
Denish membuka layar laptop nya memeriksa semua email yang masuk yang mungkin dikirim vani sekertaris nya mau pun client lain nya .
" Apaa,,, dia tidak punya kekasih ? Tak menyangka gadis ingusan itu seorang sarjana."
Gumam denish.
" Aku tak percaya."
πIncoming call " Bibi ha"
" Bibi ha ? Pasti terjadi sesuatu di rumah ."
π :" Ya ,bibi ha."
π :" Ini kakek,,,."
π :" Kakek ? Untuk apa kakek menelepon ku menggunakan nomor bibi ha ?"
π :" Karena aku tahu kau tidak akan mengangkat telepon kakek."
π :" Lalu ,,,?
π :" Kenapa tidak pulang semalam ? Kau tahu , keluarga sarah datang ke rumah."
π :" Untuk ,,,?
π :" Tentu saja untuk saling mengenal keluarga ?"
π :" Klik."
π:" Eh ,,eh,,, Dasar anak durhaka !!"
Umpatan kakek suryo terdengar sang nenek tertawa melihat reaksi suryo yang terkena imbas sikap dingin denish .
" Hahaha,,, aku bilang apa ? Suryo ,,,suryo ,,, kau tidak mengenal denish secara baik . Dia bahkan melebihi ayah nya ."
" Kau sama saja dengan cucu mu ."
" Mau sampai kapan kau mengikuti ide konyol rima ?"
Ucap nenek salamah .
" Aku tidak mengikuti ide nya hanya berusaha . Cucu kita sudah dewasa sudah saat nya memiliki pendamping."
" Biarkan dia memilih hidup nya ! Jangan mengekang nya ! Aku yakin sebentar lagi dia akan menikah ."
" Hah ,,,kau sama saja . Kita sudah tua dan sudah saat nya menimang cicit ."
" Kalau begitu kau bisa suruh vania atau raka menikah terlebih dahulu bahkan savana ."
Ucap nenek salamah .
" Aku ,,, ? Tidak ,,tidak,,, tidak . Suruh saja kakak atau raka menikah duluan ."
Ucap vania yang tak sengaja mendengar pembicaraan nenek dan kakek nya namun ia tak lantas menyapa mereka namun pergi begitu saja melainkan ke lantai bawah .
Ia melupakan satu hal kalau kakak sedang menghukum nya tidak memperbolehkan nya memakai mobil .
Sedangkan kakek dan nenek tercengang dengan sikap vania yang terburu buru melewati mereka bahkan tidak menyapa sama sekali .
" Aduh,, bisa terlambat aku ."
Ucap vania
"Savana,,,, savana,,,, .Ah,,, sialan ia tak mendengar panggilan ku."
Vania mengumpat kesal dengan menendangkan kaki nya pada satu buah ember yang kebetulan disana.
" Ahh,,,, dewa penolong datang ."
Wajah vania berbinar ketika melihat raja datang ke rumah .
" Raka ,,,,raka,,,, antar kakak dulu ke kantor ."
" Tapi kak,,,,."
" Please ,,,, ."
" Baiklah."
Vania lega raka bersedia mengantar nya ke kantor. Dan tak mendapat hukuman lagi dari denish .
" Kena hukuman dari kakak ya ?''
" He'em . Semua gara gara si brengsek sarah .''
Ucap vania.
" Kak ,,,kak ,,, kau tidak berubah . Kenapa selalu ikut campur urusan si dingin itu ? Begini kan akibat nya ?"
" Tidak raka, kakak sudah berubah . Semenjak hukuman itu , kakak tak lagi ikut campur urusan kak denish ."
" Lalu ,,,?"
" Semua gara gara mama."
" Hahahaha,,,, dilema ?"
__ADS_1
" Sebaiknya kakak cari aman saja ."
Ucap raka.
" Kok jadi kamu mengancam kakak ?"
" Tidak , raka hanya mengingatkkan saja sebelum terlambat."
" Yah , kau benar .Aku memang harus begitu ."
Raka mengantar vania sampai di depan halaman lobby kantor setelah nya kembali lagi ke rumah atas permintaan ibu nya .
Back to paviliun.
Denish terlihat kesal mengepalkan kedua tangan nya saat mengetahui jika bukan bibi ha yang menelepon .
Apalagi mendengar pemberitahuan kalau keluarga sarah yang datang kemarin malam .
" Kau mulai berulah ular berbisa .''
" Sudah ku katakan bukan wilayah mu ."
Gumam denish yang tampak melanjutkan pekerjaan nya.
Tak berapa lama denish meminta vans untuk membawakan beberapa lembar baju miliknya dari villa .
Vans merasa ada yang berbeda dengan tuan nya hanya bisa menuruti permintaan denish meskipun agak merasa janggal .
" Vans , apa kau sudah mendapatkan kabar dari pemilik D'house ?"
" Belum tuan , pemilik D'house meminta sedikit waktu lagi ."
" Brengsek ,,, siapa dalang sebenarnya ?"
" Para karyawan bartender mengatakan kalau nona zea memang baru bekerja malam itu ,tuan."
" Apa kau sedang membela nya ?"
Denish memicingkan kedua mata nya manatap vans.
" Tidak ,tuan ."
" Apa kau sudah mendapat informasi mengenai jeki ? "
" Masih dalam pencarian, tuan."
" Hah ,,, kita sudah tidak punya banyak waktu vans ."
Ucap denish .
" Wiliam tak mungkin melepaskan keuntungan nya begitu saja ."
" Aaahhh, sudahlah . Aku ingin berenang , suruh mbok ijah membawakan jus untuk ku ."
" Baik ,tuan."
Denish memilih menyegarkan otak dan pikiran nya dengan berenang di kolam renang di samping villa.
Zea berjalan mondar mandir bingung memikirkan apa yang terjadi , bagaimana mungkin ia harus membayar kerugian yang tidak pernah dilakukan nya ?
" Aaahhh,,, dasar pria gila . Sudah kaya menindas orang miskin."
" Bagaimana mungkin aku membayar ganti rugi atas apa yang tidak ku lakukan ?"
" Satu hari kerja saja banyak masalah ."
" Hah,,,, sania , tolong aku secepat nya ! Aku bisa gila kalau harus berdebat dengan nya ."
Gumam zea .
Zea yang merasa agak baikan setelah meminum obat berguling guling di tempat tidur .
" Bagaimana aku bisa menguhubungi sania kalau ponsel ku disita nya ?"
" Aaaaaa,,,,."
Zea sedikit murung di kamar atas apa yang terjadi dengan nya lalu memutuskan ke luar kamar tanpa sepengetahuan siapa pun .
Zea duduk di bawah pohon jambu air yang ada di halaman belakang memikirkan cara keluar dari tempat itu .
Ia tak mungkin membiarkan diri nya disalahkan atas apa yang tidak dilakukan nya , harus mencari pelaku sebenar nya .
Zea mendongakkan kepala nya ke arah atas dimana banyak jambu air yang berwarna merah menggoda kerongkongan nya hingga menelan saliva nya sendiri .
Tanpa basa basi zea menaiki pohon jambu tersebut ,hingga duduk disebuah ranting yang cukup kuat untuk diduduki di atas pohon .
Zea mengambil beberapa buah jambu lalu memakan nya diatas pohon .
" Enak saja aku harus ganti rugi ."
" Dasar tak punya hati ."
Zea makan membuang biji biji jambu ke bawah pohon hingga membuat mbok ijah yang sedang menyapu di bawah pohon merasa sedikit heran.
" Hah ,,,siapa yang membuang biji biji jambu ? "
Ucap mbok ijah.
__ADS_1
" Jangan jangan hantu ."
" Tidak mungkin . Masa' hantu muncul di siang hari sih ."
" Lalu siapa ?"
Dengan sangat ketakutan mbok ijah mendongakkan kepala nya ke atas pohon , betapa terkejutnya mata mbok ijah yang melihat zea duduk di atas pohon .
" Itu benar non zea ? Jangan jangan hantu ?"
Ucap mbok ijah mengucek kedua mata nya .
" Iya benar non zea . Tapi ,,, bukan nya non zea ada di kamar ?"
Mbok ijah berlari dengan terburu buru tanpa peduli mang kasim dan juga vans yang menyapa nya .
" Ada apa mbok ?"
Ucap mang kasim.
" Mbok ijah mau kemana ?"
Ucap vans.
Tak mendapat jawaban , mang kasim dan vans saling pandang dan mengangkat bahu mereka.
Tak menemukan apa yang dicari nya, mbok ijah berlari lagi ke arah halaman belakang dimana ia sempat menyapu daun daun yang jatuh.
" Non ,,, non,,, turun non !"
Mbok ijah berteriak dari bawah pohon yang terdengar oleh zea lalu menoleh ke arah bawah.
" Tidak ."
Ucap zea .
" Zea masih mau disini , jambu nya enak mbok mau ?"
Ucap zea.
" Apa,,, bunuh diri ? Jangan non ! Eling non ,,, nyebut ! Turun non."
" Pak ,,, bapak ,,, aden ,,, tuan ,,, cepat kesini !"
Tak ada yang mendengar teriakan mbok ijah , mbok ijah berlari mondar mandir memang semua orang yang ada .
" Pak,,, bapak ,,, aden ,,,, tuan ,,,."
" Aduh,,, ketiwasan ,,, ketiwasan,,."
Mang kasim dan vans mendengar teriakan mbok ijah bergegas berlari menghampiri mbok ijah yang terlihat sangat khawatir .
" Ada apa mbok ?"
Ucap vans.
" Iya mbok , ada apa ? Kenapa berteriak teriak ?"
Ucap mang kasim.
" Aduh ,,,bapak ini , non zea mau bunuh diri."
"Apaaa,,,,."
"Apaaa,,,,."
Kedua nya tersentak kaget ketika mbok ijah memberitahu .
" Iya pak ,den . Non zea ada di atas pohon ."
Ucap mbok ijah menunjuk ke atas pohon .
" Non ,,,turun non !"
Ucap mang kasim .
" Iya non , mbok tahu non zea bersedih atas kepergian ibu non . Tapi jangan bunuh diri non ! Masih ada mbok ."
Ucap mbok ijah .
Vans mencari tangga untuk naik ke atas pohon , tanpa menyapa denish hingga menyita perhatian nya.
" Ada apa vans membawa tangga ?"
Gumam denish saat beristirahat namun matanya tertuju pada vans yang membawa tangga hingga sampai ke pohon jambu dimana mbok ijah dan mang kasim menggerak gerakkan kedua tangan mereka .
Denish penasaran apa yang mereka lakukan hingga membuat hati nya tergerak untuk menghampiri mereka.
" Non ,turun non !"
Ucap vans yang sudah menaiki tangga hingga terdengar oleh zea .
" Kenapa kau naik ke atas ? "
Ketika zea bergerak untuk turun dari pohon karena melihat jambu yang merah tangan nya berusaha meraihnya hingga kaki nya terpeleset .
" Aaaaaaaa,,,,,."
__ADS_1
" Awass,,, non ."
Bersambung ππ