
" Vans ,,,, kita pergi sekarang ."
" Baik, tuan muda."
Vans memberitahu sopir bersiap diri di lobby kantor sementara ia dan tuan muda dalam perjalanan ke lantai bawah .
Mobil mewah hitam yang siap dengan beberapa bodyguard di belakang nya tengah menunggu pemilik angkasa group.
Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju paviliun dimana zea di sekap disana.
Tak menempuh berapa lama rombongan pengawalan tuan muda sampai di paviliun milik ibunya yang menjadi peninggalan terakhir.
Tampak mbok ijah tergesa gesa memyambut tuan muda nya yang lama tak berkunjung kesana .
" Tuan , anda sudah datang ? "
" Hem,,,. Di mana gadis itu mbok ?"
" Ada di kamar tuan ?"
Denish mengerutkan dahi nya mendengar zea berada di kamar milik nya saat kaki nya akan melangkah ke gudang belakang .
" Nona muda cantik sekali ,tuan ."
" Apa maksud mbok ijah ?"
" Mbok ikut senang tuan muda sudah mendapat pengganti dari non rayna."
Lagi lagi denish mengerutkan dahi nya .
" Mbok sudah siapkan makanan untuk tuan dan nona."
" Langsung married saja ,tuan . Nggak pacaran lagi ,jangan sampai kejadian yang lalu terulang lagi ."
Ucap mbok ijah membiarkan tuan nya ke kamar milik nya.
" Vans, apa itu ?"
Ucap denish melihat tas hitam dan juga tas tenteng yang ada di atas meja.
Denish yang semula akan menghampiri gadis yang belum sadarkan diri dari pengaruh obat bius itu mengurungkan niat nya .
Ia memilih melihat barang barang yang adadi dalam tas tersebut .
" Hah,,, rupa nya dia sudah siap kabur ."
Ucap denish .
Sebuah tas tenteng yang dibawa zea dibuka satu persatu . Ponsel hitam yang tidak terlalu kuno juga tidak modern dimiliki zea ikut menjadi sasaran pemeriksaan denish.
Deg,,,
" Cantik sekali."
__ADS_1
Detak jantung denish berpacu sangat kencang bahkan terasa berdebar debar ketika melihat walpaper ponsel yang menampakkan photo zea.
Ponsel yang kini berada ditangan nya berdering tepat saat denish akan membuka layar kunci milik zea.
πIncoming call " Sania"
Denish mengangkat panggilan tersebut dan menekan tombol loudspeaker.
π :" Zea ,kau sudah ada di dalam bus kan ?"
π :" Hem,,,."
Vans sedikit tersenyum ketika melihat tuan muda nya bersandiwara bersuara perempuan.
π :" Maaf kan aku ,zea. Semua karena kesalahan ku yang menyuruhmu memakai pakaian pria dan menambahkan tahi lalat di sudut bibir mu."
π:" Jika tidak kau tidak akan terkena masalah seperti ini .Pemilik angkasa group memberi ultimatum untuk menyerahkan mu pada mereka dan aku tidak bisa makanya aku menyuruhmu keluar kota."
π :" Semua karena ulah jeki . Jeki menghilang begitu saja dan pasti nya dia yang membuat masalah. Karena sama sama ada tahi lalat di sudut bibir jadi mereka mengira kalau kau itu jeki."
π:" Entah apa yang di perbuatnya hingga berurusan dengan orang besar seperti mereka."
π :" Kau tenang saja ! Aku dan bos sedang berusaha menemukan jeki ."
π :" Aku tutup dulu telepon nya , kabari aku kalau sudah sampai ."
π :" Klik."
Denish mengerutkan dahi nya setelah mendengar pernyataan orang yang bernama sania yang tak dikenal nya sama sekali .
Ucap vans.
" Cari tahu identitas gadis itu ! dan juga orang yang bernama jeki !"
" Baik ,tuan.
"Untuk sementara ,gadis itu akan kita jadikan tawanan . Sampai dalang semua kecauan ini terungkap."
" Apaaa,,,, tuan menculik nya ? Aduh ,,,,ketiwasan ,,, pak ,,,pak,,,,."
Mbok ijah berlari mencari suami nya saat berolah pikiran sendiri .
Denish dan vans seketika menoleh ke arah mbok ijah yang tak sengaja mendengar pembicaraan nya saat membawa nampan berisi kopi pahit kesukaan tuan muda.
Denish tak mau ambil pusing dengan tingkah mbok ijah yang sudah mengenal nya sejak kecil .Bahkan mendiang mama nya selalu berpesan untuk menjaga kedua orang tua itu yang telah berjasa menemani nya sampai dewasa bahkan hingga melahirkan nya .
" Eh,,,lupa, kopi nya tuan.Jangan di apa apa in gadis itu ,tuan muda. Sayang , cantik sekali . Bagus nya di jadikan istri ."
Ucap mbok ijah kemudian berbalik menghampiri denish memberikan kopi yang dibawa nya.
Denish tak menghiraukan perkataan mbok ijah hanya menghela nafas panjang nya dan juga mengerutkan dahi nya.
" Istri ,,,? Hah ,,,kalau bukan karena mama sudah ku libas habis .Kau kira aku tidak tahu jika sedang menyindir ku ."
__ADS_1
Gumam denish .
Vans sedikit tersenyum melihat kemarahan tuan nya yang memang benar apa yang dikatakan mbok ijah .Tuan muda saja yang tak pernah memperhatikan kehidupan asmara nya.
Vans yang mengabdi pada denish sejak saat muda sejenak merasa khawatir dengan tuan nya setelah penghianatan rayna dengan sahabat denish stefen , denish berubah menjadi lebih dingin.
Ceklek,,,,
Deg,,,,
Detak jantung denish berdegup kencang ketika memang benar melihat wajah cantik zea yang masih hilang kesadaran nya.
Semakin mendekati gadis yang tengah tak sadar itu semakin berdegup detak jantung nya seperti pacuan kuda yang berlari semakin cepat.
" Hah,,, cantik sekali ."
" Benar kata mbok ijah."
" Tapi perempuan ini membuat ku menerima kerugian milyaran rupiah . Bagaimana aku menjadikannya istri ?"
" Tapi bukankah teman nya bilang semua ulah jeki ?"
" Hah,,, ada apa ini kenapa jantung ku terasa sesak ?"
Jari jemari denish secara reflek membelai rambut panjang yang menutupi sebagian pipi nya . Menyentuh lembut pipi yang sedikit tirus itu secara perlahan.
Denish masih bergelayut manja di alam pikiran nya secara tiba tiba merasa detak jantung nya berpacu kencang .
Denish keluar dari ruangan itu secepat kilat duduk di ruang tengah dimana vans baru saja duduk membuka layar laptop nya.
" Tuan , anda tidak apa apa ?"
" Air,,."
Vans berlari mengambil air dingin memberiksn nya pada tuan muda yang tampak tersengal sengal mengatur nafas nya.
Beberapa saat setelah nya denish terlihat tenang kembali , vans mengerutkan dahi melihat tuan muda yang tak baik baik saja .
" Vans, kita pergi ke rumah sakit ?"
" Baik, tuan."
Vans mengikuti denish dari belakang sesuai komando pergi ke rumah sakit . Yang entah kenapa denish ingin ke rumah sakit ,satu tempat yang sangat dibenci oleh denish.
" Vans , pasang cctv di seluruh ruangan paviliun ."
" Baik ,tuan. Apa tuan baik baik saja ?"
" Entahlah, dada ku terasa sesak."
Keheningan terjadi saat dalam perjalanan ke rumah sakit , tak sepatah kata pun keluar dari mulut vans atau pun denish .
Denish bergelayut manja di alam hayalan nya , sesekali meraba dada nya yang entah masalah apa yang sedang dipikirkan denish.
__ADS_1
Sedangkan vans seperti biasa nya membuka layar laptop nya dan tampak sedang menelepon seseorang
Bersambung ππ