
" Kau,,,,?"
Zea yang belum menyadari penampilan nya mendadak berteriak setelah melihat tubuh nya sendiri .
" Aaaaaa,,,,,."
Zea berlari ke tempat tidur menutupi tubuh nya dengan selimut .
Sedangkan denish yang sadar dari lamunan nya bersandar ke tembok dan juga menyilangkan kedua tangan nya di dada nya .
" Kenapa kau ada dirumah ?"
" Bukan kah kau pergi ke kantor ?"
Ucap zea yang hanya memperlihatkan wajah nya saja .
" Apa aku tidak boleh berada dirumah ?"
" Lagi pula ini paviliun ku ."
Ucap denish berjalan mendekati zea .
Denish mengerti zea tak mungkin keluar dari selimut nya dalam keadaan seperti itu . Baju yang akan di pakai nya berada di atas selimut nya .
" Apa ini ?"
Sebuah kain kecil jaring jaring tengah di pegang seperti memungut rambut yang jatuh ke lantai , di tunjukkan nya pada zea hingga membuat nya memendam emosi .
" Aduh,,,,."
Gumam zea.
" Berikan pada ku !"
Zea mencoba merebut nya dari tangan denish namun dijatuhkan kembali ke tempat yang agak jauh dari jangkauan .
" Dan ini,,,,,?"
Denish kembali memungut bra milik zea yang ada ditempat tidur menunjukkan nya pada zea .
" Aaaa ,,, berikan !"
Zea sedikit geram hingga membuat nya berteriak dengan kesengajaan sikap denish pada nya .
Denish tak mengindahkan nya justru membuka jas nya di depan zea.
" Kenapa kau masih disini ? Keluar ! Aku mau ganti baju ."
" Nyonya denish angkasa , kau lupa jika ini juga kamarku ?"
Deg,,,
Zea diam membisu mendengar perkataan denish yang sedikit meninggi bahkan memanggilnya dengan nama nya .
Zea hanya menghela nafas nya tak sanggup berkata apa pun jika denish sudah menyebutkan status nya .
" Bisa tolong ambilkan bajuku ?"
Ucap zea dengan nada lirih menundukkan kepala nya .
" Apaaa,,,, aku tidak mendengarnya ?"
Denish sengaja menyuruh zea mengulangi sekali lagi perkataan nya.
" Tolong ambilkan baju ku !"
Ucap zea menghela nafas panjang nya .
" Begini cara mu meminta tolong pada suami ?"
Zea tercengang dengan jawaban denish .
" Tak ada romantis nya ."
Zea mengerutkan dahi nya mendengar perkataan denish sama persis yang dikatakan nya saat di kolam renang sewaktu denish akan pergi ke kantor.
" Huh,,,, awas ya ! Aku akan membalasmu ."
Gumam zea dalam hati .
Denish memang sengaja mengatakan apa yang dikatakan zea pada nya. Denish berjalan ke arah tempat tidur dimana zea meletakkan baju nya . Namun sungguh diluar dugaan yang membuat denish kembali tercengang , zea keluar dari dalam selimut mengambil baju nya sendiri .
__ADS_1
" Tidak perlu , suami ku . Aku bisa mengambil nya sendiri dan terima kasih ."
Ucap zea mengambil baju nya sendiri ke kamar mandi .
Denish menggelengkan kepala nya melihat sang istri bersikap kekanak kanakan. Denish tak lantas pergi dari kamar tapi berada di ruang kerja memantau pekerjaan nya melalui layar laptop nya.
Sesekali denish melihat layar tv yang memperlihatkan cctv di kamar nya dan juga di luar gerbang paviliun yang menampakkan mobil hitam terparkir di sana selama beberapa hari .
" Brengsek ,,, pemuda itu benar benar cari masalah ."
Gumam denish.
" Aku tak mungkin membiarkan zea tinggal disini terus menerus ."
" Meskipun zea sudah menjadi istri ku tapi pemuda itu sangat berbahaya."
Denish tak henti mengumpat sendiri di ruang kerja nya hingga tersulut emosi saat pemuda itu beberapa kali melihat lihat depan paviliun.
Di kantor angkasa group.
Vans mewakili denish meeting dengan client yang diwakilkan putrinya ditemani vani .
Ceklek,,,
" Selamat pagi ,tuan denish."
Ucap seorang gadis yang tak lain adalah sera putri tuan ramon.
Namun nona sera terkejut setelah membalikkan badan nya , melihat kalau bukan denish yang datang pada meeting mereka.
" Anda,,,?"
" Saya vans, asisten pribadi tuan muda denish ."
Ucap vans mengulurkan tangan nya tanda perkenalan dengan sera.
" Oh , halo tuan vans . Senang bertemu dengan anda ."
" Saya juga ,nona . Silahkan !"
" Apa,,,tuan denish tidak hadir dalam meeting ini ?"
"Mohon maaf ,nona sera . Tuan denish sedang ada kesibukan jadi diwakilkan pada saya ."
Ucap vans memberikan berkas pada sera.
" Silahkan !"
Sera tampak sedikit kecewa atas ketidakhadiran denish meskipun ia berusaha datang lebih awal tapi tak mendapat kesempatan tersebut.
Meeting berlangsung secara profesional dan sera harus menekan ego dan kekecewaan nya demi kelancaran kerja sama antara perusahaan tersebut .
" Nah ,,, seperti yang tertulis di proposal kami kalau pembangunan gedung tersebut memakai bahan baku yang berkualitas ."
" Perusahaan kami juga bekerja sama dengan suplyer pemasok bahan baku tersebut dalam jangka panjang."
" Kami juga memeriksa secara langsung terkait dengan lokasi dan awal mula pembangunan gedung hingga memakai pekerja yang berpengalaman."
Sera masih menjelaskan detil detil proposal yang di bawa nya secara seksama memang tidak ada keganjilan apa pun .
" Untuk lebih jelas nya anda bisa melihat rincian dari berkas yang kami bawa ,tuan."
Ucap sera menyerahkan salinan dari berkas yang asli pada vans.
" Terima kasih ,nona sera . Kami akan pelajari lebih lanjut ."
Ucap vans.
" Sekertaris kami akan menghubungi anda untuk langkah selanjutnya ."
Ucap vans mengulurkan tangan nya .
" Baiklah ,tuan vans . Kami tunggu kabarbaiknya ."
Sera meraih tangan vans yang berakhir dengan jabat tangan antara kedua nya .
Senyum merekah terlihat jelas diwajah sera yang entah apa yang dirasakan nya .
Vani mengantar sera hingga ke depan lift , semula sera berhenti di depan ruangan denish seakan ingin melihat ruangan tersebut . Tubuh sera yang condong ke depan membuat vani mengerutkan kening nya .
" Nona sera, silahkan !"
__ADS_1
Ucap vani yang melihat gelagat ane pada sera.
" Oh ,,iya , terima kasih ."
Vani kembali ke ruangan nya setelah mengantar sera , memeriksa kembali berkas tersebut .
"Vani , bagaimana meeting dengan perusahaan jaya group ?"
" Nona savana sudah pergi mewakili perusahaan ."
" Savana ,,,?"
" Iya."
" Ya ,baiklah . Urus kantor dengan baik ! Aku akan pergi sebentar ."
Ucap vans .
" Baiklah ."
" Oh ya , berikan salinan berkas itu pada ku ! Seperti nya ada yang ganjil dengan berkas tersebut."
" Baiklah , tunggu sebentar !"
Vani mencopy semua berkas tersebut meletakkan nya pada sebuah map .
Vans meninggalkan kantor setelah menerima salinan berkas tersebut .
Tempat tujuan utama adalah dimana tuan nya berada setelah beberapa saat datang ke kantor tetapi berubah pikiran memilih pulang kembali .
Vans juga sibuk menelepon seseorang yang entah apa yang di bicarakan nya .
Sampai di depan gerbang paviliun , vans mengerutkan dahi nya dimana ia melihat mobil yang sama yang selama beberapa hari masih bertengger disana.
" Jadi ini alasan tuan muda pulang ?"
" Apa yang sebenarnya pemuda itu cari ?"
" Apa dia sedang mencari keberadaan nyonya ?"
" Hah,,,seperti nya aku harus bertindak cepat ."
Gumam vans .
Setelah memasuki paviliun , vans tak lantas masuk ke dalam paviliun tapi menunggu mang kasim yang berjalan ke arah nya setelah membukakan pintu gerbang.
" Mang ,,,."
" Ada apa den ?"
" Apa mobil di depan itu tak bergerak sama sekali ?"
" Oh ,,mobil yang di kanan jalan itu ?"
" He'em."
" Mobil itu pergi saat tengah malam ,den . Dan pagi pagi buta sudah ada disitu lagi ."
Ucap mang kasim.
" Pernah satu kali pemilik itu keluar menghampiri mamang bertanya apa ada yang bernama zeavelia ."
Ucap mang kasim.
" Lalu mamang jawab apa ?"
" Ya ,,,mamang jawab tidak ada ."
" Juga sempat bertanya siapa yang tinggal disini ? Mamang jawab tuan muda denish angkasa dan istri nya ."
" Bagus. "
Vans menyunggingkan senyum nya.
" Awasi mobil itu, mang ! Jika ada gerak yang mencurigakan segera kasih tahu vans."
" Baik, den"
Kedua nya masuk ke dalam paviliun setelah berbincang sejenak . Tentu saja dengan tujuan berbeda , vans menunggu tuan nya di ruang samping sedangkan mang kasim mengerjakan pekerjaan lain nya .
Bersambung 🙏😊
__ADS_1