Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Bertemu rizal.


__ADS_3

Hari sudah semakin sore zea mengajak pulang nico setelah menghabiskan beberapa waktu di taman hiburan ini .


Zea terlihat senang meskipun sebenarnya hati dan pikiran zea sedang tidak baik baik saja.


" Kau tak ingin membeli sesuatu ?"


" Tidak, masih banyak makanan di rumah ."


" Baiklah ."


Nico menggenggam erat tangan zea meskipun zea agak malu tetapi tak berdaya menolaknya.


Zea berhenti melangkah ketika melihat sepasang keluarga dengan putri kecil mereka bermain di taman tersebut.


" Ada apa ?"


Nico memgikuti arah pandangan zea yang tersenyum pada keluarga itu , mengerutkan dahi nya .


" Kau tidak sedang memikirkan kita punya anak kan ?"


" Apaaa,,,, punya anak ? Idih,,,, ogah ,nikah aja belum masak hamil duluan sih ?"


Zea mengerucutkan bibir nya memicingkan mata nya pada nico , tampak terlihat kesal .


" Hust,,,, . Pikiran mu kotor ."


" Jika aku mau ,bisa membuatmu mengandung anakku ."


Zea menatap heran pada jawaban nico.


Zea tampak berpikir apa yang dikatakan nico ada benarnya , nico bisa saja melakukan hal hal aneh ketika berdua saja di rumah sementara mereka hanya berdua saja dirumah zea.


" Benar juga apa yang dikatakan nya , kenapa aku goblok banget sih ?"


Gumam zea dalam hati nya.


" Zea,,,,."


Zea mendengar suara panggilan yang begitu familiar bahkan sebisa mungkin dihindarinya .


Zea maupun nico menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara yang memanggil nya .


" Zea ,,,."


Yah, rizal melihat zea berjalan di taman hiburan itu menghampiri nya memegang kedua tangan nya meskipun salah satu tangan zea berada dilengan nico, rizal meraih kedua nya memegang erat kedua tangan tersebut.


" Kau masih ingat taman kesukaan kita ?"


Zea mengerutkan dahinya mendengar perkataan rizal lalu mengalihkan pandangan nya pada nico.


" Kenapa tidak menelepon kalau mau kesini ? Aku bisa menemanimu bahkan bisa menjemputmu seperti dulu ."


Zea semakin bingung dengan perkataan tentang masa lalu yang tak ingin di kenang maupun di ungkit lagi.


" Kau masih ingat kita sering menghabiskan waktu disini ?"


" Terima kasih telah mengantar zea ke tempat ini ."


Rizal mengucapkan terimakasih pada nico dan juga memegang salah satu tangan nya.


Nico mengerutkan dahinya tak mengerti apa yang dikatakan cowok yang berada didepan nya bahkan pernah bertemu dengan nya dirumah sakit sewaktu menjenguk ibu zea.


" Pulang lah ! Aku yang akan menemani dan mengantar zea pulang ."

__ADS_1


Nico memicingkan mata nya menatap rizal lalu mengalihkan pandangan nya pada zea yang juga tampak bingung menolak perkataan rizal.


Sedangkan zea tak ingin berurusan dengan rizal yang mana mengingatkannya pada masa dulu .


" Pulang ? Apa maksudmu pulang ? Aku yang membawa nya kesini dan kami akan pulang karena sudah lama di sini ."


Ucap bryan menghela nafas panjang nya.


" Maksudnya , kalian sudah lama di sini ?"


Zea mengangguk pelan tanda membenarkan ucapan nico.


" Yah, sayang sekali . Kalau begitu aku akan mengantar mu pulang ."


" Tidak, aku pulang bersama nico. Terima kasih rizal ."


Ucap zea yang kemudian menggandeng tangan nico .


Tampak raut wajah rizal yang kecewa dengan penolakan zea , juga tersirat sedikit kemarahan saat zea menggandeng tangan cowok lain selain diri nya.


" Aku pulang dulu , zal."


" Eh,,,,iya , hati hati dijalan ya !"


" Hem,,,."


Zea tampak melambaikan tangan nya pada rizal meskipun rizal kecewa namun menutupi nya dengan senyuman .


Nico tak menunjukkan reaksi apa pun , hanya bersikap biasa saja lebih memikirkan pergelangan kaki zea yang sakit dari pada masalah lain nya.


Zea bernafas lega , untuk pertama kali nya bisa menolak permintaan rizal .


Zea tengah malas berurusan dengan rizal apalagi ibunya yang super judes saat mencaci orang lain tanpa mendengar penjelasan orang lain.


Nico melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi , sesekali melirik zea yang diam membisu seakan memikirkan sesuatu . Nico enggan bertanya meskipun ada rasa khawatir dengan sikap zea.


" Hah ,,,, sudah sampai ?"


"He'em,,,."


Zea turun dari mobil nico , masih tertatih tatih kaki nya berjalan sampai ke depan pintu rumah.


"Istirahat lah ! Aku tidak masuk ke rumah ."


" Hem, baiklah . Hati hati di jalan !"


" Iya ,sayang ku. "


Nico tersenyum menyentil hidung zea yang terperangah mendengar kata mesra untuk diri nya.


" Aku akan berkunjung setelah pekerjaan ku selesai."


Ucap nico setelah beberapa langkah meninggalkan zea menoleh sejenak pada gadis yang ia jaga selama beberapa tahun dijaga nya tanpa sepengetahuan zea sendiri.


Tanpa disadari sepasang mata mengawasi keberadaan mereka bahkan tangan nya mengepal keras ketika melihat nico sedikit bercanda dengan zea.


Nico melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju kantor nya , asisten nya menelepon ada sedikit masalah di kantor mengenai proyek yang baru saja dimenangkan nya.


Zea menutup kembali pintu rumah nya rapat rapat bahkan mengunci pintu rumah nya.


Zea teringat sebuah kartu nama di saku nya yakni kartu nama sania sahabat lama nya .


💬 Sania.

__ADS_1


💬 :" Sania , maaf aku mengganggumu . Ini aku zea.


💬 :" Senang sekali bisa bertemu dengan mu kembali.


💬 :" Aku sangat merindukan mu . Sering kali aku mampir ke rumah lama mu namun rumah itu menjadi rumah tua yang lama tak berpenghuni.


💬 :" Baiklah, aku tidak akan mengganggu mu . Kau berhutang cerita pada ku . Zea."


Setelah mengirim pesan , zea memilih berbaring di depan televisi di ruang tengah namun teringat sebuah amplop coklat yang ditemukan di bawah ranjang ibu nya.


Secara perlahan zea berniat membukanya namun telepon dari sania membuatnya mengurungkan niat nya membuka amplop tersebut.


📞 Incoming Call "Sania"


" Sania ,,,."


Gumam zea.


📞 :" Hem,,, pucuk dicinta ulam pun tiba ."


📞 :" Hahaha,,,,. Sejak kapan zea yang tidak menyukai pelajaran bahasa indonesia bisa paribahasa."


📞 :" Hihihi,,,. Apa kau sedang free hingga menelepon orang tak penting seperti ku ?"


📞 :" Hihihi,,,. Sedikit . Bagaimana kabarmu zea ? Aku merindukan mu ,tapi sayang aku ada urusan tadi ."


📞 :" Tidak apa apa, aku bisa mengerti . Kemana kau pergi selama ini ? Hingga melupakan ku ."


📞 :" Maaf zea, aku pindah ke luar kota ikut nenek ku . Ayah ku bangkrut dan ibu ku meminta cerai memilih menikah dengan orang yang lebih kaya . Tinggal aku hidup dengan ayah dan nenek ku namun beberapa tahun terakhir setelah nenek ku meninggal, ayah ku sakit sakit an hingga akhirnya meninggal."


📞 :" Oh,,, maaf sania, aku tak bermaksud membuka luka lama ."


📞 :" Tidak ,zea. Semua memang sudah takdir nya , bagaimana dengan mu ?


📞 :" Aku,,,? Masih sama seperti yang dulu , jika aku merindukan mu sering kali mampir ke rumah lama mu namun tak menampakkan tanda tanda ditempati ."


📞 :" Zea ,,,zea ,, kau tidak tahu aku juga merindukan mu . Tapi sayang nya aku kehilangan ponsel ku , oh tidak lebih twpat nya ibuku membawa kabur ponsel satu satu nya. Maafkan aku zea."


📞 :" Sudahlah , yang terpenting kita bisa komunikasi lagi."


📞 :" Bagaimana dengan ibu mu ? Kau tinggal dimana ?"


📞 :" Ibu ku sekarang di ruang icu , penyakitnya kambuh bahkan lebih parah. Aku masih tinggal dirumah yang sama sania."


📞 :" Benarkah ? "


📞 :" Iya."


📞 :" Baiklah , aku akan ke tempat mu sekarang.'


📞:" Benar kah ?"


📞 :" He'em ."


📞 :" Aku menunggu mu."


📞 :" Okay, bye."


📞 :" Bye."


📞 :" klik."


Mereka menutup telepon masing masing , zea membereskan sedikit kekacauan rumah nya saat sania berkata akan mampir ke rumah nya .

__ADS_1


Hati zea sangat bahagia menemukan sahabat lama nya yang hilang beberapa tahun.


Bersambung 🙏😊


__ADS_2