
Raina yang telah sampai kembali di kediaman angkasa merasa sedikit lega setelah memastikan keadaan tante nya baik- baik saja.
Raina berjalan menuju kamarnya yang terletak dilantai bawah merasa sedikit bahagia meskipun harus mengorbankan tantenya sendiri.
"Tidak apa- apa raina, setidaknya rencana mu akan berhasil."
"Maafkan raina, tante."
" Dengan begini denish akan melihat kelembutan ku merawat tante dan aku akan menyingkirkan wanita itu."
" Hahahaha..., ups."
Raina tertawa terbahak- bahak lalu menutup mulutnya sendiri, takut ucapan nya terdengar salah satu orang di kediaman anggota keluarga angkasa.
Raina membersihkan diri dan juga berendam sejenak setelah sebuah ucapan mengganggu pikiran nya. Raina berbaring ditempat tidur setelah melakukan rutinitas malam nya. Beberapa menit kemudian raina merasa ada seseorang tengah mengawasinya di ujung pintu. Raina kembali membuka matanya setelah sempat terpejam karena rasa kantuk melanda nya.
"Om..., kenapa ada disini? Apa om membutuhkan sesuatu?"
"Tidak."
Semakin lama semakin mendakat bahkan tanpa rasa sungkan daryo duduk di tepi ranjang raina.
"Yakin?"
"Iya."
Daryo semakin berani mendekati raina yang kembali menarik selimutnya. Jemari daryo semakin berani menyentuh kaki raina hingga membuat raina terkejut seketika bangun dari tidurnya.
"Om..., om mau ngapain?"
"Tidak ada, raina. Tante mu sedang di rumah sakit, jadi bolehkah om tidur disini?"
Raina tercengang mendengar perkataan daryo yang tidak masuk akal.
"Tidur disini? Tapi om."
"Om sedikit takut tidur sendirian."
Kilah daryo untuk mendapatkan jawaban iya dari raina.
"Kenapa om tak ke rumah sakit menemani tante? Dan tidur disana?"
"Tidak. Om harus bekerja besuk pagi dan om tak bisa terlambat ke kantor jika harus bolak- balik rumah sakit, rumah dan kantor."
"Hah..., bukan raina menolak. Tapi tidak pantas om tidur disini, apa kata penghuni rumah kalau om tidur disini?"
Ucap raina.
"Kau tak perlu mendengarkan kata- kata orang raina."
"Tetap saja raina tidak enak, om."
"Begini saja, om akan pindah dini hari nanti."
"Bagaimana kalau ketahuan orang?"
Raina tetap menolak dengan permintaan daryo, selain tak enak pada penghuni rumah juga sungkan dengan tante nya sendiri.
"Tak perlu khawatir raina, semua aman."
"Tidak, om. Raina juga sungkan dengan tante yang begitu baik menjaga raina."
Ucap raina.
__ADS_1
"Sepertinya aku tak punya cara lain selain kekerasan."
Gumam daryo dalam hati.
"Baiklah, kalau kau menolaknya."
Daryo berpura- pura jalan mendekati pintu menjauh meninggalkan raina.
"Tapi..., kau tak ingin melihat ini?"
Raina terkejut mendengar pernyataan daryo yang mengejutkan mengira kalau daryo hanya berpura- pura. Bahkan kembali menghampiri raina menunjukkan sebuah video padanya.
"Apa ini om?"
" Lihatlah!"
Raina terkejut setelah melihat isi dari video tersebut, menutup mulutnya sendiri yang ternganga tak menyangka ada yang merekam kejadian dimana ia menaruh serbuk obat dalam makanan yang berakibat fatal pada tantenya.
"Tidak, raina tidak sengaja om. Raina mengira makanan itu untuk orang lain, dan tak menyangka tante yang memakan makanan tersebut."
" Hahaha...., aku tidak peduli dengan alasan mu raina. Yang aku tahu jika om menyerahkan video ini pada pihak yang berwajib sudah pasti kau akan tahu apa yang terjadi?"
Deg...
Detak jantung raina berdegup semakin kencang, bahkan tak berani sedikit pun mengeluarkan sepatah kata pun.
"Maksud om apa?"
"Tidak ada. Tapi..., jika tantemu tahu kau yang meracuni nya sudah tentu sinta akan mengusirmu bahkan memasukkan mu ke dalam jeruji besi."
Deg...
Detak jantung raina kembali berdegup sangat kencang bahkan tak beraturan. Raina sedikit gemetar dengan ancaman daryo yang sudah pasti membuat impian nya lenyap juga membuatnya terkena masalah. Terlebih jika memang benar tante sinta melaporkan nya pada pihak yang berwajib, maka kebebasan nya akan lenyap begitu saja.
"Baiklah, om ada satu penawaran untukmu."
"Apa om?"
" Temani om tidur malam ini."
"Hah..., apa- apaan pria ini. Temani dia tidur? Uek..., melihatnya saja serasa ingin muntah?"
Gumam raina dalam hati.
"Lalu..., aku harus bagaimana?"
"Tante pasti akan mengusirku kalau mengetahui kebenaran nya, meskipun aku tidak sengaja tetap saja tante tak kan terima."
"Aku juga tidak mau mendekam di penjara."
Raina masih diam membisu menatap daryo bergelayut dalam alam pikiran nya.
"Atau..., kau menolaknya? Baiklah kalau begitu."
"Tidak, om. Baiklah."
Raina yang tak bisa berbuat apa pun selain pasrah menerima perlakuan yang tidak seharusnya dari suami tantenya sendiri.
Daryo begitu bersemangat ketika raina menerima permintaan nya dan juga memulai sesuatu yang sangat di inginkan nya selama ini.
Tubuh molek yang membuatnya terpesona bisa dicicipinya dengan cuma- cuma. Seorang playboy sepertinya sangat menyukai gadis- gadis bertubuh sintal yang berpakaian sexy.
Raina terpaksa melayani nafsu birahi om daryo, yakni suami tantenya sendiri. Bukan tanpa alasan raina melakukan nya, tetapi sebuah ancaman yang mau tidak mau membuatnya pasrah. Raina tidak mengetahui kalau rumah ini di lengkapi dengan cctv dan juga orang- orang yang mengawasi setiap gerak- geriknya.
__ADS_1
"Hah..., kau sudah tidak perawan?"
Celetukan daryo membuat raina menatap nya juga sedikit mengerutkan dahinya.
" Tidak apa- apa. Yang terpenting kau bisa membuat om melayang ke angkasa, itu sudah cukup. Tapi jika tidak..., kau akan tahu akibatnya."
Mendengar ancaman daryo membuat raina menghela nafas panjang yang mau tidak mau harus menikmati setiap sentuhan pria paruh baya itu.
" Brengsek!! Aku benar- benar terjebak disini."
Gumam raina dalam hati.
" Hem..., tapi tidak apa- apa. Aku bisa memanfaatkan om daryo mencapai tujuan ku."
" Meskipun aku tak bisa mendapatkan denish tapi aku bisa memanfaatkan laki- laki tua ini untuk menopang kehidupan ku."
" Raina..., raina."
Sadar dari lamunan nya karena sebuah panggilan membuyarkan lamunan nya.
" Iya, om."
Sikap raina berubah melembut saat daryo memanggilnya.
"Lakukan!"
"Baiklah."
Daryo sedikit terkejut dengan perubahan sikap raina, bukan tidak mungkin ancaman nya telah berhasil.
Keduanya terkapar saat menyudahi permainan ranjang mereka yang pasti sedikit membuat raina kelelahan dan kewalahan mengimbangi pernainan daryo. Raina tidak menyangka laki- laki yang sudah pria baya itu masih segar seperti singa muda yang meraung mencari mangsanya.
"Kau benar- benar hebat."
"Lain kali..., aku ingin lebih dari ini."
Raina mengerutkan dahinya ketika daryo mengatakan permintaan nya yang juga berlalu meninggalkan kamar raina.
"Lain kali?"
Gumam raina.
"Hah..., raina..., raina impianmu menjadi nyonya angkasa hilang sudah."
"Aku tak kan bisa terlepas dari pria itu."
"Tapi kalau dia bisa menopang kehidupa ku tak masalah."
"Dia juga hebat, meskipun sudah tua tapi masih gagah."
"Aku bahkan hampir saja kalah darinya."
Raina tertidur saat kelelahan dengan permainan nya.
Sementara daryo yang mengendap- endap keluar dari kamar raina, mengambil sebuah anggur merah di minibar tak jauh dari sana. Setelahnya ia berjalan kembali ke kamarnya yang bahkan tersenyum sendiri seperti orang gila.
"Ah..., raina..., raina permainan mu jauh lebih bagus dari siapa pun."
"Bahkan seorang ****** pun kalah dengan mu."
"Bagaimana aku tidak terbayang saat kau bisa membuatku melayang?"
Daryo menuang anggur di gelas kristal miliknya berdansa mengikuti irama musik dansa meskipun tak ada alunan musik sama sekali.
__ADS_1
Bersambung😊🙏