
" Zea,,,."
Zea terkejut mendengar suara panggilan yang menyebut namanya.
Panggilan tersebut menyadarkan zea dari lamunannya bahkan belum sempat memikirkan jawaban yang tepat jika tante ira melontarkan pertanyaan tentang nico.
" Tan ,,,te,,,."
Zea tampak gugup dengan ira yang menghampirinya.
" Sayang , kenapa ? Kau baik baik saja kan ? "
Tante ira terlihat sangat panik ketika melihat zea berada di atas kursi roda.
" I,,,i,,,iya tante. Zea baik baik saja."
" Lalu ,,,kenapa kau di atas kursi roda ?"
" Pergelangan kaki zea keseleo tante. Semalam karena kecapekan zea menabrak pembatas jalan."
Ucap zea.
" Apaaa,,,,, . Ya ampun sayang, kenapa tidak hati hati ? Kau bisa telepon tante kalau kecapekan , tante akan jemput ke sana."
Tante ira jongkok dilantai memeriksa kaki zea.
" Tidak apa apa tante. Zea baik baik saja , hanya luka kecil."
" Kau ini,,,,selalu begitu .'"
Tante ira tak kuasa memeluk zea sangat erat.
Tak pernah terbayangkan gadis belia sepertinya harus menerima cobaan bertubi tubi bahkan untuk seusianya yang masih muda harus membanting tulang mencukupi perekonomian sendiri.
" Eh,,, siapa laki laki ini ,zea ?"
" Aduh, mati aku . Bagaimana ini ?"
Gumam zea dalam hatinya .
" Zea,,,."
" Kenalkan saya nico ,tante. Kekasihnya zea."
Tante ira tercengang mendengar penuturan laki laki di depannya yang menyebutkan diri sebagai kekasih zea, yang selama ini tante ira tak pernah mengetahui nya .
" Aduh,,,, gawat . Dasar kodok ,awas kau ! Aku akan membalasmu ."
Gumam zea menundukkan kepala nya yang bahkan tak mampu untuk menatap ke depan.
" Apaaa ,,,,kekasih zea ? Apa tante tak salah dengar ? Zea,,, kau punya kekasih ."
Tante ira merasa tak percaya dengan penuturan nico bahkan sedikit pun tak bisa membayangkan zea punya seorang kekasih.
" Iya ,tante ira."
__ADS_1
Nico hanya tersenyum melihat reaksi tante ira maupun zea.
" Apaa,,,kau tahu nama tante ? Zea,,, apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari tante ?"
Tante ira beralih menatap zea yang masih saja menundukkan kepalanya tak berani menatap sedikitpun.
" Sayang, kau tak memberi tahu tante ?"
Nico memang sengaja bersikap mesra di depan tante ira, sedangkan zea melirik pada nico menatap tajam padanya.
" Hah,,, hahaha,,,, hahaha,,,, sayang ? Rupanya kesayangan tante sudah dewasa hingga tak memberitahu tante ."
Masih dalam keterkejutannya , tante ira memang merasa bahagia tapi juga sedikit khawatir karena kondisi zea yang tak bernasib baik .
Kekhawatiran tante ira akan peristiwa beberapa tahun yang lalu dimana seorang wali murid teman sekolah menengahnya mendatanginya untuk menjauhi putranya, masih membekas di hati tante ira.
Zea memilih menjalankan kursi rodanya mendekati pintu ruang icu melihat ibunya dari dekat.
Nico tak membiarkan begitu saja, membantu zea mendorong kursi roda hingga sampai ke depan pintu.
Tante ira melongo melihat perlakuan nico pada zea yang terlihat sangat care dengan zea.
Setelah itu nico membiarkan zea memandangi ibunya sendiri , memilih duduk di samping tante ira.
" Kamu beneran pacar zea ?"
" Menurut tante bagaimana ?"
" Tante tidak pernah tahu tentang kamu , bahkan zea tak pernah cerita tentang kamu."
Ucap tante ira tersenyum pada nico.
" Apaaa ,,, zea yang nembak nico ?"
Tante ira membelalakkan matanya ketika mengetahui zea yang menyatakan cinta terlebih dahulu.
" Tante tak menyangka gadis kecil itu berani menyatakan cinta pada seorang laki laki."
" Hahaha,,,, nico hanya bercanda tante . Sebenarnya waktu itu secara tak sengaja nico mendengar zea berbincang dengan temannya ingin jadi pacar nico ."
Ucap nico.
"Sejak saat itu nico berusaha melindunginya hingga saat ini .Maka dari itu nico tahu dan paham tentang kehidupan zea."
" Beruntung sekali zea mendaparkan lelaki sepertimu. Hanya ,,, tante takut ."
Ucapan tante ira membuat nico sedikit terkejut dan juga menaruh curiga.
" Takut ,,,? Tante takut nico menyakiti zea ?"
" Bukan, melihat apa yang kau lakukan pada zea tante percaya kamu memiliki hati yang baik. Tapi ,,, orang tuamu , bagaimana dengan mereka ?"
Rasa curiga yang ada di dalam pikirannya terbukti dari perkataan tante ira.
" Maksud tante orang tua nico ? Ada apa dengan mereka ?"
__ADS_1
" Nico ,kamu sendiri tahu kehidupan zea tak sebaik kehidupan orang lain. Kedua orang tua nya berpisah saat zea masih kecil , ibunya yang kini terbaring lemah di ruang icu membesarkannya sendiri."
Tante ira mulai menceritakan kisah hidup zea.
" Bullyan , cemoohan datang silih berganti baik dari teman temannya bahkan para tetangga kami."
" Hingga saat itu saat zea duduk di bangku menengah atas seorang ibu mendatangi kami mengatakan pada zea untuk menjauhi putranya ."
" Tante adalah pengganti ibunya tak ingin kejadian itu terulang lagi .Kau tahu kan maksud tante kan ?"
Tante ira memandang sendu pada nico yang mendengarkan penjelasannya dengan seksama.
"Nico , mumpung belum terlanjur . Pikirkan masak masak ! Tante tak ingin zea mendapat penghinaan lagi ."
Tante ira memegang kedua tangan nico berharap penuh kepadanya.
" Tante , tante percaya sama nico? Nico janji tak kan ada satu orang pun yang menyakiti zea termasuk kedua orang tua nico."
Ucapan nico meyakinkan tante ira memang ads satu keseriusan terpancar dari wajah nico .
" Apa kamu yakin ? Zea bukan orang berada ."
" Tante , nico sudah mengetahuinya sebelum tante bilang ke nico . Nico akan bahagiain zea."
Tante ira melihat kesungguhan nico merasa lega jika nico benar benar serius.
" Baiklah , tante percayakan zea pada mu ."
" Terima kasih, tante ."
Semula tante ira tak yakin nico akan menerima kekurangan zea namun nico berbeda dari dugaannya . Jika orang lain akan mundur setelah ira berkata demikian tapi nico justru pantang menyerah.
Nico memang benar benar tahu kondisi zea baik secara pribadi maupun kondisi keuangannya.
"Tante ,nico boleh bertanya sesuatu ?"
" Hem,,, ada apa nico ?"
" Orang tua siapa yang mendatangi zea yang tadi tante katakan ?"
Nico merasa penasaran dengan cerita masa lalu zea yang begitu membuat tante ira khawatir pada zea.
" Kalau tidak salah nama nya rizal . Ibu nya datang memaki maki ibu zea mengatakan zea anak yang nggak bener. Merayu nya untuk memberinya uang ,maka dari itu tante takut hal itu terulang lagi ."
" Oh jadi laki laki tadi ."
Gumam nico dalam hati.
" Kenapa ? Kau mengenalnya ?"
" Tidak , tante. Nico teman zea setelah masuk kuliah jadi mana mungkin nico tahu dimana zea bersekolah sewaktu sma ?"
" Tante kira kamu mengenalnya."
Perbincangan itu berhenti ketika zea sampai di depan mereka , hampir saja zea mendengar semua nya .
__ADS_1
Zea tampak terlihat sedih , dan juga terlihat jelas sisa air mata di sudut mata kanan dan kiri nya. Meskipun zea menutupinya namun tante ira mengenal zea dengan baik.
Bersambung😊🙏