Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Menempelkan stiker


__ADS_3

Byurrrr,,,,


" Aaaaa,,, tolong,,,,,tolong ! Aku tidak bisa berenang."


Dari kejauhan mang kasim yang melihat zea berteriak minta tolong , berniat menghampiri nya .


" Pak , mau kemana ?"


" Mau menolong non zea ,mbok tercebur di kolam."


" Sudah ,biarkan saja !"


" Tapi mbok ,,,."


" Biarkan saja mang ! Ada tuan muda disana ."


Ucap vans ketika mengetahui mang kasim akan menolong zea yang sengaja di ceburkan denish ke kolam renang .


"Sudah ,ayo bantuin ibuk aja !"


" Baiklah."


Denish sengaja menceburkan zea di kolam renang saat tak tahan mendengar mulut pedas nya berbicara.


" Tolong ,,,, tolong ."


Setelah hampir tenggelam , denish masuk ke dalam kolam renang memegang pinggang ramping zea sedangkan zea merangkulkan kedua tangan nya ke leher denish.


" Kau ingin membunuh ku ? Aku tidak bisa benenang."


" Mulai sekarang kau harus belajar berenang."


Ucap denish.


" Tidak , aku takut ."


" Menjadi nyonya denish angkasa memerlukan keberanian yang lebih ."


Ucap denish .


" Siapa yang mau menikah dengan mu ?"


Ucap zea dengan nada ketus memalingkan wajah nya.


Denish tak kehilangan akal membuat wanita itu tunduk padanya , secara bersamaan denish menenggelamkan diri .


" Hap ,,,hap ,,,."


Tampak zea terengah engah mengatur nafas nya .


" Kau ingin lagi ?"


" Tidak ,,tidak ,,,tidak. Baiklah ,aku menyerah .Bawa aku ke tepi !"


Ucap zea.


" Tidak . Bukankah sudah ku katakan kau akan belajar berenang ?"


"Tapi aku takut ."


Dengan cepat dan kilat , zea memeluk tubuh denish yang membuatnya sedikit menyunggingkan senyum nya .


" Aku akan mengajari mu ."


Akhir nya zea hanya bisa pasrah saat denish memaksanya belajar berenang .


Tampak terlihat denish mengajari zea berenang namun beberapa kali tenggelam , namun denish tak menyerah begitu saja .


" Mbok,,, mbok,,, ."


" Iya ,tuan."


Dengan tergopoh gopoh mbok ijah menghampiri tuan nya yang berada di kolam renang .


" Tuan memerlukan sesuatu ?"


" Bawa sarapan kemari dan juga ambilkan handuk untuk ku dan untuknya !"


Ucap denish .


" Baik ,tuan."


Mbok ijah menoleh pada zea , mengedipkan salah satu mata nya yang membuat zea sedikit gugup tanpa sadar kehilangan keseimbangan nya .


" A,,,,a,,,a,,,,."

__ADS_1


Denish berenang menghampiri nya saat zea akan tenggelam meraih pinggang zea.


Denish merasa tertarik dengan bibir mungil yang terlihat kemerahan meskipun tanpa pewarna mengusap nya lalu mencium nya sedikit memberi gerakan bahkan ******* nya .


Zea membelalakkan mata nya ketika denish mencium bibir nya tanpa bisa melakukan perlawanan karena ia berada di kolam renang .


" Aduh,,,,ketiwasan."


Ucap mbok ijah yang tanpa sengaja melihat pemandangan itu yang kemudian membalikkan badan nya .


Denish yang mendengar suara mbok ijah melepaskan ciuman nya ,lalu membawa zea ke tepi kolam mendudukkan zea disana.


" Bawa kemari sarapan nya ,mbok !"


" I ,,,i ,,,iya tuan ."


Mbok ijah membawa nampan berisi sarapan di meja tepi kolam renang .


" Terima kasih ,mbok ."


" Iya ,tuan."


Setelah meletakkan sarapan di meja ,mbok ijah kembali mengambil handuk dan mengantarkan nya pada tuan nya meletakkan handuk tersebut .


Dari kejauhan mbok ijah mengembangkan senyum nya melihat keakraban denish dan zea meskipun sebenar nya zea terpaksa diam tanpa membantah.


" Mulai hari ini , kau akan belajar berenang bersama ku ."


" Apaaa ,,, bersama mu ? Tidak . Kau sering memanfaatkan kesempatan ."


" Lalu apa aku harus membiarkan coach lain nya memegang tubuh mu ? Sedangkan kau calon istri ku dan dua hari ke depan akan resmi menjadi istri ku ."


Ucap denish.


" Tapi masih ada dua hari ."


" Apa kau yakin sania menemukan pelaku asli nya ?"


Zea diam sejenak tak mampu berkata apa pun. Benar apa yang dikatakan denish , takkan mudah mencari pelaku asli nya sementara waktu yang di berikan hanya sedikit .


" Jangan kau kira aku bersikap kejam , dua hari ke depan aku juga harus membayar kerugian pada orang lain ."


Ucap denish menceburkan diri ke kolam renang .


" Waow,,, Apa aku sudah gila ? Akan menikah dengan seorang yang tampan mempunyai perut six pack yang dikagumi banyak cewek dan juga seorang yang tajir."


Gumam zea.


" Tapi aku yakin sania berhasil menemukan orang itu ."


Melihat denish yang masih berenang di kolam renang , zea mengambil handuk menutupi tubuhnya kabur dari pandangan denish .


Denish menyunggingkan senyum di kedua sudut bibir nya melihat gadis itu diam diam pergi meninggalkan diri nya .


" Enak saja. Bagaimana mungkin aku menikah muda ? Aku masih ingin bekerja menikmati masa masa yang tak pernah ku nikmati ."


Gumam zea setelah mandi dan menggsnti baju nya.


" Aku harus mencari cara keluar dari sini ? Bagaimana bisa ? Orang berjas hitam itu berkeliaran dimana mana ."


" Hah,,,, apa aku akan bernasib buruk ?"


" Tapi kalau aku kabur bagaimana nasib sania ? Bagaimana kalau pria itu benar benar menjebloskan sania ke dalam penjara ?"


" Aaaaaaaaa,,,,."


Ceklek,,,


" Non,,, non zea baik baik saja ? Apa ada masalah ?"


Ucap mbok ijah ketika tiba tiba mendengar teriakan zea yang berada di kamar nya .


" Tidak ada ,mbok. Zea hanya kesal , kenapa nasib buruk selalu menghampiri zea ?"


Ucap zea .


" Jangan berkata seperti itu ,non . Mungkin sekarang nasib baik akan menghampiri non ."


" Nasib baik bagaimana ? Justru nasib buruk yang menghampiri ku."


" Eh ,,,ndak boleh gitu ,non. Tuan muda memang seperti itu tapi dia sangat baik , tuan muda berubah setelah dihianati tunangannya ."


" Mbok ,ngomongin apa sih ? Zea nggak ngerti maksud nya ."


Zea bingung apa yang dimaksud mbok ijah .

__ADS_1


" Tuan muda pada dasar nya sangat perhatian dan lembut seperti nyonya devi tapi saat hari pernikahan nya , non rayna pergi dengan teman nya tuan muda ."


Ucap mbok ijah.


" Mbok , apa hubungan nya masalah zea dengan tuan muda ? Zea ini tengah memikirkan nasib teman zea ."


Ucap zea disela sela mengeringkan rambut nya .


" Hihihi,,, jadi mbok salah paham ? Maaf ,non."


" Mungkin . Zea lelah ingin rebahan sebentar , maaf ya mbok zea nggak bantuin mbok hari ini ."


" Nggak apa apa ,non. Non sudah bantuin mbok ."


" Bantuin apa ?"


" Membuat tuan tersenyum .Hihihi,,,."


Mbok ijah terkekeh geli meliat reaksi zea yang diam membisu tercengang dengan ucapan nya.


" Hah,,, otak ku lama lama bisa kongslet ."


Gumam zea.


Zea yang tengah memakai bathrobe memandang diri nya di cermin kaca tampak sedikit tanda merah di lehernya .


" Hah,,, drakula itu benar benar keterlaluan ."


Gumam zea .


" Belum menjadi istri nya tapi menempelkan stikernya , bagaimana kalau sudah jadi istri nya habis sudah tak tersisa ?"


Ucap zea bergidik ngeri ketika melihat beberapa tanda merah di leher nya.


Seseorang menatap layar ponsel nya dengan senyum penuh mengembang saat mendengar ucapan zea .


" Kau selalu bisa membuat ku tersenyum ."


Gumam denish .


" Apa aku benar benar jatuh cinta pada mu ? "


Tok tok tok,,,,


Ceklek


" Ada apa vans ? Ada masalah ?"


" Tidak ,tuan . Hanya seseorang yang beberapa hari mengintai paviliun adalah teman kuliah nona zeavelia."


Ucap vans memberikan selembar kertas data pribadi orang yang tak lain adalah nico .


" Seperti nya anak muda itu sangat dekat dengan nona zea ,tuan."


" Apaaaa,,,,, ."


Denish sadar teriakan nya membuat vans sedikit terkejut .


" Lalu ,,?"


" Beberapa hari selama ibu angkat nona zea dirumah sakit , nico yang menemani nona zea ."


" Untuk apa dia mengintai paviliun ?"


" Nico mencari keberadaan nona zea ,tuan. Bahkan seperti nya dia mengetahui ada signal dimana nona zea tinggal .Mungkin pada saat ponsel nona zea masih di aktifkan jadi melacak keberadaan nya.


Ucap vans .


" Hah,,, punya nyali besar rupa nya . Awasi dia ! Jangan sampai di melihat zea ada disini !"


Ucap denish.


" Baik, tuan ."


Vans melangkahkan kaki nya keluar setelah memberikan selembar data tersebut .Namun ia melupakan sesuatu yakni beberapa lembar photo dalam amplop coklat .


" Tuan , ini untuk tuan."


Ucap vans memberikan amplop coklat pada denish setelah nya keluar dari kamar denish.


" Vans ,,,,kau ."


Ceklek,,,,


Bersambung 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2