Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Terjebak sendiri


__ADS_3

"Siapa yang bilang ? "


Zea keluar dari dalam rumah membawa setumpuk kertas yang saat ini berada di tangan nya membuat tejo terkejut mendengar nya bahkan hampir tak percaya.


" Siapa yang bilang aku tidak bisa melaporkan kejahatan yang anda lakukan ?"


Ucap zea.


" Velya , aku papa mu . Bagaimana mungkin kau tega melaporkan papa kandung mu sendiri ? Atas tuduhan yang tidak jelas ?"


Tejo merahang mendengar perkataan zea yang ternyata diluar dugaan nya .semula tejo berpikir akan menerima pelukan hangat putrinya tetapi justru sebalik nya , tejo melihat perlawanan yang dilakukan zea.


" Papa ? Papa yang mana ?"


" Heh,, velya, kamu jangan bersikap tidak sopan pada papa mu . Pasti ibu mu mendidik mu membenci papa nya sendiri karena iri pada tante."


Mery ikut menimpali perkataan zea merasa sangat geram.


" Tidak sopan , seperti nya anda salah nyonya ?Aku tidak punya hubungan darah dengan nya ."


Ucap zea .


Zea memang sengaja membalas kepahitan hidup ibu nya .


" Lihat lah ! Putri anda bernama velya telah meninggal saat masih bayi bahkan dalam kandungan."


Zea mendekati tejo yang diam terpaku , membisu tak percaya dengan kenyataan yang ada.


" Dan ini lihatlah ! surat adopsi ku dari rumah sakit saat aku berumur dua hari dan nama yang tertera zeavelia ."


Satu persatu bukti diberikan pada tejo dan istri nya mery .


" Jadi pak, jika kau menginginkan putri bu nurma yang sudah meninggal aku akan minta tante ira mengantarkan anda ke tempat persemayaman nya."


Ucap zea menghampiri pak broto .


" Tidak ,,tidak , enak saja . Bu mery kau jangan coba coba menipu ku ya ! Atau aku akan melaporkan mu pada polisi . Kau dan anak mu akan mendekam di penjara."


Ancaman yang tentu saja membuat mery maupun venya bergidik ngeri bahkan tak bisa dibayangkan lagi .


" Tidak ,,,tidak, pak broto jangan begitu . Aku akan mengusahakan membayar nya ."


Mery gugup entah apa lagi yang direncanakan nya .


Mery berbisik pelan pada tejo yang saat ini tengah memandangi kertas tersebut.


" Pah ,jangan diam saja ! Kalau dia memang anak adopsi ,minta pada nya untuk membalas budi atau paling tidak minta sebagian rumah ini ."


Bisik mery pada tejo .


" Baiklah ,jika kau memang anak adopsi nurma tapi setidak nya kau bisa membalas budi atas jasa nya membesarkan mu. Kau jangan lupa itu !"


" Dan juga nurma masih istri ku , aku berhak atas rumah ini. Bukankah kau hanya anak pungut ?"


" Tejo,,,jaga bicara mu ! Kau benar benar tidak berubah ."


Tante ira tersulut emosi ketika mendengar kalimat demi kalimat yang di ucapkan tejo pada zea.


" Suami ? Ini ,,,akta cerai ibu yang menyatakan telah bercerai dari laki laki bernama tejo sudirja ."


Zea memberikan akta cerai ibu nya pada tejo hingga membuatnya terperangah.

__ADS_1


" Apaa,,, akta cerai ? Ini tidak mungkin . Kau jangan mengada ngada .Ini pasti palsu , nurma tak pernah meminta cerai dari ku ."


Tejo meradang melihat akta cerai di depan nya .


" Terserah,,, jika kau tidak percaya bisa memeriksa di pengadilan agama."


"Dan ini ,,,kau ingin bagian dari rumah ini kan ? Ibu telah menggadaikan rumah ini senilai lima puluh juta ditambah bunga yang menunggak senilai dua puluh juta . Semua di berikan pada anda karena ancaman konyol anda ."


Zea memberikan bukti transfer yang selama ini di simpan ibu nya .


" Dan ini surat pemberitahuan kalau rumah ini akan di sita ."


Bukan hanya tejo yang tercengang tapi mery yang semula berencana menjual rumah itu kandas tinggal cerita .


" Hah,,,, tidak mungkin . Paa,,, bagaimana ini ?"


Ucap mery pada tejo .


" Dan anda ingin aku membalas budi pada mantan istri anda ? Ini ,,,, sejumlah lima puluh juta yang sudah di transfer ibu ku pada kalian . Uang yang ku berikan untuk periksa sakit jantung nya di berikan pada anda HINGGA IBU KU MENINGGAL KARENA PENYAKITNYA YANG PARAH . APA ANDA TAHU ITU ?"


Zea berteriak histeris membuat semua orang tersentah kaget mendengarnya bahkan tante ira sendiri tercengang .


" Sekarang pergi dari sini ! Sebelum aku melaporkan kalian pada polisi ."


Zea menunjuk dengan jari telunjuk nya pada orang orang yang membuat rusuh di depan rumah nya .


" Ayo kita pergi ! "


Mendengar kata polisi membuat mereka kalang kabut bahkan membuat mereka sangat cemas.


" Tunggu !"


" Ini untuk anda . Surat dari rumah sakit yang menyatakan anda mandul setelah mengalami kecelakaan."


Tejo terkejut mendengar ucapan zea yang menghampiri nya memberikan selembar kertas pada tejo .


Sekilas tejo mengingat masa itu dimana ia mengalami kecelakaan beberapa bulan sebelum bertemu mery . Tejo menatap tajam ke arah istri nya lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata apa pun .


" Pa,,, pa,,, ."


Mery mengejar suami nya seperti memendam kemarahan pada mery .


Rombongan pembuat onar pergi meninggalkan rumah zea tanpa mengatakan apa pun .


Harapan mery untuk menjual rumah itu pupus saat mengetahui kenyataan yang ada bahwasanya rumah itu sudah di gadaikan .


Apalagi mendengar kenyataan kalau velya ternyata sudah meninggal sejak masih bayi , rencana nya menukar venya dengan velya pupus begitu saja . Mery melihat jelas kemarahan yang terpancar di mata tejo setidaknya membuat mery sedikit khawatir dan ketakutan.


Di dalam mobil tejo diam seribu bahasa tak mengatakan apa pun meskipun mery mencoba untuk bicara namun tak ada satu pun jawaban keluar dari mulut tejo .


Mery mulai khawatir rahasia nya terbongkar jika venya bukan anak kandung tejo dan juga kebohongan nya selama ini .


Mobil terparkir di halaman rumah , tejo membanting pintu mobil masuk ke dalam rumah .


" Ma,,, papa kenapa ?"


Ucap venya .


" Entahlah , mama juga tidak tahu."


" Pa,,, pa,,,."

__ADS_1


" Bu mery ,,,."


Langkahnya terhenti atas panggilan seseorang membuat kepala nya menoleh ke arah sumber suara.


" Jangan lupa , acara nya minggu depan !"


Bu mery tak menjawab perkataan pak broto , tetapi masuk ke dalam rumah di ikuti venya .


Mery tak menemukan dimana suami nya berada , ia langsung pergi ke kamar nya .


Benar saja, tejo sedang membuka file lama dimana ia menyimpan selembar kertas dari rumah sakit bukti kehamilan mery .


Tejo terperanga dengan kertas tersebut dimana jarak antara kedua nya berbeda jauh . Ia tercengang bersimpuh di lantai merenungi nasib nya.


" Pa,,, papa kenapa ?"


" Ngomong dong ,pa ."


" Paaa,,,, ."


Mery tetap menggoyang goyang kan lengan twjo meskipun tak mendapat jawaban.


" Kau ingin memberi jawaban apa pada dua kertas ini ?"


Mery terlihat sedikit khawatir pada kertas yang diberikan tejo pada nya .


" Apaaa,,,, dia dinyatakan mandul setelah mengalami kecelakaan ?"


" Aduhhh,,,, bagaimana ini ?"


" Mau tidak mau aku harus merayu nya dan berpura pura."


Gumam mery dalam hati nya.


" Pa,,,, mama bisa jelaskan ."


" APAAA,,, kau ingin mengatakan kalau venya bukan anak ku ? Dan juga kau ingin mengatakan tak sengaja mengetahui kehamilan mu ?"


Deg,,,,


Pikiran mery tidak enak saat mendengar tejo yang tak pernah membentak nya ,hari ini kali pertama mery mendengar nya.


" Apa kau juga ingin bilang terpaksa berbohong ?"


Mery tak mempunyai jawaban apa pun atas semua pertanyaan tejo dan apa yang dikatakan tejo sepenuh nya benar .


" Aku tak menyangka sekian tahun membesarkan anak haram mu ."


Ceklek,,,,


" Anak haram ? Maksud papa di luar nikah ? Siapa ?"


Venya tak sengaja mendengar pertengkaran kedua orang tua nya mencoba mendamaikan papa da mama nya .


" Siapa lagi kalau bukan kau ?"


Ucap tejo dengan nada bengis nya menatap tajam pada mery.


" Aku,,, ? "


Bersambung 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2