
David memberi suntikan dana pada Henry untuk memulai kembali usahanya dari nol. David percaya jika Imelda telah berubah dan lebih menghargai usaha dan jerih payah sang suami dalam menjalankan usahanya.
Dan dia memang telah berubah. Henry sangat bersyukur memiliki mantan menantu seperti David yang ternyata berhati malaikat. Dulu dia tak mau peduli dengan drama yang Lusi buat. Yang dia pedulikan adalah bagaimana caranya mengambil keuntungan dari keluarga Wiliam agar bisa menyenangkan hati sang istri.
Dia bahkan tak begitu peduli saat Lusi sang anak di polisikan karena penipuan.
Henry bahkan tidak tahu jika anak semata wayangnya kabur dari penjara beberapa bulan setelah dijebloskan ke penjara.
Dan hingga kini pun keberadaan Lusi tetap di sembunyikan untuk mencegah kembalinya sifat licik Lusi kala modal untuk usahanya habis. Biarlah dia berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya tanpa mengandalkan orang orang yang ia kenal. Setidaknya dia bisa berfikir keras untuk bertahan hidup.
Waktu berlalu, Stella berhasil melalui masa kritisnya saat melahirkan. Dia sempat koma selama 1 minggu dan David sempat tak mau menemui anaknya karena menganggap sang anak penyebab penderitaan wanita yang sangat ia cintai.
Stella tengah menunggu sang buah hati keluar dari sekolah taman kanak kanak nya. Hari ini adalah week end dan dia berniat mengajak Yoda sang anak untuk jalan jalan berdua karena David tengah melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.
"Bye Yoda" seru seorang anak perempuan yang cantik melambai pada anak sulung Stella.
"Bye Julie" balas Yoda dan langsung berlari ke arah sang mama yang sudah bersandar menunggu di mobilnya lalu menyambutnya yang berlari merentangkan kedua tangan.
"Mamaaa..." pekik Yoda saat jarak masih cukup jauh.
__ADS_1
Mereka berpelukan seperti biasa. Namun anaknya langsung terisak tak seperti biasanya yang ceria.
"Sayang ada apa?" tanya Stella khawatir.
"Mama... hik.. kenapa temen temen Yoda bilang kalo Yoda perempuan? Yoda kan anak laki laki kan ma" tanya Yoda sambil sesenggukan.
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Stella menghela nafas. Ini memanglah salahnya. Sedari bayi Stella selalu melihat anaknya ini terlampau cantik untuk jadi anak laki laki. Seiring berjalannya waktu, dia tambah yakin jika Yoda salah server.
David sering menegurnya karena tak terima jika jagoannya didandani bak anak gadis.
"Maafkan mama, sayang" ucap sendu Stella yang merasa bersalah.
"Kenapa mama yang minta maaf? mama gak salah, temen temen Yoda yang salah, ma. Mama janan nanis lagi ya. Yoda gak mau liat mama nanis"
cup
__ADS_1
Yoda mengecup pipi sang mama dengan lembut dan basah. Stella sangat menyukainya dan berhasil membuatnya tersenyum.
"Kita jalan jalan?" ajak Stella ceria dan menularkan keceriaannya pada Yoda.
"hn.." Yoda mengangguk antusias dengan senyuman khas yang menampilkan lesung pipi seraya menyambut uluran tangan Stella.
"Mama.. mama.. aku mau foto sama badut, ma" pinta Yoda antusias.
Stella mengangguk tanda memberi izin lalu mengarahkan kamera ponselnya pada sang anak yang sudah mengambil posisi berdiri di sebelah badut yang kebanyakan ditakuti para anak anak karena mirip sosok karakter badut di film horor bertema thriller.
"Dadah tuan baduut..." seru Yoda girang sambil melambaikan tangan.
"Dadah gadis maniis" balas sang badut dengan suara mezo sopran khas seorang wanita.
Yoda menghentikan lambaian tangannya juga langkahnya.
"Mama mama, apa Yoda mirip badut, ma? rambutnya sama keriting, tapi suaranya mirip perempuan. Yoda gak mau kayak badut mah.. Yoda gak mau.." Yoda menggeleng sambil berderai air mata lalu lari melepaskan diri dari genggaman tangan Stella membuatnya panik karena pergerakannya yang tiba tiba.
"YODAA..."
__ADS_1