Terjerat Cinta Penguasa

Terjerat Cinta Penguasa
Bukti akurat


__ADS_3

Ceklek,,,,


Semua mata memandang ke arah pintu dimana zea keluar dari pintu tersebut .


" Waow ,,,perfect ."


Gumam denish di dalam hati nya ketika menatap zea yang terlihat sangat anggun dan menawan.


" Aku tak menyangka dia secantik ini ."


Denish tercengang dengan kecantikan zea menatap nya tanpa berkedip sedikit pun .


" Tuan ,nyonya nya muda sangat cantik ."


Bisikan vans menyadarkan lamunan denish .


" Nyonya ,,,? Dia belum menjadi istri ku ,kenapa kau memanggil nya nyonya ?"


" Beberapa menit lagi akan menjadi nyonya denish angkasa, kenapa tidak boleh memanggilnya nyonya ?"


Ucapan vans memang ada benar nya , untuk apa dia melayangkan protes nya .


" Wah,,, non cantik banget."


Mbok ijah yang tiba tiba muncul dari arah dapur terpesona dengan kecantikan zea.


" Seperti bidadari turun dari langit . Hihihi,,,,."


Mbok ijah terkekeh geli saat menghampiri zea yang berada di depan kamar nya.


Zea tampak canggung berada di dalam suasana seperti ini bahkan wajah nya tertunduk malu khawatir riasan wajah nya berlebihan.


Denish menghampiri zea yang tampak kaku sikap nya , memasang aksesoris berupa kalung dan juga anting di kedua telinga nya .


Zea tercengang dengan sikap denish yang selalu dingin berubah menjadi lembut .


Lalu denish menggenggam erat tangan zea, membawa nya ke depan dimana mobil nya siap mengantar ke kantor catatan sipil.


Zea merasa sedikit gugup saat dalam perjalanan tangan nya berubah dingin berkeringat apalagi baru kali pertama merasakan naik mobil mewah seperti ini.


Sampai di depan kantor catatan sipil , zea masih saja terlihat gugup . Tampak wajahnya sedikit pucat dan juga tangan nya yang masih terasa dingin .


Hingga saat menandatangani dokumen pernikahan di kantor catatan sipil , beberapa kali petugas menanyakan sebuah pertanyaan pada zea yang mungkin bisa membatalkan pernikahan tersebut .


Namun zea hanya tersenyum mengatakan tengah dilanda kegugupan hingga membuat semua orang tertawa geli mendengar nya.


Vans sempat mengabadikan pernikahan sederhana tersebut, membuat satu video dan juga beberapa photo .


Setelah menerima dokumen tersebut denish masih tetap menggandeng tangan nya namun langkah nya terhenti saat pemilik tangan itu diam membisu saat dihalaman parkir.


" Apa kau sedang membayangkan malam pertama kita ?"


Bisikan denish mampu membuat zea sadar dari lamunan nya .


" Ti,,,,,ti,,,,,tidak. Siapa yang membayangkan ? Aku hanya berpikir tak menyangka menikah secepat ini ."


" Apalagi dengan tuan pemaksa seperti mu ."


Ucap zea mencebirkan bibir mungil nya .


Denish bergerak cepat meraih pinggang zea yang telah resmi menjadi istri nya menariknya hingga mendekat pada nya , lalu mencium bibir mungil yang menurutnya sangat cerewet.


Muach,,,,


" Selamat nona zeavelia yang sudah resmi menjadi nyonya zeavelia denish angkasa."


Bisik denish setelah mencium kilas bibir zea yang tak beraksi hanya menatap heran pada denish dan juga menyentuh bibir nya sendiri.


" Pakai ini ! Jangan sampai terlepas !"


Ucap denish memasangkan sebuah ring pada jari manis zea.


" Vans , antar nyonya muda pulang ke paviliun ! Aku akan berangkat ke kantor dengan sopir. William sudah menunggu ku di sana ."


" Baik ,tuan .


Denish menyerahkan tanggung jawab mengantar zea pada vans , asisten kepercayaan nya .


" Mari nyonya muda, saya akan mengantar anda pulang ."

__ADS_1


Zea tak menjawab perkataan vans hanya mengangguk pelan masuk kedalam mobil .


Zea melihat cincin diamond yang dipasangkan denish di jari manis nya , entah apa yang tengah dirasakan nya saat ini .


Apa harus bahagia tapi alasan apa zea harus bahagia ? Zea tak mengenal laki laki yang kini telah sah menjadi suami nya dan juga karena ingin menyelamatkan sania terpaksa menyetujui pernikahan tersebut.


"Kita sudah sampai ,nyonya ."


Ucap vans membukakan pintu mobil untuk nya .


" Oh ,,, ya . Terima kasih ,vans."


Zea terbang dalam lamunan nya tak sadar jika mereka sudah sampai di paviliun .


" Sama sama ,nyonya. Selamat atas pernikahan nya ."


" Hah,,,,kau menganggap pernikahan ini sungguhan ? Yah, baiklah . Terima kasih."


Zea telihat kesal masuk ke dalam rumah memegang buket bunga yang diberikan denish pada nya .


Vans kemudian memutar balik mobil mya menyusul tuan muda ke kantor setelah mengantar nyonya selamat sampai di paviliun.


Di perusahaan angkasa group.


William sengaja menunggu denish yang harus memenuhi kewajiban nya membayar ganti rugi atas gagal nya penandatanganan kontrak kerja sama.


Beberapa milyar yang akan di dapatkan nya merupakan nilai fantastis hingga rela menunggu nya berjam jam di kantor denish.


Denish seorang yang teguh pendirian pantang bagi nya menarik kembali perkataan nya .


Meskipun merugikan tapi denish tak ingin dikatakan pecundang yang enggan membayar konpensasi.


Ceklek,,,


" Apa kabar tuan muda denish angkasa ? "


Ucap willian yang hanya berbasa basi.


" Cih,,,kau bersikap ramah padaku karena akan mendapatkan konpensasi ."


Denish pun tak sebaik yang mereka kira tetap berkata sadis pada orang yang membuat masalah dengan nya.


Ucap william mengelak dari tuduhan denish .


" Baiklah, terserah apa pun alasan mu ."


Kring,,,kring,,,


Denish tak lantas menandatangi kesepakan dan juga perjanjian konpensasi ysng sudah dipersiapkan william namun mengangkat telepon dari sekertaris nya.


" Ya ,vani . Ada apa ?"


" Tuan , seseorang mengaku bernama tuan carlos damian datang ingin menemui anda."


" Baiklah ,bawa ke ruangan ku !"


" Baik ,tuan.''


Klik,,,


Setelah menutup telepon denish menyunggingkan senyum sinis di kedua sudut bibir nya dan juga menatap tajam pada william.


" Bagaimana tuan denish ? Aku tidak punya waktu lagi bersabar menunggu disini ."


William sengaja mempercepat penandatanganan itu , merasa curiga dengan sunyum yang terlihat di wajah denish .


" Aku ada sedikit urusan ,tuan william .Jadi bersabarlah menunggu sebentar lagi .Kolega ku lebih penting dari sekedar konpensasi itu, bukankah kau menginginkan nya ?"


Denish sengaja mengulur waktu untuk bertemu dengan carlos damian yakni pemilik D'house.


Denish meninggalkan william di ruangan nya ,menjemput tamu tak di undang namun sangat dibutuhkan .


" Brengsek,,,!! Sialan !! Menunggu lama hanya untuk di permainkan ."


Umpat william saat denish meninggalkan nya .


Di ruangan lain .


Vani menjemput tuan carlos damian sesuai perintah atasan nya ,membawa nya ke ruang tamu yang tepat berada di sebelah ruangan denish .

__ADS_1


" Silahkan tuan carlos , tuan muda sudah menunggu anda !"


Ucap vani mempersilahkan carlos masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Terima kasih ,nona."


Ceklek ,,,,


Terlihat sosok dingin memakai jas hitam berdiri menatap ke luar jendela seperti tengah memikirkan sesuatu .


" Selamat sore ,tuan."


"Tuan carlos , apa yang membawa anda datang ke kantor ku ?"


Ucap denish mempersilahkan duduk .


" Saya datang memberikan kartu memory yang berisi dalang dari orang yang mencampur minuman anda saat itu ."


Ucap carlos memberikan kartu tersebut.


" Maksud mu ? Kamera cctv telah berhasil di pulihkan ?"


" Benar, tuan ."


Denish menghubungi vani melalui intercom di ruangan tersebut , menyuruh nya membawa sebuah laptop ke ruangan tersebut .


Denish tak merasa heran saat melihat isi dari rmemory card tersebut ,karena denish sudah menduga nya dalang dibalik insiden itu william sendiri.


" Tuan , boleh kah saya meminta sedikit permintaan ?"


" Katakan !"


" Tolong bebaskan zea ! Sania menangis terus menerus saat mengetahui zea berada dalam genggaman tuan."


Ucap carlos.


" Hah,,,Kau ingin aku melepaskan istri ku ? Apa kau sudah gila ?"


" Maafkan saya, tuan . Ampuni kelancangan saya !"


Carlos sedikit tercengang mendengar perkataan denish.


" Saya tidak tahu kalau nona zea telah menjadi istri anda. Sungguh tuan , ampuni saya ."


" Sudah lah . Katakan pada sania, zea baik baik saja."


" Baiklah ,tuan . Saya permisi !"


" Carlos, terima kasih atas bantuan mu ."


" Sama sama ,tuan. Sudah seharus nya."


Carlos berlalu pergi meninggalkan kantor denish , pikiran nya sedikit kacau tak berjalan sesuai rencana .


Semula carlos akan membebaskan zea tapi kenyataan lain sedang ada di depan nya . Bagaimana ia bisa berpikir akan membebaskan zea kalau ternyata zea telah menjadi seorang istri.


"Aaaaaa,,,, tidak. Bagaimana aku mengatakan kenyataan ini pada sania ?"


" Ah ,,,sudahlah . Sania harus menerima kenyataan yang anda kalau zea telah resmi menjadi istri tuan denish ."


" Lagi pula bukan salah ku dan dia istri sah ku ."


Gumam carlos selama dalam perjalanan ke apartemen nya.


Sedangkan denish telah kembali ke ruangan nya dengan membawa sebuah laptop.


" Tuan, aku sudah menunggu lama disini . Sebaik nya aku pulang jika tak ada niatan baik dari anda dan kita selesaikan di pengadilan."


Ucapan william hanya sekedar gertakan seperti yang dilakukan nya pada perusahaan lain . Namun kali ini william salah jika menganggap enteng dan sama seorang denish angkasa.


" Tunggu ! Apa kau tak ingin melihat ini ?"


William membalikkan tubuhnya melihat apa yang telah di putar oleh denish di layar laptop nya.


" Aduh,,, bagaimana bisa denish mendapatkan rekaman itu ?"


Gumam william dalam hati nya yang seketika di ikuti dengan gerakan tubuh nya yang terkulai lemas duduk di kursi.


Bersambung 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2