
Zea yang berada di pavaliun bangun pagi seperti biasa nya meskipun mbok ijah melarang nya membantu nya namun zea tetap mengerjakan pekerjaan rumah .
Ia bosan berada di kamar dan juga tak mengerjakan apa pun .
Masih tampak jelas diwajah zea raut kesedihan yang dirasakan nya dan juga tentang apa yang sebenar nya terjadi pada nya .
" Non, istirahat ya ! Non masih belum sehat , masih pucat seperti itu ."
Ucap mbok ijah .
" Tidak apa apa ,mbok . Kalau tidak kerja nanti ndak sembuh sembuh."
Ucap zea .
Zea bangun saat malam ketika perut nya merasa lapar dan secara kebetukan mbok ijah membawa semangkuk bubur untuk nya .
Dan saat itu mereka berkenalan satu sama lain bahkan zea sempat menanyakan keberadaan barang barang nya namun mbok ijah membohonginya kalau ia ditemukan tergeletak di jalan oleh tuan mereka .
Meskipun agak sedikit kecewa tak bisa menghubungi sania mau pun tante ira yang sudah pasti mencemaskan nya . Namun zea tak berputus asa begitu saja , ia memilih menunggu pemilik paviliun untuk meminjam ponsel mengabari mereka.
Zea bahkan membantu mbok ijah membersihkan taman bahkan kolam yang terlihat kotor setelah mang kasim pulang ke kampung beberapa hari belum juga kembali .
Zea juga membersihkan kolam ikan kecil yang ada disamping pavilun namun saat memindahkan ikan ikan di dalam ember tanpa sepengetahuan nya seekor kucing mencuri ikan tersebut .
" Heh,,, kucing nakal . Lepaskan ! Jangan dimakan ! Aku akan memberi mu ikan goreng . "
Namun seekor kucing yang tak mengerti apa yang dibicarakan zea berlari membawa ikan tersebut .
Aksi kejar kejaran antara kucing dan zea berlangsung agak lama hingga kucing tersebut berlari melepaskan ikan yang sudah mati karena digigit kucing tersebut .
" Yah ,,, mati deh. Dasar kucing nakal ."
Tak sadar kalau yang ada di depan nya adalah kolam renang , zea tercebur di dalam nya
" Awass,,,, non !!"
Byurrrr,,,,
" Aaaa,,,, tolong ,,tolong ,,,."
Zea ternyata tidak bisa berenang meminra tolong setelah tercebur kolam .
" Aaa ,,,ketiwasan non nggak bisa berenang ."
Mbok ijah mencoba menolong nya namun juga tidak bisa berenang . Akhirnya mengambil sebuah tongkat panjang untuk pegangan zea.
" Ada apa mbok ?"
" Kebetulan bapak datang , cepat tolongin non zea pak !"
Mang kasim yang baru saja datang terkejut melihat istri nya berteriak teriak disamping kolam akhir nya memilih menghampiri nya.
Mamang terkejut melihat seorang gadis yang tercebur di kolam segera menolong nya.
" Hah ,,,hah,,, ."
" Untung bapak cepat datang jika tidak ,,,, entah apa yang terjadi pada nona ."
Ucap mbok ijah.
" Ayo, non ."
Mbok ijah membantu zea yang tampak kedinginan sampai dikamar berganti baju lalu menyuruh zea berbaring di tempat tidur.
Di villa denish.
Denish tersenyum saat berada di meja makan melihat tingkah konyol zea yang berbicara dengan seekor kucing .
Entah mengapa wajah tenang dan kepolosan zea membuat rasa nyaman di hati denish .
" Bodoh ,,, kau ini sangat bodoh ."
" Hahahaha,,,."
" Bagaimana mungkin kucing bisa bicara ?"
" Hahahaha,,,,."
Bibi sa mendengar umpatan sekaligus tawa riang denish bergegas menghampiri nya meskipun berjalan secara perlahan lahan namun ketahuan juga.
" Bibi, ada apa ?"
" Dengan siapa tuan bicara ? Seorang gadis ?"
" Bukan siapa siapa."
" Benarkah ?"
" Hem,,,."
" Bibi tidak pernah mendengar tuan tertawa serenyah tadi . Mudah mudahan dia seorang gadis yang bisa meluluhkan hati tuan."
__ADS_1
Ucap bibi sa berjalan kembali ke arah dapur.
" Apa'an sih bibi ."
Setelah bibi sa tidak ada di ruangan tetsebut denish terkejut melihat zea yang sudah terjebur di kolam .
" Shitttt,,,,,."
Denish berlari mengambil jas kerja nya lalu menuju pintu depan .
" Bi,,, denish pergi dulu."
" Eh,,, eh,,, tuan sarapan nya ."
Bibi sa terkejut melihat denish berlari ke pintu depan sebelum menyantap sarapan nya.
" Vans, ke paviliun sekarang !"
" Baik, tuan."
Vans yang baru saja datang dengan sopir tampak sedikit heran dengan tingkah polah tuan nya yang tidak seperti biasa nya .
Vans sesekali melirik kaca spion dimana terlihat jelas denish tampak sangat khawatir .
" Ayo cepat sedikit vans !!"
Ucap denish .
" Baik ,tuan."
Vans hanya bisa menuruti permintaan tuan nya , sesekali melirik ke arah spion melihat denish tampak jelas begitu khawatir.
" Kenapa kau begitu bodoh terjun ke kolam renang ?"
" Hah,,,."
Tampak ocehan ocehan tak jelas denish terdengar jelas meskipun vans tak mengerti ditujukan pada siapa perkatan itu .
" Tuan tak seperti biasanya seperti itu ."
Gumam vans dalam hati .
" Apa berhubungan dengan nona itu ?"
gumam vans yang masih dalam perjalanan menuju paviliun .
Sementara di pavilun .
" Mbok , siapa nona itu ?"
Ucap mang kasim.
" Entahlah,pak. Tuan muda yang membawa gadis itu ."
" Calon istri nya ?"
" Entahlah ?"
" Pak , bapak saja yang ngantar wedang jahe nya . Mbok mau ke pasar dulu ."
" Baiklah."
Mang kasim mengantar wedang jahe ke kamar zea yang terlihat masih kedinginan .
Tok tok tok,,,,
" Non, ini wedang jahe nya diminum ! Biar hangat badan nya ."
" Iya ,mang . Terima kasih. "
" Siapa namanya non ?"
" Zeavelia ,mang . Panggil saja zea ."
Ucap zea .
" Mang , bolehkah zea pinjam ponsel mamang sebentar ?"
" Oh ,,iya , boleh non . Ini,,,,."
Mang kasim memberikan ponsel milik nya tanpa sepengetahuan mbok ijah yang lupa memberitahu nya untuk tidak meminjamkan ponsel pada zea .
Mbok ijah terburu buru ke pasar karena hari sudah siang dan juga persediaan bahan makanan sudah hampir habis.
📞 Calling " Tante ira."
📞 Incoming call " Nomor tak dikenal"
" Eh,,, siapa yang telepon ? Kenapa tak ada nama nya ?"
" Jangan jangan berita tentang zea ."
__ADS_1
Gumam tante ira yang semula ragu mengangkat telepon.
📞 :" Halo ,,."
📞:" Tante , ini zea."
📞 :" Zea ,,, zea ,, kamu dimana nak ? Kenapa ponsel mu mati ?"
📞 :" Zea semula akan ke kota b tante namun zea di rampok tergeletak di jalan dan sekarang dirumah orang yang menolong zea."
📞 :" Ya ampun zea kok bisa begitu, kamu baik baik saja kan ?"
📞:" Iya tante , zea baik baik saja ."
📞 :" Zea pulang saja ya , tante kirimin uang ."
📞 :" Tidak tante tidak usah, zea akan,,,,."
📞:" Klik "
" Ahhh,,,,."
Zea terkejut ketika sebuah tangan meraih ponsel yang digunakan nya dan secara tidak lamgsung merebut nya.
" Tuan, berikan pada ku ! Aku belum selesai bicara , kasihan tante ira yang mencemaskan ku."
Brukk,,,,
" Aaaaaaa,,,,.''
Zea jatuh tepat di tubuh denish.
" Kenapa aku seperti pernah melihat nya ? Tapi dimana ?"
Gumam zea dalam hati.
" Kenapa matamu indah sekali ? Wajahnya polos sangat cantik ."
Gumam denish dalam hati.
Zea mencoba merebut ponsel tersebut hingga mereka jatuh bersamaan dan zea berada tepat di atas tubuh denish .
Untuk beberapa saat mereka saling berpandangan tanpa berkedip sama sekali .
" Eh' em,,, ."
" Cieee ,,,tuan ."
Suara mbok ijah yang menyadarkan lamunan nereka berdua hingga gugup bangun satu sama lain.
" Mbok , siapa yang kasih ijin ini ?"
Ucap denish menunjukkan ponsel milik mang kasim.
'' Maaf ,tuan. Mbok lupa, buru buru ke pasar .'
Ucap mbok ijah .
" Dan kau ,,, ? Kau harus membayar kerugian ku ."
Ucap denish menatap tajam pada zea yang sama sekali tak mengerti maksud nya.
" Apa maksud tuan ? Kerugian apa ? Aku tidak mengenal tuan . Bagaimana aku membayar kerugian tuan ?"
Ucap zea .
" Halahh,,, alasan . Aku tidak percaya , gadis seperti mu pasti sudah sangat matang merencanakan nya ."
" Bagaimana aku merencanakan nya kalau aku saja tidak tahu apa yang kau maksud ?"
" Bagaimana gadis seperti mu bisa memiliki uang puluhan juta ? Apa lagi yang bisa kau lakukan selain menipu ?"
" Heii,,, jaga bicara mu tuan ! Aku memang orang miskin tapi aku punya harga diri."
Keduanya berdebat sengit tak ada yang mau mengalah sama sekali baik mbok ijah , mang kasim maupun vans menatap heran hingga membuat mereka melongo tak bergerak.
" Ciee,,, tom and jerry , bisa jadi cinta loh ."
Ucap mbok ijah.
" Tidak."
" Tidak."
Baik zea mau pun denish menjawab secara serempak .
" Huh,,,."
Zea memalingkan wajah nya membelakangi denish begitu pun denish melakukan hal yang sama.
Bersambung 😊🙏
__ADS_1