Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Terbongkar 3.


__ADS_3

Nico mengantar zea pulang ke rumah nya ,sedikit mengantuk zea menyandarkan kepala di sandaran hingga akhirnya tertidur .


" Kau terlihat lelah sekali ,sayang."


" Aku akan menjaga mu sampai nyawa ini hilang dari raga ku ."


Nico mengusap pelan rambut zea yang menutupi sebagian wajah nya.


Nico memarkir mobil nya tepat di depan rumah dimana motor zea sudah terparkir di samping rumah zea yang memang memiliki tempat untuk parkir sepeda motor.


Nico sengaja tak membangunkan zea meskipun sudah sampai di depan rumah nsmun mencari dimana zea menaruh kunci rumah . Setelah menemukan nya , nico sengaja membuka terlebih dahulu pintu rumah sebelum menggendong zea yang tampak sangat kelelahan .


Pintu rumah telah terbuka , nico kembali menghampiri zea di dalam mobil lalu menggendong gadis mungil yang kini tengah tertidur lelap.


Zea tampak menggeliat namun tak membuka matanya bahkan tersenyum manis saat nico menggendong zea masuk ke dalam rumah .


Samar samar zea tampak melihat seorang pangeran menggendongnya seperti seorang ratu dengan senyum yang mengembang tanpa tahu jika ia memang tak sedang bermimpi .


Nico membaringkan tubuh zea di sofa ruang tengah lalu menyelimuti tubuhnya dan juga menyalakan kipas angin yang ada di langit langit.


" Bagaimana aku bisa meninggalkanmu ? "


" Apa aku harus menunggumu sampai bangun ?"


" Tidak mungkin aku tinggal disini , bisa jadi orang orang akan berprasangka buruk pada ku ."


" Aku tak ingin menghancurkan mimpi nya jika harus menikah denganku karena tertangkap basah para warga berduaan dengan nya seperti ini."


" Lalu ,,,aku harus bagaimana ? Aku tak mungkin meninggalkan nya sendirian ."


" Hah,,,, ."


Pilihan yang sulit ada didepan mata nya namun juga tak ingin mengorbankan impian zea.


Namun nico tak punya pilihan lain selain pergi dari rumah zea , juga karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan.


Nico perlahan lahan menutup pintu meninggalkan zea yang saat ini tertidur pulas .


Saat tidur seperti ini , zea memang sering mengigau apalagi ibunya tengah berada dirumah sakit membuat nya tak tenang .


Tok,,,,tok,,,tok,,,,


Tok,,,tok,,,tok,,,


" Eughh,,,,,."


Zea menggeliat merasa ada yang aneh dan mungkin sebuah suara ketukan yang membuatnya sedikit terbawa suasana mimpi.


Tok,,,, tok,,,tok,,,


" Seperti ada yang mengetuk pintu .Apa ini hanya mimpi ?"


Tok ,,,tok,,,tok,,,


" Seperti nya tidak ."


Kesasaran zea pulih mengingat saat dia pulang bersama nico karena merasa lelah menyandarkan kepala nya di sandaran setelah itu ia pun tak mengingat kejadian selanjutnya.


" Hah,,, bukan nya aku pulang bersana nico ? Kenapa sudah sampai di rumah ? Rumah siapa ini ?"


Zea mengerutkan dahi ketika menyadari ia sudah berada dirumah .


Zea menoleh ke kanan kiri dan ternyata ia berada dirumah nya sendiri , zea sedikit bernafas lega .


Namun pikiran zea penuh dengan beberapa pertanyaan , bagaimana bisa tidur di sofa ryang tengah nya.

__ADS_1


" Bagaimana aku bisa sampai disini ?"


" Bukankah dalam perjalanan ?"


" Tidak mungkin aku berjalan sendiri ?"


" Jangan jangan nico menggendongku ?"


" Aduhh,,,, kenapa bisa sampai begitu sih ? Bikin malu saja. "


Tok,,,tok,,,tok,,,


Sadar ada yang mengetuk pintu zea menoleh ke arah pintu dalam hatinya yang belum sekesai mencari jawaban atas keberadaan nya dirumah , zea tertegun dengan orang yang mengetuk pintu beberapa kali .


Ceklek,,,


Seorang wanita paruh baya berada di depanya , menatap heran pada zea begitupun zea yang merasa tak mengenal nya.


" Apa benar ini rumah ibu nurma ?"


Wanita paruh baya itu terkejut melihat zea yang membuka pintu .


" Benar , maaf anda siapa ya ? Ada kepentingan apa mencari ibu saya ?"


Wanita paruh baya itu tercengang ketika zea menyebutkan dia anak nya.


" Jadi ibu nurma punya anak ?"


" Iya , saya putri nya zea. Ibu siapa ya ?"


" Oh ,,,Saya bu sari pemilik warung di ujung jalan nak . Maaf , ibunya ada ?"


Zea mengerutkan dahinya tak mengerti kenapa ibu sari mencari ibunya .


Yang ada dibenak zea hanya satu yakni apa ibu nya punya hutang hingga mencari nya ke rumah.


"Terimakasih, nak. Hah,,, sakit . Kok ibu tidak tahu , padahal terakhir ketemu masih sehat . Sempat berbelanja ingin membuat nasi kuning gitu ."


Ucap bu sari .


" Ini ,,, saya hanya ngasih bukti transfer saja , karena belum di ambil . Tapi saya heran kenapa bu nurma menyuruh saya kirim uang kalau ada anak nya ?"


Perkataan bu sari memang ada benar nya , zea hanya tertegun memandangi kertas bukti transfer yang entah untuk siapa dan tentunya dengan nominal yang fantastis tanpa menjawab pertanyaan bu sari.


" Apa nak zea juga tahu kalau seorang laki laki paruh baya sering datang mengancamnya ? Jika tak memberikan sejumlah uang padanya akan memberitahukan kebenaran nya pada anak nya ."


Zea tercengang mendengar penjelasan bu sari.


" Terkadang ibu kasihan mendengar ibumu dicaci maki , ingin menolongnya tapi ibu tak bisa berbuat apa apa ."


" Maksud ibu ?"


" Yah, laki laki itu selalu berdalih kalau urusan rumah tangga mereka ketika ibu memergokinya tengah menampar ibu mu ."


Ucap bu sari.


" Apaaa,,, di tampar ? Bu, tunggu sebentar !"


Zea bergegas masuk ke dalam kamar mengambil photo yang ditemukan nya saat beberes kamar ibunya.


" Apa yang ibu maksud laki laki ini ?"


Zea menyerahkan sebuah photo diperlihatkan pada bu sari .


" Iya ,benar. "

__ADS_1


Perasaan zea tidak begitu tenang ketika mendengar jawaban bu sari.


" Apa tiga hari yang lalu ibu ku bertemu dengan pria dalam photo ini ,bu ?"


" Benar, saat itu ibu mendengar samar samar . Kalau pria itu akan memberitahu kebenaran bahwa ia ayah dari anak nya jika tidak memberikan sejumlah uang yang di minta nya . Karena ibu ada pembeli jadi itu aja yang ibu dengar ."


Zea kembali tercengang mendengar ucapan bu sari .


" Sedangkan yang ibu tahu bu nurma tidak punya anak . Dia mengalami keguguran saat kecelakaan tertabrak motor sewaktu pulang dari warung ibu ."


" Dan bayi nya di nyatakan meninggal . Jadi ibu heran , anak yang mana yang di maksud ? Saat tadi kau menyebutkan putri nya , ibu sangat terkejut mendengar nya."


Ucap bu sari menambahkan penjelasan nya seketika jsntung zea berdegup kencang , beberapa pertanyaan muncul di benak zea dan juga gemuruh darah nya yang bergejolak jika ia bukan anak nurma lalu siapa orang tua nya .


"Kalau begitu ibu permisi dulu ."


" Terima, bu ."


" Sama sama."


Bu sari pamit pada zea setelah menyerahkan bukti transfer dengan nominal yang fantastis pada zea.


" Hah,,, banyak sekali . Lima juta ."


" Untuk siapa ?"


Gumam zea .


" Apa untuk laki laki ini ? Jika aku bukan anak nya kenapa ibu mau di peras oleh nya ?"


" Apa yang sebenar nya terjadi ?"


Zea tak habis pikir dengan apa yang di lalukan ibunya , sempat terbesit dalam hati nya jika apa yang dikatakan orang orang tentang ibunya adalah benar. Dan dia adalah anak di luar nikah memang benar.


Namun pikiran itu di tepis nya dan tetap berpikiran positif pada ibu yang selama ini membesarkan nya.


Semakin besar rasa ingin tahu zea tentang apa yang sebenarnya terjadi dan juga tentang apa yang telah di sembunyikan membuat zea bergegas masuk ke dalam rumah lalu pergi ke kamar ibunya .


Zea menggeledah semua barang barang milik ibunya mencari tahu sesuatu yang belum terungkap , bak seorang derektif zea tak melewatkan setiap sudut ruangan ,lemari bahkan kolong tempat tidur sekalipun .


" Apa ini ? Kenapa ada kaleng roti disini ?"


" Apa mungkin ibu suka nyemil ? Tapi kenapa menyembunyikan nya di bawah kolong tempat tidur ?"


Curiga dengan sebuah kaleng roti yang ada di bawah tempat tidur , zea segera membuka nya dengan perlahan.


" Hah,,,, bukti transfer yang sama dengan nominal berbeda beda ."


" Tak ada sesuatu di kaleng ini kecuali bukti transfer ."


Lalu zea melakukan pencarian selanjutnya yang berhasil menemukan sebuah dokumen lagi yang terselip di antara tumpukan baju .


" Apa ini ? Kenapa di bungkus seperti ini ?"


" Hah, hanya buku tabungan ."


" Kenapa ada botol bedak baby di sini ? Untuk apa ibu memakai bedak baby ?"


Zea terkejut melihat beberapa bedak baby di sudut lemari , ketika zea memilih untuk mengabaikan nya namun ada perasaan ganjil dari botol tersebut.


"Seperti nya ini bukan bedak ."


Zea mencari pisau berniat mencongkel tutup bedak tersebut namun terlalu untuk mengetahui isi dari botol baby tersebut akhirnya zea memotong botol tersebut.


" Hah,,,,, ."

__ADS_1


Bersambung 😊🙏


__ADS_2