The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Linglung


__ADS_3

"Aku tau, kak" jawab Stella membuat David tercengang. Ternyata gadisnya tak sepolos itu.


tit


Stella berhasil membuka pintu dengan kunci yang baru dia rogoh dalam saku depan celana David.


"Bersiaplah menerima seranganku, gadis kecil" gemas David yang langsung membawanya ke kamar mandi.


Tas dan sepatu sudah mereka lepas saat memasuki kamar.


David menyalakan shower dan mengaturnya dalam suhu yang hangat lantas melangkah kebawah guyuran shower tanpa menurunkan Stella.


Tubuh yang basah dan masih terbalut kain itu menampakkan lekuk bukit Stella dan dada bidang David yang tercetak dari kaos nya.


David barulah menurunkan Stella dan membuka perlahan kain pembungkus yang menghalangi mereka.


Stella terbawa suasana. Dia pun melakukan hal yang sama pada pakaian basah David.


Stella lantas meraih sabun dan mengusapkannya pada tubuh polos David, pun dengan David yang sudah sangat terpancing untuk segera menenggelamkan rudalnya.


Saat David meraba bagian inti Stella yang terasa licin bukan karena sabun, dia tersenyum karena sepertinya tubuh Stella sudah siap menerima kucuran investasinya yang sangat berharga.

__ADS_1


Selesai dengan aksi sabun menyabuni dan bilas membilas, David kembali mengangkat Stella tanpa memakaikan handuk lalu segera membaringkannya di ranjang yang penuh dengan taburan kelopak bunga mawar berwarna pink.


"Apa kamu sudah siap?" tanya David saat mengarahkan senjatanya pada celah sempit nan lembab.


Stella mengangguk dengan mata memelas. Dia juga sudah sangat terpancing untuk merasakan sensasi yang membuat para pelaku dosa terus menerus melakukan dosa karena kenikmatan dunia yang tak bisa ditolak itu.


Stella memejamkan mata dan menitikan air mata kala pelindungnya berhasil ditembus.


David mengerang hebat kala berhasil menembus pertahanan Stella. Dia mengecup mata Stella yang mengeluarkan air karena ulahnya.


"Maafkan aku, sayang. Aku janji setelah ini kamu gak akan merasakan sakit lagi" ucap David berjanji karena tidak tega melihat air mata itu jatuh. Dia mendiamkannya sebentar sampai dirasa sudah beradaptasi dengan kehadiran sang jagoan didalam sana.


Stella menggelinjang dengan pergerakan sang ular yang perlahan mundur.


Karena ini pengalaman pertama David, pergerakan sedikit itu dengan sensasi luar biasa yang baru dia rasakan itu tak kuasa membuatnya meledak disertai erangan hebat.


David mengatur nafasnya yang memburu, membiarkannya untuk mengumpulkan lagi tenaga. Dia merasa belum maksimal dalam bermain dengan landak kecilnya.


"Kak.. kok udahan?" tanya Stella yang merasakan semburan hangat dan tubuh David yang melemas.


"Baru pemanasan, sayang. Kamu siap?"

__ADS_1


Stella mengangguk karena ingin segera merasakan sensasi kenikmatan dunia yang memabukan.


David melanjutkan aksinya membawa Stella terbang ke angkasa. 2x tak membuatnya cukup karena memanglah membuat candu. Hingga pagi menyapa, barulah mereka menyerah. Masih banyak hari hari esok untuk mereka habiskan berdua dalam ikatan sah yang ikhlas dari keduanya.


David mengucap syukur dalam hati atas kebaikan Tuhan yang mempersatukan mereka setelah berhasil melalui ujianNya dalam bersabar.


"Terima kasih karena menjaga mahkotamu untukku" ucap David seraya mengecup pundak polos Stella yang sudah terlelap terlebih dahulu karena kelelahan.


David pun terlelap sembari memeluk Stella dari belakang.


......................


"Hhh.. ya ampun, kesiangan" Stella tiba tiba bangun dan langsung duduk saat melihat cahaya matahari cukup terik menembus jendela kamarnya.


"Mampus, bisa diomelin si rese ini mah" keluhnya sembari menyingkap selimut hendak turun dan beranjak ke kamar mandi untuk bersiap.


"Haaa... pakaian aku.." Stella beringsut kembali menutup tubuh polosnya. Dia linglung kenapa bisa dia tidur tanpa sehelai pakaianpun. Bagian intinya pun terasa perih. Pikirannya berkecamuk jika dia telah dijebak seseorang dan dijadikan budak ***.


"Sayang, kamu sudah bangun?" suara serak itu menyadarkan Stella akan kehadiran sosok lain diatas ranjang empuk itu.


"Waaaa... setan cabuuul..."

__ADS_1


__ADS_2