
Di dalam mobil
"Sayang, ternyata wanita itu adalah selingkuhan pak Alan, CEO perusahaan itu. Dia sakit hati karena gak jadi dinikahi. Keknya dia nyari mangsa baru buat jadi sumber keuangannya. Gila.. utangnya dimana mana, jumlahnya juga gak main main" David menggelengkan kepala kala menatap informasi yang dia terima dari informannya terkait data pribadi si wanita yang mana adalah mantan sekertaris dari pak Alan yang mana perusahaannya sudah lama bekerja sama dengan Wiliam Corp dan berniat memperpanjangnya.
"Hhh... cape dengernya juga. Pantesan feeling ku gak enak. Coba kalo tadi gak ketemu Deri di depan kantor" Stella memijat pelipisnya, tak bisa ia bayangkan jika suaminya yang terjebak karena dia tak bisa bergerak bebas dengan kehamilannya yang besar ini untuk menghajar seseorang.
"Aku percaya sama insting seorang istri" David merangkul lengan Stella dan menyandarkan kepalanya di bahu sang istri yang lebih pendek darinya namun tetap membuatnya nyaman. Dia memejamkan matanya dan mengucap lirih "terima kasih karena begitu banyak menghujaniku dengan cintamu"
Stella meraih pipinya dengan sebelah tangan lalu menyandarkan kepalanya pada kepala David.
"Terima kasih juga karena telah menjaga hatimu hanya untukku. Mas tau? Deri hampir terjerat, untung pak Andi cepet dateng. Kalo mas yang ada didalam sana kira kira-"
__ADS_1
"Mungkin aku lebih memilih membunuhnya dari pada menyentuhnya. Sudah cukup aku terjerat Lusi dahulu. Dan aku gak mau lagi kejebak. Aku gak mau bayangin harus nyakitin kamu meski bukan sepenuhnya kesalahanku, tetap saja aku yang melakukannya meski dalam pengaruh barang haram. Jadi aku lebih percaya sama insting kamu, sayang. Aku milikmu, apapun yang kamu bilang aku nurut"
Mata Stella memicing "Kenapa mas lebay gini sih. Jijik deh dengernya"
"Eh, punya istri gak bisa diajakin romantis, gak bisa digombalin amat. Apa kek, cium gitu ato usap dikit gitu jaguarnya" gerutu David yang membuat Stella tergelak dan menuruti kemauannya membelai sang jaguar yang kemudian menggeliat.
"Nah kan, minta diterusin"
......................
Seandainya Stella adalah seorang wanita serakah dan licik, mungkin Wiliam benar benar akan dilempar ke jalanan karena sudah tak mempunyai apapun selain kursi roda dan tongkatnya.
__ADS_1
Bukan karena tanah itu dan asset lain sudah menjadi miliknya karena paksaan Wiliam, tapi dia tak mau memberikan celah pada siapapun untuk bersikap seenaknya.
Setibanya di kantor, Stella merasa lelah. Dia membaringkan diri di sofa ruang kerja sang suami selagi David melakukan video conference.
tring
tring
Suara notifikasi pesan pada ponsel Stella mengusik kenyamanan istirahatnya.
Masih dengan posisi berbaring Stella meraih ponselnya yang ia letakkan diatas meja depan sofa.
__ADS_1
Ternyata pak Andi yang mengirimkan pesan. Stella memintanya menggantikan sebentar di meja depan sementara Stella merebahkan pinggangnya yang terasa panas.
"Nyonya, maaf mengganggu istirahatnya. Ada wanita bernama Imeldawati ingin bertemu anda"