
"Apa yang kamu lakukan?" terdengar suara raungan pak Andi dari balik pintu. Tampaknya dia tengah menegur dengan keras pada wanita tak tahu malu itu.
Stella melongokkan kepalanya mencari sosok pak Andi dalam layar yang tak terlihat, begitu juga dengan wanita itu yang sebenarnya ingin Stella patahkan kaki dan tangannya karena berani menggoda suaminya.
"Urus dia, pak Andi. Pastikan dia tak membuat masalah lagi. Saya tak mau perusahaan saya menampung pegawai murahan seperti ini" raung David menggema.
"Eh.. t tapi.. pak.. itu.. perut.. anduk.. ahh.. paak.." teriak si wanita yang tampaknya diseret paksa oleh orang yang bernama Andi.
"Lihat? Inilah sebabnya aku mau kamu ikut aku terus" keluh David yang memijat pelipisnya didepan ponsel yang menunjukan wajah imut sang istri.
Dia lantas menurunkan handuk dan menampilkan tanduknya🙈
"Sayang... kamu apa apaan iiih..." Stella sontak menutup wajahnya dan hanya memberi sedikit celah diantara jari lentiknya. Penasaran juga dengan sesuatu yang sudah menjadi miliknya.
David terkekeh melihat reaksi spontan sang istri dan dengan santai memakai pakaian kerjanya.
"Aku akan menyelesaikan pekerjaanku secepatnya, sayang. Aku gak mau lebih lama jauh dari kamu. Bye.. aku meeting dulu sayang. Cupp" David mengecup kamera ponselnya agar tampak bibirnya mengecup dirinya.
__ADS_1
Hati Stella menghangat dengan perlakuan manis David. Lalu menitikan air mata karena rindu.
Rindu akan kebersamaan mereka.
Rindu akan kekesalannya pada tingkah David yang sangat posesif.
Rindu akan ekspresi menggemaskan David yang sangat mudah ia goda.
"Neng, sadar neng. Nyebut" Meyra membuyarkan lamunan Stella yang langsung mengusap sudut matanya.
Para relasi dan dewan direksi tak mempermasalahkan hal itu karena Stella pun sangatlah mumpuni untuk memimpin perusahaan. Mereka bahkan salut dengan kemampuan dan ketegasan Stella dalam menjalankan perusahaan dan menegakkan peraturan. Dia bahkan teliti dan rajin mengontrol cashflow agar tak memberikan kesempatan sekecil apapun bagi calon koruptor yang akan merugikan perusahaan.
Sayangnya Stella tak mengetahui keberadaan anak perusahaan Wiliam.
Dan dia sangat menyayangkan masalah kini terjadi dalam anak perusahaan yang kini David tangani permasalahannya.
David menyelesaikan pekerjaannya dalam 2 hari. Perusahaan itu mendapat suntikan dana dari induk perusahaan agar bisa kembali beroperasi.
__ADS_1
Dan biang dari penyelewengan dana itu adalah tenyata orangnya keluarga Frost, yaitu keluarga mantan istri David, Lusi.
Orang tua Lusi menempatkan orang di perusahaan untuk mengintai dan menunggu para petinggi lengah. Orang itu bahkan bermain sangat apik. Namun se apik apiknya seseorang membuat kejahatan, tetap saja akan terbongkar.
Perusahaan keluarga Frost kini tengah pailit karena tidak bisa membayar cicilan pinjaman pada Bank.
Ayah Lusi diadili secara intern dan diberikan pilihan, mengembalikan dana atau dipolisikan.
Akhirnya dia memilih mengembalikan dana yang sebagian sudah terpakai dan membuat perjanjian secara tertulis dan ditandatangani diatas materai di hadapan notaris jika dia akan membayar sisanya setelah beberapa assetnya terjual. Dan tentu saja penjualan nya diawasi pihak perusahaan David.
Dengan hati yang berbunga, David tak sabar ingin segera menemui sang belahan jiwanya. Dia sengaja ingin memberikan kejutan bagi Stella dengan kepulangannya yang 1 hari lebih cepat.
Namun tiba tiba ban mobil terasa oleng dan..
ciiiiiiit
brakk..
__ADS_1