
" Vans,,, kau ,,,."
Ceklek,,,
Denish terkejut ketika sang asisten pribadi yang selama ini mendampingi nya bersikap kurang ajar pada nya .
Mengambil beberapa photo saat denish tertidur mendekap zea di tepi kolam renang dan juga saat mencium zea di kolam renang .
Tapi bukan marah dengan kelancangan photo tersebut , denish menyunggingkan senyum nya entah apa yang direncanakan denish dengan photo tersebut.
Keluarga besar angkasa.
Raka yang tinggal beberapa hari di rumah megah bak istana milik keluarga angkasa atas permintaan nenek nya yang tengah merindukan nya .
" Raka, kenapa kau tidak tinggal disini saja ?"
Ucap nenek salamah.
" Tidak nek, raka harus mandiri tak boleh mengandalkan keluarga angkasa sebagai tameng."
Ucap raka yang menemani nenek nya di sebuah gazebo bersama ibu nya dan juga kakek suryo.
" Huh,,, dasar bocah sombong ."
Kakek suryo akan selalu marah saat raka menjawab pertanyaan nenek dengan jawaban yang sama.
" Hahahaha,,,, . Nenek dengar sendiri , kakek selalu mencemooh raka ketika raka berterus terang ."
Ucap raka.
" Bagaimana kalau perusahaan angkasa bangkrut ?"
" Kau,,,, hah, selalu berlindung di balik nenek mu . Awas saja kalau nenek mu tidak ada !"
Kakek suryo terlihat kesal dengan ucapan raja yang memang benar ada nya.
" Kau mendoakan aku mati ?"
" Tidak , cucu mu yang keterlaluan."
" Ucapan raka ada benar nya ."
Nenek salamah pun melakukan hal yang sama membela raka .
" Kapan kau akan menikah raka ? Nenek sudah tua , ingin melihat cucu cucu nenek menikah."
" Raka menikah ? Tidak , enak saja. Kak denish dan kak vania saja belum menikah , kenapa harus raka ?"
Ucap raka.
" Hei ,,, jangan bilang kau menyuruhku menikah ya !"
Vania muncul di balik pintu menghampiri kebersamaan mereka yang tak pernah dirasakan nya bersama dengan ibu nya .
Rima tak pernah sedikitpun memperhatikan nya , selalu sibuk dengan kegiatan sosialita nya yang menurutnya tidak menguntungkan.
Vania bahkan lebih senang bermanja dengan ibu mirna dari pada dengan ibu kandung nya sendiri .
" Vania , kau sudah pulang nak ?"
Mirna bersikap hangat dengan vania meskipun bukan putri kandung nya namun juga bersaudara dengan raka.
" Iya ,bu."
__ADS_1
Seperti biasanya vania akan berbaring di pangkuan ibu mirna meminta belaian kasih sayang dari nya.
" Lalu siapa lagi kalau bukan kakak ? Mana mungkin menyuruh kak denish menikah , bisa bisa kau tidak boleh memakai mobil selama nya . Hahahaha,,,,."
Sindiran raka membuat vania mencebirkan bibir nya hingga memalingkan wajah nya .
" Sudahlah ,jangan dengarkan adikmu !"
Ucap mirna membelai rambut panjang vania.
" Dia memang senang melihat ku menderita, bu."
Vania tak begitu mempedulikan adiknya yang memang suka menggoda nya.
" Kakek mau kemana ? Kita belum selesai bicara ."
Ucap raka yang melihat kakek nya berdiri meninggalkan mereka.
" Kakek ada urusan sebentar."
" Seperti nya kakek merencanakan sesuatu ."
Ucap raka.
" Entahlah , nenek tidak tahu."
Meskipun nenek salamah mengetahui nya , tapi tak ingin membuat cucu nya khawatir atas apa yang akan terjadi.
Mereka memang sengaja meluangkan waktu kebersamaan saat tak ada kesibukan apa pun.
"Pa , lihatlah ! Bagus nggak ? Rima sengaja memilih diamond ini untuk acara nanti ."
Ucap rima.
" Bagus ."
Daryo yang memang sengaja bergabung dengan istri nya di ruang tengah secara tak sengaja mendengar rencana mereka.
" Pasti , tidak mungkin gagal . Denish tidak akan bisa mengelak lagi."
Ucap rima dengan keyakinan nya merasa rencananya akan berhasil.
" Aku mengundang beberapa kolega mas danu secara pribadi . Dan tugas mu mengundang rekan bisnis agar suasana makin ramai dengan begitu papa akan mengumumkan acara pertunangan tersebut."
Rima merasa rencana nya akan berhasil bahkan melupakan bibi ha yang berada di tempat itu .
" Aaa,,,, ide bagus . Aku setuju kakak ipar ."
Daryo bersemangat membantu rima bukan tanpa tujuan .
" Bagus , dengan begitu tidak mungkin denish akan tinggal disini dan aku bisa menguasai rumah ini."
Gumam daryo dalam hati.
" Dengan begitu aku dengan mudah menyingkirkan nya dari perusahaan ."
Daryo tersenyum entah apa yang sedang dipiirkan begitu juga dengan rima .
Sinta dan savana yang kebetulan di ruang tengah hanya menggelengkan kepala nya saja melihat tingkah mereka.
Savana lebih memilih diam dari pada mengikuti rencana ayah nya maupun tante rima , ia tak begitu tertarik dengan apa yang terjadi di rumah megah itu .
Pikiran nya hanya tertuju pada pekerjaan bahkan savana tak terlihat mempunyai kehidupan asmara yang baik dan tampak oleh keluarga angkasa .
__ADS_1
Gadis itu lebih memilih menutup diri meskipun ibu nya menyuruh nya pergi berlibur , savana lebih sering menghabiskan waktu di apartemen nya .
Sedangkan sinta hanya mendukung apa yang dikatakan suami nya tanpa peduli dengan kebenaran dan kenyataan. Ia hanya mempedulikan kemewahan dan juga sosialita sama seperti rima.
Persiapan pesta yang di rencanakan rima mulai tampak jelas dimana sebuah utusan yang menyebutnya event organizer mulai berdatangan dirumah megah itu. Entah keberanian apa yang membuat nya senekat ini tanpa terlebih dahulu mendiskusikan nya dengan pemilik sebenar nya .
Raka memilih pulang ke rumah nya setelah beberapa hari berada di rumah megah itu , tak ingin terlibat dalam acara tersebut .
" Bu, ikutlah tinggal bersama raka ! Apa ibu merasa nyaman tinggal di rumah neraka ini ?"
Ucap raka disela sela merapikan kemeja nya .
" Jangan berkata seperti itu ,raka ! Bagaimana pun juga ini tempat tinggal ayah mu ? Dan ibu hanya menjalankan wasiat ayahmu merawat nenek mu ."
" Hah,,,, lagi lagi wasiat ayah . Apa ibu tak ingin bersama dengan raka ?"
Raka akan selalu melayangkan protes nya ketika ibu nya mengatasnamakan wasiat ayah .
" Bu, raka hanya takut keselamatan ibu terancam ."
Mirna mengerti kegelisahan putra nya yang mengkhawatirkan nya namun disisi lain mirna juga tak boleh mengabaikan ibu mertua nya.
" Nak, ibu mengerti kekhawatiran mu tapi apa kau tak kasihan melihat nenek mu ?"
" Hah,,,, terserah ibu saja."
Raka akan selalu begitu mengalah dan mengalah jika ibunya sudah menyebut nenek nya .
" Baiklah, raka pergi dulu bu .Jaga diri ibu baik baik ."
" Jaga dirimu baik baik ,nak ! Ingat jaga kesehatan !"
Seperti biasa mirna selalu mengantar kepergian raka hingga ke depan pintu utama .
" Ih,,, anak di luar nikah tengah menikmati kemewahan disini rupa nya ."
Ucapan sadis yang selalu dilontarkan rima saat melihat raka datang ke rumah itu .
" Apa tante juga tak melakukan hal yang sama dengan raka ?"
"Setidaknya aku masih bagian keluarga angkasa , aku istri sah danu angkasa ."
" Ibu ku juga sama , istri sah mendiang ayah . Apa tante tak melihat tanggal pembuatan nya lebih dulu dari pada punya tante ?"
" Kau,,,."
Rima mengeram kesal meremas tangan nya saat raka berhasil memenangkan perdebatan itu.
" Awas kau !! Aku akan mengusir mu dari sini ."
" Silahkan ! Lakukan saja jika tante bisa !"
Raka bukan lah raka yang dulu yang selalu diam dengan penindasan yang dilakukan rima atau pun paman nya .
" Ini yang ibu bilang baik baik saja ? Bahkan perempuan tua itu semakin jahat setelah ayah tak ada."
Ucap raka.
" Sudahlah ,raka. Jangan khawatirkan ibu ! Percayalah ibu baik baik saja ! Lagi pula kedua kakak mu selalu melindungi ibu dan juga membela ibu ."
Ucap mirna.
" Entah terbuat dari apa hati ibu ."
__ADS_1
Raka berlenggang pergi begitu saja tanpa menoleh lagi ke arah ibu nya .Tampak jekas kekesalan di raut wajah raka , mungkin juga sangat emosi dengan penghinaan yang dilakukan rima .
Bersambung 🙏😊