Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Mengetahui kebenaran zea.


__ADS_3

Zea menangis di dalam kamar nya merasa sedikit menyesal membentak ibunya seperti itu . Tak pernah terpikirkan sekalipun menyakiti ibunya.


" Maaf in zea , bu. Zea belum bisa menjadi anak yang baik ."


Zea lantas ke kamar mandi membersihkan diri dan juga rutinitas malam nya . Sesekali berbalas pesan dengan group sahabat sahabat nya maupun dengan dosen dosen yang kebetulan dekat dengan nya .


Zea memeriksa email yang masuk , barangkali ada panggilan kerja yang ia layangkan srcara online .


Zea tak begitu kecewa ketika melihat tak ada satu pun email yang membalas nya karena ia memang sudah mendapat pekerjaan setidak nya bisa mencukupi kehidupan sehari hari nya .


Meskipun zea masih mempunyai tabungan yang cukup dari hasil photo model tapi tak lantas membuat zea bermalas malasan .


💬 messege " mel mel ."


💬 :" Zea, kemana aja ?"


💬 :" Ada,,,."


💬 :" Kok nggak ada kabar ? Di kampus juga nggak ada ?"


💬 :" Gue kan tinggal wisuda , oon. Ngapain cari di kampus ?"


💬 :" Hihihi,,, iya yah. Biasa nya nongkrong ."


💬 :" Sibuk kerja."


💬 :" Loe udah dapat kerjaan , zea."


💬 :" Hem,,,."


💬 :" Syukurlah, kerja dimana ?"


💬 :" Di toko waktu itu ."


💬 :" Maafin gue ya zea , nggak bisa bantu loe."


💬 :" Nggak apa apa, gue mau tidur capek ."


💬 :" Okay , miss u ."


" Ih,,, kayak pacar aja , miss u ."


Zea meletakkan ponsel nya di atas nakas lalu menarik selimut menutupi tubuhnya dari hawa dingin ac.


Seperti biasanya zea menyalakan alarm untuk membangunkan nya dari lelap tidur nya . Jika dulu zea sering membantu ibunya membersihkan rumah karena pertengkaran dengan ibunya selama beberapa hari , zea hanya berlalu begitu saja bahkan pakaian kotornya sengaja dibawa ke laundry .


Meskipun nurma berusaha untuk bertegur sapa namun sikap dingin dan keras kepala zea tak mudah diluluhkan begitu saja .


Zea yang sebenarnya periang ,ramah, suka bercanda berubah sejak sikap ibunya yang kasar saat menanyakan keberadaan ayahnya karena ejekan semua teman teman nya.

__ADS_1


Waktu pun berlalu dari detik menit jam maupun hari , terkadang zea tak pulang ke rumah karena lembur zea harus menginap di rumah zea yang di beli nya dengan mengangsur sewaktu bekerja sebagai photo model.


Jarak rumah ibu nya dan rumah nya ke toko lebih dekat rumah nya. Namun zea selalu menelepon tante ira untuk memastikan keadaan ibu nya .


" Nur , zea tidak pulang . Lembur kata nya."


Ucap ira menghampiri nurma di teras rumah nya . Ira tahu kalau nurma sedang menunggu putri nya.


" Lembur ,,,? Apa itu hanya alasan menghindariku ?"


Seperti sedang memikirkan sesuatu terpancar dari tatapan matanya yang kosong , nurma menjawab pernyataan ira jika zea tidak pulang.


" Menghindar ,,? Kamu terlalu berlebihan nur . Putri sendiri tidak dipercaya."


" Kenapa tak menelepon ku tapi meneleponmu ? Apa zea juga percaya padaku ?"


Ira menghela nafas kasar nya ketika melihat sahabat nya bersedih . Terkadang ira kadihan melihat nurma seperti itu tapi ia juga kesal ketika melihatnya memarahi zea .


" Kau jangan berprasangka buruk , lihat dulu ponsel mu mati atau hidup !"


Ucapan ira membuat nurma sadar dari lamunan nya lalu masuk ke dalam rumah mencari dimana keberadaan ponsel nya.


Ira mengikutinya dari bekakang takut terjadi sesuatu dengan nya.


Setelah mencari disetiap sudut ruangan, tak menemukan dimana ponsel nurma berada.


Nurma melihat secarik kertas yang tak lain adalah kuitansi pembayaran dari konter hape.


" Kau menjual ponsel mu nur ? Pantas saja zea bilang ponsel mu mati."


Nurma baru menyadari jika ia telah menjual ponselnya , tersenyum menganggukkan kepala nya pada ira.


"Apa uang dari zea yang kuberikan kemarin kurang ?"


" Tidak , cukup . Bahkan masih utuh ."


Nurma kemudian duduk di kursi sofa ruang tengah miliknya.


" Lalu ,,,kenapa kau menjual ponsel mu ?"


" Aku tak ingin menggunakan uang tersebut."


Ucap nurma.


" Kenapa ? Kau masih berpikir jika uang itu hasil kerja zea sebagai photomodel ?"


Ira bisa menebak secara tepat kemana jalan pikiran nurma ketika mengatakan jika ia tak ingin menggunakan uang tersebut.


" Hah ,,,hahaha,,, . Nur,,, nur ,,, jangan karena sakit hati dengan surya sampai membutakan mata mu."

__ADS_1


Ira merasa sedikit geram dengan sikap nurma lalu menarik tangan nya dengan tiba tiba .


" Ikut denganku !"


" Tapi,,, ra , bagaimana kalau zea pulang ?"


" Sudah ikut saja."


Ira mengunci pintu rumah nurma lalu marik tangan nurma ke rumahnya .


Ira mempunyai sebuah mobil meskipun tua tapi masih bisa dipakai sehari hari .


" Kita mau kemana ra ?"


" Nanti kau akan tahu sendiri ."


Ira tak kuasa menahan kemarahan nya pada sahabatnya tersebut.


Tak berapa lama mereka sudah sampai tempat tujuan dan ira memarkir agak jauh dari toko zea.


Secara kebetulan saat itu zea sedang berada di luar toko mengangkat barang barang.


" Kau lihat itu ! Buka matamu lebar lebar ! Agar kau dapat melihatnya dengan jelas."


Ira berbicara dengan nada sedikit ketus dan juga kesal dengan sahabatnya itu.


Nurma terkejut melihat zea yang tengah menggotong kardus kardus barang masuk ke dalam toko .


Tangan nya bergerak secara reflek menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya .


Ternyata ia telah salah paham dengan putri nya sendiri bahkan benar yang dikatakan ira jika ia tak percaya dengan putri nya sendiri.


Hingga muncul tina yang baru pulang mbeli makanan untuk mereka berdua .


" Mbak zea , istirahat dulu . Kita makan dulu yuk ."


" Iya tin, tinggal satu kardus . Tunggu ya !"


" Iya mbak, setia menanti mu . Hihihi,,,."


" Ih ,,, gaya nya."


Nurma turun dari mobil nya bergegas berjalan menghampiri zea .


Ira terkejut melihat sahabatmya turun begitu saja .


Tak menoleh kanan kiri nurma menyebrang jalan begitu saja , sebuah sepeda motor yang datang dari arah belakang hampir saja menabrak nya.


" Awaaaasss nur !!"

__ADS_1


Bersambung 😊🙏😁


__ADS_2