Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Bertemu rizal


__ADS_3

Zea juga harus memikirkan darimana mendapatkan uang untuk biaya rumah sakit ibunya.


Tak mungkin terus menerus mengandalkan tabungannya sementara membayar ruang icu sangatlah mahal.


" Zea, tante mengerti perasaanmu . Tante akan membantu biaya rumah sakit ibumu ."


" Tidak ,tante. Zea tak ingin merepotkan tante lagi. Tante sudah cukup banyak membantu zea dan ibu selama ini."


" Zea, hanya kalian yang tante miliki sudah sewajarnya tante membantu."


Zea memeluk ira layaknya seorang ibu , selama ini ira lah yang mendukung semua pekerjaannya bahkan ira lah yang ada saat zea dan ibunya mengalami kesulitan.


" Tante , zea boleh minta tolong ."


" Iya, zea. Sebisa mungkin tante akan berusaha."


" Zea akan tetap bekerja , apa boleh zea meminta tante menjaga ibu ?"


" Tentu ,zea. Jangan khawatir masalah ibumu ! kau bisa kerja dengan tenang ."


" Terimakasih ,tante ."


" Sama sama sayang."


Mereka berpelukan saling mengerti satu sana lain .


Selepas dari kantin, zea memutuskan untuk kembali ketoko dan ira pun mengijinkannya.


" Tante , zea pergi dulu ya te. Titip ibu ."


" Iya zea, tante akan menjaga ibumu. Hati hati dijalan ! Jangan lupa makan , zea !"


Tante ira tersenyum melambaikan tangannya ketika zea pamit padanya.


" Iya ,tante."


Zea mungkin dalam keadaan tidak baik tapi zea tak bisa diam berpangku diri ketika melihat ibunya sedang sakit.


Apalagi biaya rumah sakit yang pastinya sangat besar ketika ibunya harus dirawat diruang icu.


Zea berjalan menyusuri koridor rumah sakit sedang memikirkan nasib ibunya.


Bayangan bayangan buruk ada dalam benak zea .Bahkan zea sempat memikirkan kenapa ibunya berbohong selama ini ? Dan juga kemana lari nya uang yang diberikan zea untuk periksa ke dokter ?


Hal hal buruk melintas begitu saja di pikirannya bahkan zea tak bisa berpikir lagi apa yang sebenarnya disembunyikan ibunya dan apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga mereka.


Brukkk,,,,,,


Tak sadar ketika berjalan , zea menabrak seseorang saat pikirannya berada di alam lamunan.


" Aduh,,,,."


Suara teriakan lengkingan seorang laki laki membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


" Eh,,eh,,,maaf mas. Saya tidak sengaja ."


" Nggak sengaja gimana ? kalau melamun jangan dijalan mbak ."


Suara yang tak asing bahkan begitu familiar seperti pernah mengenalnya , zea mendongakkan kepalanya meskipun belum bangun dari lantai mereka terjatuh.


" Rizal,,,,."


Rizal menatap ke arah zea yang ternyata mengenalnya.


" Zea,,,. Kau ,,,?"


Zea pun bangun setelah mendapat uluran tangan dari rizal.


" Kau benar rizal kan ?"


" Dan kau zea ,,,? Gadis tomboy teman sma ku ?"


" Ih,,, bisa aja ."


Reoni lama antara teman sma pun terjadi , mereka duduk sejenak berbincang di bamgku duduk rumah sakit .


" Bagaimana kamu ada disini ,zea ? Apa ibumu sakit lagi ?"


Rizal adalah teman sekolah menengah zea yang saat itu mengerti kesulitan yang dihadapi zea bahkan rizal lah yang mendorong zea mengikuti lomba cover majalah hingga menjadi model di beberapa majalah anak muda.


Namun sayangnya rizal pindah ke kota lain mengikuti kedua orangtuanya yang saat itu pindah tugas . Orang tua rizal adalah seorang pegawai pemerintahan harus mengikuti kemana orang tuanya bertugas.


" He'em,,, bahkan lebih parah dari sebelumnya . Kenapa kau ada disini ? Kapan pulang ?"


" Hah,,, bagaimana bisa ?"


Rizal terkejut mendengar penjelasan zea.


" Beberapa hari yang lalu , nenekku masuk rumah sakit . Mama dan papa sedang sibuk jadi aku yang pulang menjaganya ."


" Hah,,,, nenek sakit ? sakit apa ? Maaf ya zal , aku tidak tahu nenek sakit . Akhir akhir ini aku memang sedang sibuk ."


Ucap zea menyesal tak bisa menjenguk nenek rizal.


" Tidak apa apa zea, lagipula sekarang sudah membaik ."


Rizal tersenyum meraih kedua tangan zea menggenggamnya erat erat.


Deg,,,,


Zea mendongakkan kepalanya menatap rizal , ada perasaan aneh dalam hatinya . Detak jantung zea berdebar debar berdegup lebih kencang bahkan zea merasa sedikit malu ketika bertatapan mata dengan nya.


" Eh,,, aku hampir lupa . Aku pergi dulu ya , aku harus kembali ke toko."


Ucap zea menarik kedua tangannya , tak ingin berlama lama hanyut dalam perasaan yang tidak menentu zea melupakan tujuannya yang akan kembali ketoko.


" Ke toko ,,,,? Kamu kerja di toko ?"

__ADS_1


Rizal terkejut dengan sikap zea yang tiba tiba melepas tangannya, apalagi mendengar jika ia sekarang bekerja di toko.


" He' em,,. Ibuku tak mengijinkan melanjutkan profesiku sebagai model jadi aku mengambil kuliah di bidang accounting . Dan sekarang aku kerja di kasir minimarket ."


Rizal semakin tercengang dengan penuturan zea yang berubah menjadi lebih dewasa apalagi menerima keputusan ibunya .


Tidak mudah memupus impian yang dibangun begitu saja .


" Aku sudah terlambat , daaa,,,. Jangan lupa telepon aku ! Nomorku tidak ganti."


Ucap zea tersenyum melambaikan tangannya.


Rizal tersenyum membalas lambaian tangan zea.


Zea berjalan menuju tempat parkir sepeda motor dimana ia memarkir sepedanya.


lalu memacu dengan kecepatan sedang menuju toko tempat zea bekerja.


" Loh,,, zea , sudah balik . Bagaimana keadaan ibumu ? "


Pemiliki toko bu suci yang baru saja datang dari rumah nya yang tak jauh dari toko membawa bungkusan nasi.


" Ibu,,,, hampir saja saya kaget."


" Ibu di ruang icu, bu. Menunggu disana juga percuma jadi saya ke toko saja."


Bu suci tercengang dengan ketegaran zea bahkan kagum dengan pendirian zea.


" Di ruang icu ,,,? Zea, kamu baik baik saja kan ?"


Bu suci reflek memeluk zea mencoba memberi kehangatan dan ketenangan pada nya.


" Iya , bu. Zea baik baik saja ."


" Jika kamu butuh sesuatu kamu bisa bilang ke ibu, zea."


" Terima kasih , bu. Tapi mungkin ,,,, zea akan banyak ijin pada ibu jika ibu keluar dari icu."


" Tidak apa apa ,zea. Ibu paham ."


Bu suci tersenyum menatap zea yang terlihat sembab yang mungkin bekas tangisan di rumah sakit.


Zea memilih kembali melanjutkan pekerjaannya dari pada berdiam diri dirumah sakit.


Sesekali tina menghibur zea yang sebenarnya tengah bersedih karena ibunya ada dirumah sakit.


Zea teringat rizal yang baru saja bertemu dengannya , dia hampir tak percaya bertemu lsgi dengannya setelah beberapa tahun menghilang.


Zea meraba jantungnya yang berdegup kencang bahkan perasaan hati seperti sedang berbunga bunga.


" Kenapa jantungku berdegup kencang ? Apa aku jatuh cinta padanya ?"


" Ah ,,,tidak ,,tidak,,, kami hanya berteman. Yah, hanya berteman."

__ADS_1


Gumam zea dalam hatinya.


Bersambung🙏😊


__ADS_2