
Nico mengiyakan perkataan tante ira .
" Eh ,,eh,,, mau kemana ?"
" Loh ,,, kata nya tante minta antar ke pemakaman ?"
" Iya tapi naik motor aja. Nih kunci nya ."
Tante ira memberikan kunci sepeda motor zea lalu memboncengkan tante ira ke pemakanan.
Tante ira terlihat sangat cemas namun nico tak berani bertanya setelah tante ira sendiri bicara akan menceritakan apa yang terjadi.
Tante ira setengah berlari ke tempat dimana nurma di semayamkan di ikuti nico dari belakang .
" Kok tidak ada ya ."
" Nic , kita ke toko dimana zea bekerja ."
" Iya, tante ."
Tampak tante ira yang hanya berpakaian daster rumahan masuk ke dalam toko namun setelah beberapa menit keluar dengan wajah yang terlihat kecewa.
" Kita pulang ,nic."
" Iya ,tante."
Tak berani bertanya apa pun , nico hanya mengiyakan permintaan tante ira .
Lima belas menit kemudian mereja sampai di rumah zea , tante ira duduk di kursi serambi depan sedangkan nico sendiri memarkir kembali sepeda motor zea.
" Ada apa sebenar nya tante ?"
" Zea hilang ,nic ."
" Apaaa,,,, hilang ? Bagaimana mungkin ?"
Nico tak percaya dengan ucapan tante ira.
" Entahlah , tadi pagi masih sempat berdebat dengan tejo ,mantan suami nurma . Tante hanya pamit memasak setelah tante kembali lagi, pintu sudah tertutup dan zea tidak ada."
Ucap tante ira.
" Ponsel nya mati . Tante takut terjadi sesuatu pada nya."
__ADS_1
Hampir saja tante ira menitikkan airmatanya.
" Tante jangan khawatir ! Nico akan cari zea sampai ketemu."
Ucap nico .
" Terima kasih ya ,nic."
" Sama sama tante ."
Tak berapa lama nico pamit mencari zea pada tante ira dan tante ira mengiyakan .
Orang yang pertama kali akan di datangi zea adalah mely sahabat zea yang selama ini menemani zea dan sering bermain bersana nya .
Yah, nico memang cukup tahu kebiasaan zea bahkan tempat tempat yang sering didatangi zea . Mungkin sebagian benda benda kesukaan zea atau pun tempat dimana zea bekerja sebagai photomodel.
Nico akan berusaha mencari zea dan menemukan nya , ia tak kan membiarkan zea terluka sedikit pun .
Nico tak menemukan zea di tempat mely yang saat ini sudah berada di australia namun nico tak menyerah begitu saja . Ia pun mencari di tempat tempat yang sering zea kunjungi .
Hari semakin gelap tak menunjukkan dimana keberadaan zea hingga akhirnya nico berhenti disatu tempat beristirahat memutar otak dimana zea berada .
" Zea ,,,kamu ada dimana ? "
" Bodoh nya aku , kenapa meninggalkan nya sendirian ?"
" Kasihan sekali hidup mu ,zea."
" Tidak ,,,, aku tidak boleh putus asa ."
Setelah berpikir jernih , nico melanjutkan pencarian nya ke seluruh jalanan namun ia melupakan sesuatu.
" Shittt,,, kenapa aku begitu bodoh ? Bukankah aku bisa melacak dimana zea berada melalui ponsel ku ?"
Tak berapa lama ,nico menemukan dimana titik terakhir zea berada yakni disebuah terminal .
" Terminal ? Untuk apa zea kesana ?"
Namun nico menemukan satu titik lagi setelah ponsel itu mati dan hidup kembali disatu titik .
Dua titik temu yang bisa dilacak nico bisa dijadikan titik pencarian nico selanjutnya mengingat hari sudah gelap dan nico harus pulang .
Pikiran nico tak tenang setelah mengetahui kalau zea hilang dan juga dua titik temu yang dilacak nya .
Ia merasa takut dan khawatir zea akan melakukan hal bodoh karena frustasi dwngan kepergian ibu nya namun juga ada kemungkinan seseorang menculik nya setelah mendengar dari tante ira kalau zea sempat berdebat dengan orang lain .
Namun nico tetap berpikir positif dan yakin kalau zea baik baik saja meskipun tampak ada sedikit keraguan .
Gadis setegar zea tidak mungkin melakukan hal yang bodoh dan tidak mungkin melakukan tindakan yang diluar akal logika.
Nico tetap berharap zea bisa secepatnya ditemukan dan hal yang paling mustahil akan dilakukan nya adalah menikahi nya meskipun nico yakin akan ada penolakan dari zea .
Namun nico tak ingin membiarkan nya dalam bahaya atau pun bersusah payah mencari pekerjaan.
__ADS_1
Bersambung 🙏😊