Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Denish angkasa 2


__ADS_3

" Apaaa ,,,,ternyata dia seorang perempuan ?"


Masih terpesona dengan kecantikan dan juga wangi rambut zea, denish diam membisu meraba detak jantung nya yang tak karuan.


Sedangkan zea sudah kabur dengan sepeda motor nya yang tidak jauh dari sana.


" Cepat,,, kejar ! Jangan biarkan dia lolos !"


Ucap vans dengan nada tinggi nya .


Vans tercengang melihat tuan nya tergeletak di lantai meraba jantung nya meskipun mata nya terbuka tapi kunjung bangun .


" Tuan, anda tidak apa apa ?"


Vans bergegas membantu tuan nya khawatir terjadi apa apa dengan nya.


" Cepat bantu aku ! Aku akan membalas perempuan itu !!"


Nada kesal yang di ucapkan denish membuat vans sendiri bergidik ngeri.


Setelah denish benar benar berdiri , ia menatap tajam pada vans yang menundukkan kepala nya.


" Vans , tangkap perempuan itu hidup hidup ! Aku sendiri yang akan memberi nya pelajaran ."


" Perempuan ? Maksud tuan ? Bartender itu ?"


" Siapa lagi ?"


" Baik ,tuan."


Vans mengikuti denish dari belakang mengekori punggungnya menuju mobil mereka yang kemudian membukakan pintu mobil untuk tuan nya.


" Vans , kembali ke rumah !"


" Baik ,tuan."


Vans memberi isyarat pada sopir segera melajukan mobil nya kembali ke kediaman angkasa.


Di dalam perjalanan tampak denish memijit pilipis nya terlihat seperti merasa nyeri di kepala nya .


" Siapa perempuan itu ?"


" Apa tujuan nya mengacaukan pertemuan ku dengan wiliam ?"


"Apa memang suruhan wiliam ?"


" Tidak , tidak mungkin wiliam seperti itu ."


" Tapi bagaimana jika benar ? Aku akan membalasmu wiliam jika kau sengaja mengacaukan pertemuan bisnis kita untuk keuntungan mu sendiri ."


Denish masih bergelayut manja dengan alam pikiran nya yang sedikitnya membuat nya pusing harus mengeluarkan sedikitnya uang ganti rugi.


Dug dug,, dud dug,,


"Kenapa detak jantungku berdebar tak karuan ?"


" Apa aku sakit jantung ?"


" Terasa nyeri tapi juga berdebar debar ."


" Apa aku punya kelainan jantung ?"


Denish memejamkan matanya tak ingin berlarut dalam pikiran nya , di tepisnya jsuh jauh kalau ia memiliki penyakit .


Mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di halaman utama posisi di samping pintu utama masuk ke kediaman angkasa .


" Tuan, apa anda tidur ? Kita sudah sampai , tuan ."


" Tidak , vans. Aku tak ingin ke kantor hari ini , pastikan perempuan itu segera tertangkap !!"


Ucap Denish.


" Baik, tuan."


Vans tak mengantar denish sampai ke dalam rumah , ia harus segera kembali ke apartemen setidaknya untuk beristirahat sejenak sebelum mengemban tugas berat hari ini atas ketidakhadiran tuan nya di kantor.

__ADS_1


Denish berjalan menuju kamar nya yang berada di lantai dua , kamar yang cukup besar dan mewah dengan design klasik dan serba hitam bergaris abu mendominasi kamar yang di huni nya selama ini .


Denish adalah putra pertama cucu pertama kesayangan kakek saputra dan nenek salamah meskipun mereka mempunyai putra yang lain namun kakek mau pun nenek sangat menyayangi nya karena kedua orang tua nya yang sudah meninggal.


Denish membaringkan tubuh nya di ranjang king size milik nya ,mencoba memejamkan mata nya meskipun terasa sulit namun masih mencoba menidurkan mata nya yang enggan terpejam.


" Brengsek !! Kenapa bayangan kerugian muncul di mata ku ?"


" Aku rasa ada yang aneh dari semua ini ."


" Gadis itu ,,, kenapa membuat jantung ku tak berhenti melompat lompat ."


" Seperti nya aku harus menyuruh saka kemari."


Denish berbicara sendiri seperti orang gila ,berguling kesana kesini di ranjang king size milik nya .


Hingga akhir nya denish memutuskan berendam mungkin akan membuatnya sedikit lebih tenang dengan sedikit aroma terapi relaxsasi .


Beberapa jam berendam tak membuatnya tidur justru mata nya semakin terbuka lebar hingga mau tak mau , denish meraih anggur merah yang berada di samping bath up yang memang tersedia disana.


Pagi hari menjelang , sinar matahari yang mulai meninggi para pelayan kediaman angkasa di sibukkan dengan tugas masing masing apalagi urusan sarapan di meja makan sudah ada kepala pelayan yang mengatur nya.


Bibi Ha adalah kepala pelayan yang mengatur segala keperluan rumah kediaman angkasa juga mengurus keperluan pribadi tuan muda angkasa yakni denish angkasa.


Kring,,,, kring,,,,


Sebuah telepon intercom yang berada di dapur memang sudah di pahami oleh semua pelayan yang hanya boleh di angkat oleh bibi ha.


📞 :" Selamat pagi ,tuan. Apa ada yang bisa saya bantu ?"


📞 :" Katakan pada semua orang untuk sarapan terlebih dahulu ."


📞 :" Baik, tuan."


📞 :" Bibi ha , aku ingin sarapan di atas."


📞 :" Baik , tuan."


📞 :" Dan panggil saka untuk datang ke rumah ."


📞 :" Klik."


Setelah menutup sambungan intercom , bibi ha menyuruh pelayan menyiapkan sarapan terpisah untuk tuan muda dan juga tampak meenghubungi seseorang.


📞 Calling " Dokter saka"


📞 :" Halo , selamat pagi dengan dokter saka di sini."


📞 :" Selamat pagi dokter ."


📞 :" Bibi ha."


📞 :" Benar . Bisakah anda datang ke kedianan angkasa setelah sarapan pagi ,dokter ?"


📞 :" Tentu , bibi ha. Apa ada masalah ?"


📞 :" Tuan muda sedang tidak enak badan . Beberapa hari selalu pulang dini hari .'


📞 :" Cih,,, laki laki dingin itu, selalu mementingkan pekerjaan nya. Baiklah , bibi ha."


📞 :" Terima kasih,dokter ."


📞 :" Sama sama , bibi ha."


📞:" Klik "


Keluarga sudah tampak berkumpul di meja makan , tampak duduk di kursi masing masing begitu juga kakek dan nenek . Paman denish dan juga istri dan anak nya, istri kedua ayahnya nyonya rima dan putri nya vania.


Begitu pun istri ketiga nyonya mirna tetapi tidak dengan raka yang memilih tinggal di luar meskipun pendidikan yang ditempuh nya sudah selesai .


Raka membuka usaha bengkel kecil kecilan sebelum akhir nya menjadi sebuah bengkel terkenal di kota itu tanpa campur tangan keluarga angkasa .


Berbeda dengan vania maupun savana yang lebih memilih kerja di perusahaan angkasa group.


" Ha, apa tuan mu belum juga bangun ?"

__ADS_1


Suara renyah nenek salama menyita sedikit perhatian mereka , pasal selama ini denish tak pernah terlambat datang ke meja makan .


" Tuan muda menginginkan sarapan di atas, nyonya besar. "


Ucap bibi ha sedikit membungkukkan badan nya.


" Dan mengatakan untuk sarapan terlebih dahulu ."


" Baiklah ."


Jawaban singkat nenek salamah menjadi jawaban mereka bisa menyantap hidangan sarapan pagi .


Tak ada suara celotehan sewaktu berada di meja makan , danu angkasa ayah denish membiasakan tidak bersuara saat berada dimeja tersebut .


Setelah jam sarapan usai , Semua orang memilih melanjutkan aktivitas nya masing masing .


Begitu pun cucu cucu keluarga angkasa yang memilih kerja di perusahaan angkasa harus mendisiplinkan diri datang tepat waktu meskipun mereka menyandang nama belakang angkasa.


Kedua adik nya yang selalu melayangkan protes untuk datang lebih siang sedikit jawaban monohok yang di berikan denish membuat mereka berhenti bicara bahkan kapok melayangkan protes kembali .


Tak berapa lama dokter saka datang membawa peralatan medis nya melewati ruang tengah saat keluarga itu bercengkerama di ruang keluarga .


" Ha,,,."


" Iya , nyonya besar . Anda membutuhkan seauatu ?"


" Tidak , cucu ku baik baik saja ?"


" Tuan muda seperti nya kelelahan , nyonya besar . Beberapa hari ini selalu pulang dini hari ."


Ucap bibi ha mempersilahkan dokter saka ke lantai atas .


Tok ,,tok,,,,tok,,,,


Tok,,,tok,,,,tok,,,,


Ceklek,,,


" Tuan, dokter saka sudah datang. "


Bibi ha mengetuk pintu dua kali tanda yang hanya di ketahui oleh ha maupun denish.


Denish tak mengijinkan siapa pun masuk ke dalam kamar nya meskipun dia adalah adik nya sendiri .


" Denish ,,denish ,,, sampai kapan kau akan seperti ini ? "


Ucap dokter saka yang merupakan dokter keluarga dan juga sahabat denish.


" Carilah istri segera ! Lama lama jadi bujang lapuk ."


"Cih,,,, kau juga sama."


Denish berdesis kesal terhadap saka yang terus terusan mengejek nya.


" Berbeda dengan ku . Sekarang katakan apa yang kau rasakan ?"


" Entahlah , jantung ku berdebar debar . Ada rasa sesak nyeri namun hilang begitu saja ."


Ucap denish.


" Baiklah aku akan memeriksa mu .Berbaringlah !"


Dokter saka mulai mengeluarkan peralatan medis nya memeriksa denish .


" Tidak ada kelainan apa pun . Semua sehat normal , eh,,, apa kau sedang jatuh cinta ?"


Deg,,,


Detak jantung denish berdegup kencang saat saka bertanya asmara pada nya .


" Aku ini sedang sakit kenapa kau tanya jatuh cinta ?"


" Pergi dari sini ! Jika kau hanya mengejek ku ."


"Pergi !!

__ADS_1


Bersambung 😊🙏


__ADS_2