Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Rebutan


__ADS_3

" Zea , dimana sebenar nya ? Kenapa seakan menghilang di telan bumi ?"


Gumam nico.


" Apa aku pergi saja dari sini ?"


" Sepertinya memang tidak ada signal keberadaan zea disini."


" Tapi kenapa ponsel nya sempat aktif di tempat ini."


" Aaaaaa,,,,, ."


Nico berteriak membanting stir kemudi mobil nya .


Merasa sedikit frustasi , nico beranjak meninggalkan tempat itu.


Beberapa waktu yang lalu nico sempat bertanya tentang keberadaan zea namun penjaga paviliun hanya mengatakan kalau paviliun itu ditempati oleh tuan muda denish angkasa beserta istri nya .


Nyali nico sedikit menciut ketika penjaga paviliun menyebutkan nama pemilik paviliun yakni orang yang sangat tersohor bahkan bisa dibilang penguasa di kota tersebut.


Tapi nico seperti mempunyai feeling tersendiri tentang paviliun itu dan itulah sebab nya nico masih bersikeras tetap disana meskipun tidur berhari hari di mobil.


Demi mencari keberadaan zea, nico rela melakukan apapun demi orang yang disayangi nya dan dijaga nya selama ini.


Nico memutuskan pergi meninggalkan tempat itu , setelah berhari hari mengintai paviliun tersebut yang ternyata milik dari pengusaha terkenal .


Denish tampak menyunggingkan senyum di kedua sudut bibir nya saat melihat pergerakan mobil tersebut meninggalkan tempat yang tak jauh dari pavaliun nya.


Denish keluar dari ruang kerja nya meskipun bersebelahan dengan kamar denish namun ruangan tersebut juga memiliki pintu dari luar kamar.


" Vans , bagaimana dengan meeting nya ?"


" Berjalan lancar ,tuan ."


Ucap vans berdiri saat mendengar suara denish .


" Nona sera sempat menanyakan keberadaan tuan ."


" Seperti nya nona sera sempat kecewa karena tuan tidak hadir dalam meeting tersebut."


" Baiklah, aku akan ke kolam renang ."


Ucap denish setelah mendengar apa yang disampaikan vans.


" Tuan,,,."


"Ya , vans. Ada masalah ?"


" Nona savana mewakili meeting dengan jaya group pagi ini ."


" Savana ,,,?"


" Benar ,tuan."


Denish tampak mengerutkan dahi nya saat mendengar savana mewakili meeting yang sama sekali bukan bidang nya ."


" Awasi gadis itu ,vans ! Seperti nya mulai bermain api ."


Ucap denish .


" Baik ,tuan."


Denish berjalan menuju kolam renang meskipun masih panas namun ia hanya akan duduk dan berbaring disana .


Tak jauh dari sana zea sempat mendengar pembicaraan merek melalui pintu kamar nya pada saat ia akan keluar kamar nya.


"Non,,,."


" Ah,,,mbok . Bikin kaget zea saja."


" Non ngapain ngintip seperti itu ?"

__ADS_1


" Tidak apa apa mbok."


Ucap zea berjalan seperti biasanya ke dapur membuat satu cemilan yang disukai nya.


Vans sedikit mengerutkan dahi nya mendengar samar samar perbincangan mbok ijah dan nyonya muda nya.


Cemilan kesukaan zea yang tak lain adalah jasuke, selain bahan bahan mudah didapat juga sangat sederhana dan simpel cara membuat nya .


Beberapa cup jasuke ada di atas meja , zea hanya mengambil satu cup lalu duduk do ruang tengah dimana vans meninggalkan laptop dan berkas yang di berikan vani pada nya karena dering handphone nya yang mengganggu.


Tanpa sengaja zea membuka berkas tersebut membaca nya lembar demi lembar . Zea yang seorang akuntan dengan mudah menemukan letak perbedaan angka yang tertera dalam berkas tersebut .


Bahkan zea mengerutkan dahi nya ketika mengetahui nominal angka yang akan dibayarkan untuk pekerja fantastis .


Zea meminta sebuah pena pada mbok ijah setelah mencari di sekitar meja tak menemukan satu alat tulis pun .


Zea melingkari kesalahan kesalahan pada proposal tersebut dan juga menulis sedikit pesan kenapa angka tersebut salah .


Setelah nya zea memilih berjalan ditaman gazebo dimana ada sebuah burung yang di pelihara mang kasim di sana .


Vans baru saja kembali heran ada cup cup di atas meja makan ,menghampiri nya mengambil nya lalu mencicipi nya.


" Enak."


" Siapa yang buat, mbok ?"


" Non zea ,den. Enak tidak ?"


" Iya , enak sekali ."


" Hihihi,,, . Benar benar nggak salah pilihan tuan muda , selain nona cantik juga pandai masak. Mbok aja habis dua ."


" Apa yang habis dua ?"


Samar samar denish datang dari kolam renang mendengar mbok ijah dan vans berbincang.


" Ini tuan ,jasuke ."


Mbok ijah menjawab pertanyaan denish yang tengah menatap tajam pada mereka.


" Iya, masa' tuan ndak tahu ? Jagung susu keju , non zea yang membuatnya."


Denish meraih cup yang ada di atas meja ,mencicipi apa yang dinamakan jasuke .


Semula denish mengerutkan dahi nya , mencicipi apa yang dinamakan jasuke. Namun setelah beberapa sendok memakan nya secara berulang , denish meraih cup yang akan di ambil vans dan juga menatap tajam pada vabs hingga melepaskan cup yang berisi jasuke tersebut.


" Ini punya ku, nyonya mu membuatnya untuk ku."


Ucap denis.


" Ciee,,, yang mulai menyukai masakan istri nya ."


Sindiran keras mbok ijah sama sekali tak diindahkan denish pergi begitu saja.


Denish membawa beberapa cup jasuke ke ruang kerja nya hingga membuat vans dan mbok ijah tercengang melihat sikap denish .


" Sepertinya sudah ada tanda tanda ,mbok ."


" Iya ,den. Mbok rasa juga begitu ."


" Mudah mudahan secepatnya ya ,den."


" He'em."


Kedua nya memandang kepergian denish dengan tatapan bahagia dan juga penuh harapan besar.


Vans kembali melihat beberapa email yang masuk melalui layar laptop nya namun mata nya tertuju pada map yang terbuka bahkan ada sebuah pensil di atas nya.


Vans meraih pensil di atas map tersebut , terkejut melihat lingkaran lingkaran pensil tersebut dan juga beberapa kalimat yang menerangkan kesalahan penulisan nya .


" Siapa yang menulis ini ? "

__ADS_1


" Tuan muda ? Tidak mungkin ."


" Mungkinkah nyonya ? Bisa jadi , beliau kuliah di managen akuntansi dan seorang sarjana akuntansi ."


Gumam vans hampir tak mempercayai nya .


Nyonya muda nya ternyata seorang yang cerdas bahkan di luar dugaan .


" Mbok,,,, mbok ,,,."


" Iya ,non. Non membutuhkan sesuatu ?"


" Tidak , hanya ,,,, dimana semua cup jasuke ? Tak ada sama sekali ."


Ucap zea yang bertanya beberapa jasuke yang dibuatnya sama sekali tak tersisa.


" Maaf ,non. Mbok ambil dua cup , den vans satu cup dan sisa nya,,,,,."


Mbok ijah seakan ragu mengatakan nya melihat tatapan tajam zea.


" Sisa nya ,,,?"


" Dibawa tuan muda ,nyonya ."


Ucap vans yang secara tiba tiba datang ke meja makan .


" Hah,,, si dingin itu doyan juga jasuke ?"


" Tuan muda menyukainya ,non. Bahkan secara lantang bilang kau non membuat untuk nya ."


Ucap mbok ijah .


" Ih,,, percaya diri sekali. "


Gumam zea


" Seperti nya non harus sering masak untuk suami tercinta . Hihihi,,,."


Mbok ijah dam vans tersenyum , terkekeh gelu melihat reaksi zea yang seperti kucing dan tikus saat berdekatan dengan denish.


Zea tak mengindakan sindiran mbok ijah juga senyuman bahagia yang terpancar di wajah kedua nya namun zea hanya menggelengkan kepala nya.


" Bagaimana mungkin dihabiskan sendiri ? Padahal aku baru makan satu cup saja ."


Gumam zea yang kembali membuat cemilan namun tak lagi berbahan dasar jagung .


" Ada tempe , goreng saja pakai tepung ."


Zea memang suka menyemil meskipun begitu tak membuatnya gendut.


Tak berapa lama tempe crispy ada di atas meja zea mengambil beberapa lalu meninggalkan nya di atas meja makan .


Mbok ijah dan vans melirik ke arah meja , kedua nya bergegas ingin mencicipi masakan zea .


Namun denish datang membawa nampan cup bekas dari jasuke mengerutkan dahi nya ketika melihat kedua nya hanya menatap piring yang berisi makanan .


" Eh,,, eh,,,tuan , jangan semua nya ! Nanti non zea nyariin ."


"Biarkan saja ! Lagi pula dia istri ku ."


Jawaban telak denish membuat kesua nya rak berkutik


" Tapi tuan ,kami ingin mencicipi sedikit ."


" Tidak."


Mbok ijah tak mau kalah dengan denish , menarik piring yang berisi cemilan.


Akhir nya tarik menarik pun terjadi antara denish mbk ijah dan vans yang ternyata ikut .


Zea yang datang dari arah belakang terkejut dengan tingkah mereka bertiga yang berebut dengan piring tersebut .

__ADS_1


" Berhenti !!"


Bersambung 😊🙏


__ADS_2