
Back to zea.
Zea memacu sepeda motor nya sangat kencang bahkan tak peduli dengan keselamatan nya sendiri .
Dari kaca spion tampak nyala lampu mengikuti nya , dengan sangat terpaksa zea harus melewati gang tikus yang selama ini sudah sangat dihafali zea ketika kabur dari kejaran mobil patroli saat lupa tak membawa sim atau pun helm.
Dia pun harus memutar balik setelah berhasil mengecoh beberapa orang yang mengejar nya .
Zea dengan sangat hati hati kembali ke rumah nya hingga tak menyalakan lampu motor nya lalu masuk ke dalam rumah dan bergegas mengunci pintu.
" Hah,,,hah,,,hah,,, untung saja aku berhasil kabur ."
" Apes benar sih hari ini ? Apa yang ku lakukan hingga banyak yang mengejar ku ?"
" Aku bahkan tak mengenal mereka, tapi kenapa mereka ingin menangkap ku ?"
Zea berjalan mondar mandir hingga pagi menjelang , meskipun mata nya terasa lengjet namun tidak dengan otak nya yang masih saja berputar kesalahan apa yang di lakukan nya.
Zea pun duduk bersandar di kursi hingga tertidur pulas setelah gagal menemukan alasan orang orang itu mengejar nya.
Beberapa kali ketukan pintu depan namun zea tak menggubris sama sekali terlelap dalam tidur nya .
Bahkan beberapa kali panggilan masuk dan juga pesan masuk di daftar notifikasi ponsel zea .
" Jangannn !!"
Zea terkesiap bangun setelah berteriak sangat keras .
" Hah,,,hah,,, hah,,,."
Setelah mengambil air minum dan juga mengatur nafas nya yang tersengal sengal , zea mulai berpikir dan melihat keadaan sekelilingnya yang ternyata zea ada di dalam rumah nya sendiri .
" Syukurlah hanya mimpi ."
Ucap zea setelah bernafas lega setelah menyadari kalau ia berada di ruang tengah .
" Banyak sekali panggilan telepon ."
" Nico , rizal , mely ,tina ,hah tante ira ."
π Calling " Tante ira"
π :" Halo ta,,,."
π :" Zea ,cepat ke rumah sakit !"
π :" Hah, i,,i,,,iya tante."
π :" Klik."
Zea pergi ke kamar nya membersihkan diri setelah mencium bau badan nya sendiri .Ia tertidur tanpa mandi terlebih dahulu setelah pulang dari club dimana ia bekerja semalaman.
Zea mengendarai motor nya melaju dengan kecepatan tinggi , lagi lagi kecemasan dan kekhawatiran menghampiri nya saat tante ira menelepon nya berulangkali .
Setelah memarkir sepeda motor nya , zea berlari ke ruang icu dimana ibu nya di rawat .
__ADS_1
Dengan nafas yang tak beraturan zea madih terus berlari dimana dari kejauhan ia melihat tante ira yang berjalan mondar mandir terlihat cemas.
" Tante ,,,."
" Zea,,,."
" Apa yang terjadi dengan ibu ?"
" Zea, kondisi ibu mu menurun . Dokter sedang memeriksa nya ."
" Tante, zea takut ."
" Tenang, sayang ! Ada tante disini .''
Tak berapa lama zea yang terlihat tak tenang melihat dokter yoga keluar dari ruang icu.
" Zea ,,,,."
" Dokter ,,,bagaimana keadaan ibu ?"
" Zea , kondisi ibu mu menurun . Dan beliau ingin bicara pada mu ."
Zea terkejut mendengar ibu nya tidak stabil bagai tersambar petir rasa nya .
Dengan memakai pakaian medis , zea masuk ke dalam ruang icu sesuai permintaan ibu nya .
" Ibuu,, maafin zea yang tidak patuh sama ibu . Zea janji akan memenuhi segala permintaan ibu ."
" Zea,,,, tidak ,nak. Ibu yang minta maaf ."
" Zea, ada satu rahasia yang harus kamu ketahui ."
" Tidak ,bu . Jangan katakan apa pun ! Ibu harus sembuh."
" Zea, ibu tahu waktu ibu tak banyak lagi. Zea , sebenarnya kau bukan anak ibu . Ibu mengadopsi mu saat baru berumur dua hari , seluruh keluarga mu meninggal dalam kecelakaan . Ibu mu meninggal setelah melahirkan mu ."
Meakipun dengan nafas yang terputus putus nurma berusaha menjelaskan hal yang sebenar nya terjadi .
Zea terperanga mendengar pernyataan ibu nya ,ia tak dapat berkata apa pun selain diam bahkan tangis nya terhenti seketika.
" Zea, ibu tahu ibu banyak menyusahkan mu. Ibu minta ma,,,af ."
Tit ,,tit,,tit,,
Alat bantu pendeteksi jantung berbunyi merah , zea berlari keluar memanggil dokter dan suster jaga.
" Dokter,,, dokter ,,,dokter,,, ."
" Suster,,, suster ,,, tolong ibu saya ."
Beberapa suster dan dokter jaga beserta dokter yoga masuk ke dalam ruang icu dimana nurma bernafas terbata bata .
Zea menangis di depan ruang icu , tante ira tidak tega melihat zea yang bersedih seperti itu. Tante ira membantu zea bangun dan membawanya ke bangku duduk tak jauh dari sana .
"Tante , zea takut ."
__ADS_1
" Tenang sayang ! Masih ada tante di sini ."
" Tapi tan,,,,."
Belum sempat zea melanjutkan perkataan nya , dokter yoga keluar dari ruang icu menghampiri zea dan juga tante ira.
" Dokter,,,."
" Zea, maafkan dokter tak bisa membantu mu . Ibu mu telah tiada ."
Ucap dokter yoga dengan berat hati.
" Apaaaa ,,,, ? Tidak,,, tidak dokter ,,, dokter pasti bisa menyelamatkan ibu saya ."
Dokter yoga menggelengkan kepala nya dengan penuh penyesalan .
" Tidak dokter,,,, tidak mungkin ibu meninggal . Hiks hiks hiks,,,,,."
Tangis zea pecah mendengar dokter yoga memberitahu ibu nya tak bisa diselamatkan lagi .
" Zea , sudah zea."
Tante ira berusaha menenangkan zea yang merasa syok kehilangan ibu nya .
Tak berapa lama suster yang membantu melepas alat alat medis yang terpasang memberitahu zea kalau jenazah ibu nya sudah bisa di bawa pulang setelah menyelesaikan administrasi.
Tante ira berniat meninggalkan zea sendiri mengurus administrasi namun dari kejauhan tampak nico datang menghampiri mereka.
" Nico , kebetulan kamu datang . Tolong temani zea ! Tante akan menyelesaikan administrasi sebentar ."
Nico tampak melihat raut kesedihan dan juga tangis yang mendalam akan kepergian ibu nya.
" Tidak ,tante. Biar nico yang menyelesaikan admisnistrasi nya ."
Ucap nico.
" Tapi ,,,."
" Tante , zea membutuhkan tante."
" Baiklah kalau begitu ."
Nico meninggalkan mereka ke ruang admistrasi untuk melakukan pembayaran , sementara tante ira masih menemani zea yang menjadi bahu sandaran tangis zea kehilangan ibu nya .
Tak betapa lama nico tampak selesai melakukan pembayaran dengan membawa beberapa lembar kertas yang di berikan olwh pihak rumah sakit .
Tampak tante ira sedang menelepon seseorang dan entah apa yang di bicarakan tante ira.
Zea ikut bersama mobil ambulance yang membawa jenazah ibu nya sedangkan tante ira dan nico masing masing mengendarai mobil yang mereka bawa.
Tampak di depan rumah zea sudah ada beberapa orang pak rt mau pun bu rt yang sudah datang lebih dahulu tampak terkejut mendengar kabar kalau nurmawati salah satu warga nya meninggal .
Beberapa warga tampak menemani zea hingga acara pemakaman usai bahkan saat kembali ke rumah duka . Masa berkabung yang begitu sulit diterima zea kehilangan teman hidup nya selama ini yang merawat nya dari kecil.
Bersambungππ
__ADS_1