Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Gadis bar bar


__ADS_3

" Aaaaaaa,,,,,,."


" Awass,,, non."


Mbok ijah khawatir setelah zea terpeleset dan kehilangan kendali dan jatuh ke bawah.


" Aaaaaaa,,,,,, tolong ,,,,."


Vans yang baru saja naik terkejut ketika mbok ijah berteriak keras mendongakkan kepala nya ke atas dan termyata zea sudah jatuh dari ranting pohon .


Bukkk,,,


Zea memejamkan mata nya pasrah ketika tubuh nya yang terpelanting karena kecerobohan nya.


" Bu, aku menyusul mu."


Gumam zea dalam hati.


" Aku rela jika harus kehilangan nyawa ini untuk bertemu ibu."


" Hei,,, bangun ! Tubuh mu berat sekali ."


Denish menoel noel pipi zea yang tersenyum entah memikirkan apa .


" Apaa,,, kenapa ada suara pria itu ? Kenapa dia selalu mengikuti ku ?"


Gumam zea dalam hati yang mengira terjadi sesuatu dengan nya .


" Non,,, tuan , kalian tidak apa apa ?"


Mbok ijah menghampiri zea dan denish .


" Bangunkan dia ! Berat sekali seperti beras ."


" Ehh,,,, tidak boleh gitu sama calon istri ,tuan."


" Apaaaa ,,,calon istri ? Idih ,,, amit amit ."


Zea bangun di bantu mbok ijah setelah sadar diri nya baik baik saja. Sedangkan vans membantu denish bangun dari tempat mereka jatuh .


Rupaya denish melihat kaki zea yang terperosot hingga terjatuh dari pohon , beruntung dia ada dalam jarak yang begitu dekat lalu berlari berniat menangkap tubuh zea namun karena keseimbangan nya kurang mereka jatuh ke tanah saat denish menangkap tubuh mungil zea.


" Aduh,,, punggung ku ."


Denish merasakan nyeri saat bangun , tampak terlihat jelas pinggang nya biru membuat zea merasa khawatir.


Vans memapah denish masuk ke dalam rumah meskipun hanya memakai baju renang saja .


Zea yang semula memalingkan wajah nya melihat dada telanjang denish menoleh ke arah pinggang yang memar itu.


" Mari non , kita masuk ke dalam !"


Ucap mbok ijah membuyarkan lamunan zea tatkala sedikit melihat perut sixpacks denish.


" Aduh ,,, dada nya mengotori mata suci ku ."


Gumam zea dalam hati.


" Non zea , ada ada aja . Pamali atuh non , nggak boleh begitu . Meskipun sedih tapi nggak boleh ikut bunuh diri kasihan ibu nya disana nggak tenang di alam nya."


Ucap mbok ijah menuntun zea masuk ke dalam rumah .


Deg,,,,


Detak jantung dan pikiran zea tampak sedikit heran bahkan sedikit bingung entah apa yang dibicarakan mbok ijah .


" Bunuh diri ? Siapa yang bunuh diri ,mbok ?"


Ucap zea sedikit heran .


" Loh ,,,bukan nya non zea tadi bilang mau bunuh diri nggak kuat hidup sendiri ?"


" Hah,,,, zea bilang begitu ? Aduh,, mbok salah dengar pasti . Zea bilang zea nggak mau , mau disini . Mbok mau jambu ini ."


" Haaaa,,,, jadi mbok salah dengar ?"


" Mungkin ."


Ucap zea menghela nafas panjang .


" Hihihi,,,,, maaf non . Mbok sudah tua."


Mbok ijah terkekeh geli menyadari kesalahan nya.

__ADS_1


Denish yang berada di kamar mama nya setelah selesai membersihkan diri merasa sedikit kesakitan bagian pinggang nya.


" Aduh,,,, sakit sekali . Gara gara gadis itu .'


" Apa yang di pikirkan nya ? Mau bunuh diri segala ."


" Seolah tak menginginkan hidup ."


" Bagaimana ia bisa naik setinggi itu ?"


" Dasar gadis bar bar !!"


Denish melihat dari kaca ternyata ada memar biru di pinggang nya .


" Hah,,, pantas saja sakit , ternyata memar ."


Ucap denish .


" Vans ,,, vans ,,, ."


" Ya, tuan. Anda membutuhkan sesuatu ?"


" Suruh mbok ijah membawa kompres untuk ku dan juga salep memar. Pinggang ku sedikit memar ."


Ucap denish.


" Baik ,tuan . Apa tuan ingin ke dokter ?"


" Tidak . Hanya sedikit tidak parah."


" Baik lah ."


Denish kembali masuk ke dalam kamar membaringkan tubuh nya ditempat tidur dengan posisi miring .


Vans berjalan ke dapur menghampiri mbok ijah yang sedang memasak sesuatu di dapur ditemani zea .


" Mbok , tuan ingin salep memar dan kompres ."


" Baiklah ,eh ,,, tapi mbok sedang masak . Gimana kalau gosong ?"


Ucap mbok ijah.


" Biar zea yang anterin ,mbok ."


Ucap zea.


Mbok ijah menarik lengan vans yang entah akan berbicara apa lalu menggelengkan kepala nya melarang vans berbicara.


" Iya non. Terima kasih , sudah merepotkan non ."


" Tidak apa apa , lagipula mbok kan sedang sibuk ."


" Sebentar mbok siapin ."


Sambil menunggu kompres yang disiapin mbok ijah , zea membantu meracik bahan bahan yang akan di masak mbok ijah .


" Ini ,non."


Zea mengangguk pelan yang kini berjalan ke arah kamar yang di tempati denish.


Mbok ijah tersenyum senang melihat kucing dan tikus itu bersama, seolah ingin menjodohkan mereka berdua. Mbok ijah tahu ,zea adalah anak yang baik dan sebenar nya penyayang .


" Mbok , kenapa mbok membiarkan non zea ke kamar tuan ? Bagaimana kalau bertengkar lagi ?"


" Sstts,,, sudah diam . Mereka tidak akan bertengkar justru saling membutuhkan ."


Ucap mbok ijah.


" Aden tidak memperhatikan tuan ,meskipun dia cuek dan dingin namun juga perhatian dengan non zea . Bukti nya tuan nylametin non zea dari jatuh nya ."


" Mudah mudahan mereka berjodoh dan segera melupakan non rayna ."


Ucap mbok ijah .


" Aden mau ,tuan muda menjadi bujang lapuk ?"


Ucap mbok ijah pada vans .


Vans hanya menggeleng gelengkan kepala nya mengerti ucapan mbok ijah .


Serelah menelaah memang benar apa yang dikatakan mbok ijah , selama ini tuan memang menutup diri dari kehidupan asmara nya setelah penghianatan rayna .


Vans memang menangkap sinyal aneh yang beberapa kali ditunjukkan denish secara tidak sengaja .

__ADS_1


Tok tok tok,,,,,


" Masuk mbok ,,,."


" Lihat ini ! Gara gara gadis bar bar itu pinggang ku memar ."


Tanpa melihat siapa yang datang , denish mengadu tentang zea namun zea hanya diam menghela nafas panjang nya .


Meskipun agak sedikit malu melihat bagian tubuh denish yang terbuka namun ia telah mengiyakan mbok ijah untuk menggantikan nya mengompres tuan muda.


Secara perlahan lahan zea mengompres memar yang berwarna biru itu dengan air hangat .


" Apa yang dipikirkan gadis itu ? Berasa punya nyawa lebih saja, pakai acara bunuh diri segala lagi."


Zea terlihat kesal mendengar nya namun tetap memilih untuk diam .


" Coba aku tak menangkap nya , sudah patah kaki nya ."


" Tak tahu terima kasih ."


" Dasar bar bar !!"


Batin zea seolah bergejolak mendengar ocehsn ocehan dari mulut sadis denish hingga tanpa sadar menekan kompres yang menyebabkan denish meringis kesakitan .


" Aduh,,,,aduh,,,, sakit mbok , pelan pelan ."


" Sakit ya , mau lagi ? "


Dengan sangat cepat denish menoleh ke samping dan meraih tangan zea .


" Kau ,,, ? Siapa yang menyuruhmu datang kemari ?"


" Tidak ada ,mbok ijah sedang masak jadi aku yang menggantikan nya ."


Ucap zea menarik tangan nya dari tangan denish.


" Tapi,,, mulut mu berbisa seperti ular ."


Ucap zea dengan sinis.


" Apaa kau bilang ? "


" Tidak ada , tidurlah aku akan mengompres memarnya agar tidak terasa nyeri. !"


Ucap zea.


" Tidak .Keluar dari kamarku !"


Ucap denish .


" Baiklah , tapi setelah mengoleskan salep dulu."


" Tidak perlu."


Meskipun mendapat penolakan tapi zea bersikeras mengoles salep di pinggang denish namun tangan itu di tarik denish hingga tersungkur di dada denish .


Deg deg,,,,


Deg deg,,,,


Detak jantung zea dan denish berpacu kencang seperti pacuan kuda saat mereka saling memandang dan entah apa yang mereka lamunankan.


" Tuan, cepat lepaskan ! Kalau tidak salep nya akan kemana mana ."


Ucap zea yang terlebih dahulu sadar dari lamunan nya.


Denish tersadar saat suara zea terdengar meronta meminta di lepaskan , segera melepaskan tangan zea.


Denish yang semula menolak di olesi salep, mau tidak mau menerima bantuan zea mengoleskan salep di bagian memar .


Tanpa mereka sadari dua buah pasang mata mengintip melalui pintu yang tak tertutup rapat .


Ya, siapa lagi kalau bukan mbok ijah dan vans yang tersenyum melihat kedua tom and jerry itu bersama.


" Nah ,,,benar kah apa kata mbok ?"


Ucap mbok ijah .


" Hihihi,,,, ."


Denish hanya terkekeh geli mendengar apa yang di katakan mbok ijah .


Vans setuju dengan pendapat mbok ijah yang menginginkan mereka untuk bersatu .

__ADS_1


Bersambung 😊🙏


__ADS_2