
" Hah,,,,."
Zea hampir tak percaya dengan apa yang dilihat nya bahkan di luar logika nya .
Sebuah akta nikah yang terdapat photo ibu nya sewaktu masih muda dengan seorang lelaki .
" Tejo sudirja ,,, . Siapa dia ?"
" Apa dia ayah ku ? "
"Apa ini ,,,? Akta kelahiran ku ? Bagaimana mungkin ? Namaku bukan velya sedangkan disini velya ?"
" Tidak,,, tidak ,,aku rasa ibu tak pernah memberikan salinan akta ini. "
Zea bangun mencari salinan akta bahkan yang asli di meja belajar nya .
" Hah ,,, tak ada yang sama di akta ini . Disini tertera namaku Zeavelia dan yang satu nya Velya."
" Apa ibu punya anak kembar ?"
" Apa lagi ini ? Hah,,,, akta cerai ibu ? "
" Bagaimana mungkin ibu menyembunyikan rahasia sebesar ini ?"
" Ini ,,,, ? Kuitansi apa ? pembayaran apa ?"
" Apa lagi ini ,,,? photo ? Siapa perempuan yang sedang menggendong bayi ini ?"
" Hah ,,, semua membuatku pusing saja."
Zea memijit mijit pelipis nya terasa pusing setelah melihat isi dari amplop tersebut .
Zea tampak memikirkan sesuatu bahkan tak terlihat tenang setelah ibu nya di ruang icu dan juga mendengar kenyataan kalau ibu nya tak pernah memeriksakan diri selama ini .
" Ada hubungan apa ibu dengan laki laki ini ?"
" Siapa yang bisa memberi penjelesan ? Apa mungkin tante ira mengetahui nya ?"
" Tapi kenapa mereka menyembunyikan nya dari ku ?"
" Aaaaa,,,."
Zea berteriak kesal pada diri sendiri , terlalu sibuk mencari uang dan pekerjaan nya hingga lupa dengan kesehatan ibu nya .
Ia begitu percaya dengan ibunya yang tak pernah sekali pun berbohong harus menerima kenyataan pahit
Tok ,,,tok,,, tok,,,
Tok ,,tok,,tok,,,
Zea tersentak kaget mendengar bunyi ketukan beberapa kali dari pintu luar .
" Siapa yang malam malam datang ?"
Gumam zea.
Tok ,,tok,,tok,,,
" Siapa sih ?"
__ADS_1
Zea mau tidak mau harus bangun berjalan ke pintu depan setelah mendengar bunyi ketukan pintu beberapa kali .
Ceklek,,,,
" Kau,,,."
Zea terkejut melihat nico berada di depan rumah .
" Kenapa ? Aku hanya mengantar ini , takut kau kelaparan tengah malam ."
Ucap nico memberikan bungkusan nasi pada zea .
" Jangan lupa minum obat ! Aku pulang dulu , kunci pintu nya !"
Setelah itu nico pergi begitu saja tanpa menoleh lagi ke bekakang , sedangkan zea diam terpaku melihat sikap nico .
" Tidak ada romantis nya , dasar beruang kutub ."
Zea masuk ke dalam rumah mengunci pintu sesuai perkataan nico .
" Aku sudah makan tadi bersama sania . Bukan kah sudah bilang banyak makanan di rumah ? Hah, bikin gendut saja ."
Meskipun mulut nya mengomel namun perut zea tak bisa di bohongi. Saat stres seperti ini , zea menjatuhkan pilihan pada makanan .
Selepas menyantap lahap bungkusan nasi yang di bawakan nico , zea terlihat sangat mengantuk bahkan mata nya sudah lengket sebelum pindah ke kamar nya .
Pada akhirnya zea tidur di ruang tengah namun terbangun saat dini hari merasa dingin nya hawa udara pagi .
Zea bangun dari ruang tengah pindah ke kamar nya , tidur kembali setelah melihat jam dinding di kamar nya.
Tak selang beberapa lama saat zea tertidur pulas kembali namun entah mengapa zea berteriak seperti sedang mimpi buruk .
" Hah,,,hah,,,hah,,, kenapa aku mimpi ibu meninggal ? "
" Bu, jangan tinggalin zea ! Zea tidak akan sanggup hidup tanpa ibu ."
Zea terisak menangis memeluk guling yang ada disamping nya.
Zea yang mulai tenang setelah menegak air putih di samping meja tidur nya mencoba memejamkan mata nya kembali namun sulit sekali.
Setelah bergulung kesana kemari tak membuahkan hasil , zea memilih bangun membersihkan diri nya .
Selesai dengan rutinitas pagi nya ,zea membersihkan kamar berlanjut ke seluruh bagian rumah .
Zea berniat mencuci pakaian nya setelah pulang dari rumah sakit. Pergelangan kaki nya yang keseleo akibat kecerobohan nya mulai membaik , meskipun agak sedikit sakit namun zea sudah berjalan seperti biasanya .
Zea mematikan seluruh lampu rumah meskipun masih gelap lalu menaiki sepeda motor nya yang mana sudah beberapa hari diam terparkir di depan rumah zea menuju rumah sakit menengok ibu nya dan juga membayar tagihan uang muka perawatan ibu nya.
Perjalanan sampai ke rumah sakit tak menempuh berapa lama namun zea sempat mampir berhenti ke pom bensin mengisi bahan bakar motor nya.
Zea juga sempat membeli nasi bungkus dibawa nya ke rumah sakit untuk mengganjel perut nya.
Zea bergegas berjalan ingin melihat kondisi ibu nya setelah memarkir motor nya , kemarin absen memilih menenangkan diri dan juga beristirahat akibat cidera kaki nya.
Zea menyusuri lorong rumah sakit untuk sampai ke ruang icu dimana ibu nya di rawat , sempat mampir ke ruang jaga menanyakan bagaimana kondisi nya terkini ibu nya.
" Suster , bagaimana keadaan ibu saya ?"
Ucap zea.
__ADS_1
" Maaf , mbak ini ,,,?"
" Saya zeavelia ."
" Oh ,,mbak zea ya ?"
" Iya ,suster."
" Keadaan ibu nurma dalam kondisi stabil , mbak ."
" Terima kasih ,suster ."
Zea bernafas lega mendengar ibu nya dalam kondisi stabil ,tak seperti apa yang di impikan dini hari tadi .
Zea melanjutkan langkah nya menuju ruang icu hanya sekedar menjenguknya meskipun tak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan tersebut.
Tak terasa airmata zea menitik di kedua sudut mata nya merasa pilu atas apa yang terjadi padanya mau pun ibu nya.
Zea memutuskan duduk di bangku duduk depan ruang icu membuka bungkusan nasi yang di beli nya saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Hari sudah mulai siang , karyawan rumah sakit yang berdatangan dan juga para dokter maupun suster yang berjalan lalu lalang di depan nya menyadarkan lamunan nya dari photo yang dilihat nya tadi malam.
Zea berjalan ke tempat admistrasi membayar tagihan uang muka yang di berikan sania kemarin pada nya dan juga tabungan nya selama ini.
Langkah zea terhenti ketika bunyi dering ponsel miliknya berbunyi bahkan ada beberapa notif pesan yang masuk.
📞 Incoming call " Nico "
" Kutub utara ? untuk apa pagi pagi nelepon ?"
Gumam zea dalam hati.
📞 :" Belum bangun ?"
📞 :" Sudah."
📞 :"lalu ,,,kenapa tidak membuka pintu ?"
" Hah,,, dia sudah di depan rumah ."
Gumam zea dalam hati nya.
📞:" Sayang,,, kau tidak apa apa kan ?"
📞 :" Tidak, aku ada dirumah sakit ."
📞 :" Ada di rumah sakit ? Pagi pagi seperti ini ?"
📞 :" Aku mimpi buruk tentang ibu ."
📞 :" Okay, aku akan kesana. "
📞:" Klik."
📞 :" Eh,,eh,,,.Dasar ."
Zea menghela nafas nya ketika nico memutus sambungan telepon sebelah pihak padahal ingin memberitahu kalau dia akan pergi ke toko setelah menyelesaikan admistrasi ibu nya.
Bersambung 😊🙏
__ADS_1