
"Sayang, jaga dirimu baik baik. Aku akan segera kembali" David tak henti hentinya mengucapkan kata perpisahan dan terus mengecupi punggung tangan Stella juga pipi dan keningnya.
Sambil terisak dia merengkuh tubuh mungil nan menghangatkan itu.
"Ya ampun, baru tau punya cucu lebay nya minta ampun" Wiliam menggeleng keheranan.
"Kakek, tolong ijinin Stella ikut David aja, kek. David gak bisa diginiin" ucapnya memelas sembari berderai air mata.
"Apa kamu mau kakek buat lebih lama disana? tentukan pilihanmu. 3 hari atau 3 tahun" balas Wiliam memberikan pilihan.
David langsung menghentikan dramanya dan masuk kedalam mobil.
"Sayang.. tunggu aku.. aku akan segera kembaliiii...." pekik David melalui jendela mobil yang bergerak menjauh.
"Adeuh adeuuuh... gak percaya punya mantan atasan kek kulkas tapi bisa bucin se bucin bucinnya melebihi bucin yang ada" tukas Meyra.
Stella hanya tersenyum sembari mengusap sudut matanya yang sedikit berair.
Dia juga tak rela berjauhan.
__ADS_1
Selama perjalanan, David terus terdiam.
Kembali berjauhan dengan Stella setelah berhasil bersatu bukanlah hal yang ia inginkan. Tapi kenapa takdir seolah terus mengujinya.
Asisten yang diperintahkan Wiliam untuk mendampinginya seharusnya menjelaskan tentang akar masalah dan solusi penyelesaian darurat yang harus diambil agar para pendemo tidak anarkis pada hasil keputusan.
Namun melihat mood sang bos yang sedang tidak baik baik saja, dia mengurungkan niatnya. Dia yakin seorang jenius seperti bos nya ini bisa berimprovisasi di lapangan. Kalau tidak, mana mungkin dia bisa mendapat kepercayaan penuh dari pendahulunya yang kebetulan adalah sang kakek.
"Tuan, kita sudah sampai. Tapi saya sarankan tuan jangan dulu turun karena bisa membuat mereka bereaksi anarkis. Mereka tidak sabar menunggu penjelasan. Biar mereka mengamankan dulu kericuhan itu" ucap Andi, sang asisten membuyarkan lamunan David.
Dia memindai ke luar mobil, dan ternyata tengah terjadi kericuhan yang cukup genting diluar sana.
David menghela nafas berat. Dia harus profesional. Benar kata sang istri. Beban perusahaan berada dipundaknya.
Dia harus menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.
Dengan keteguhan dan keyakinan dia harus siap menghadapi apapun. Dia berhasil menghadapi masalah terberat dalam hidupnya, yaitu berpisah sementara dengan Stella.🤦🏻♀️
Dengan mantap dia keluar dari mobil tanpa menghiraukan larangan sang asisten.
__ADS_1
"Tuan.. awaaaas..." seru Andi memperingatkan.
ceprooot
Sebuah telur dilayangkan salah satu pendemo padanya saat David baru berjalan beberapa langkah karena orang itu melihat kemunculan David dan meluapkan kekesalannya.
"Dasar egois. Berikan hak kami.. kami juga harus menghidupi keluarga.. kalian para orang kaya hanya bisa memeras tenaga kami.." seru pelempar berapi api yang di setujui oleh rekan rekan yang lain.
David dengan tenang merogoh saku dan mengambil sapu tangan untuk menyeka wajahnya yang terkena lelehan telur.
Dia melihat sapu tangan yang di sulam oleh sang istri pada ujung nya bertuliskan "I Love You, My Jaguar".
David tersenyum, lantas dengan tenang berkata pada mereka "Apa kalian juga ingin membunuhku? lalu apa yang kalian dapat? aku datang kesini untuk menyelesaikan masalah dan mengembalikan hak kalian, tapi kalian memperlakukanku seperti ini. Apa kalian yakin salah satu diantara kalian bukan kaki tangannya?"
Para pendemo itu saling berpandangan. Mereka merasa perkataan bos besar mereka ada benarnya.
Sebenarnya mereka sudah dengan tenang menunggu kehadiran sang eksekutif, namun memang ada yang memulai kericuhan dengan membakar emosi yang lain.
"Bener juga, kita dari tadi memang nunggu dia datang untuk menjelaskan dan bertanggung jawab, kenapa kita harus bikin kericuhan?" bisik bisik para karyawan terdengar saling bersahutan membenarkan ucapan David yang diplomatis.
__ADS_1
"Itu orang nya" sahut salah satu dari mereka sambil menunjuk seseorang yang tengah berlari menjauh dari kerumunan.