
"Waaaa... setan cabuuul..." Stella berteriak histeris melihat penampakan mahluk seksi disebelahnya.
David dipaksa membuka mata kala sebuah bantal melayang pada wajahnya. Stella memukulinya bertubi tubi hingga tak sadar selimut yang ia gunakan untuk menutupi tubuh polosnya turun.
David yang melihat sekilas langsung menyunggingkan senyum liciknya. Dia lantas menangkap tangan Stella dan menariknya hingga Stella jatuh menimpa tubuh polos David. Bercermin dari kejadian berontaknya saat dipeluk David yang berbaring dan berakhir burungnya yang kena sikutan lutut, dia segera mengunci tubuh polos Stella dengan mengunci pinggangnya dengan kedua kaki yang melingkar.
"Selamat pagi istriku" sapa David saat tubuh mereka menempel tanpa penghalang.
blushh
Wajah Stella memerah karena keintiman mereka.
Istri
Stella bahkan lupa jika mereka telah sah menjadi suami istri mulai kemarin, dan mereka baru melakukan penanaman investasi semalaman penuh.
"Aku.."
"Kamu belum jawab salam ku" potong David kala Stella berucap terbata.
"Pagi juga-" lirihnya.
"Hn?" David menunggu kata lanjutan yaitu panggilan sayang untuknya. Kira kira istri mungilnya ini akan memanggilnya apa ya.
__ADS_1
"Suami rese- ku" lanjut Stella yang membuat David membulatkan mulutnya.
"Suami rese? jadi aku rese gitu hah?" David gemas dengan tingkah Stella yang sok polos.
"Coba bilang sekali lagi" pinta David sembari menggelitik pinggang Stella yang terkikik geli lalu David berguling berganti posisi menjadi diatasnya dan..
"Ahhh..." Sekali lagi mereka menyatu untuk memberikan hukuman enak untuk istri mungilnya.
Dah ah, kata editor gaboleh panas panasan, tar gosong🤭
Selama seminggu Stella benar benar dikunci oleh David. Dalam artian kemana Stella melangkah, pasti selalu ada David di belakangnya.
Kemanapun
Seperti magnet, David menempeli Stella kemanapun ia melangkah.
Stella sedikit merasa risih karena pergerakannya menjadi terbatas. Namun apalah daya. Dia tidak bisa protes.
"Sayang, apa kamu yakin kita akan tinggal di rumah kakek?" tanya David dengan nada sedikit kecewa. Dia sebenarnya ingin mandiri. Bahkan David sudah membeli sebuah mansion untuk mereka tinggali selepas resepsi.
"Apa kakak tega membiarkan kakek sendirian di rumah sebesar itu?" jawab Stella.
"Aku bilang berhenti panggil aku kakak. Aku bukan kakakmu" ketusnya.
__ADS_1
"Iyaa maas..." jawab Stella dengan manja membuat David tambah gemas.
"Lagi pula, kakek itu orang tua kita satu satunya. Kalau bukan kita yang mengurus dan menemaninya, lalu siapa? mas juga nanti kalo udah tua emang mau ditinggal sendiri?" lanjut Stella.
"Aneh juga dipanggil mas" gumam David.
"Terus rumah kita gimana?" lanjut David.
"Makanya kalo mau mutusin apa apa itu diskusiin dulu. Jangan mentang mentang punya duit main beli. Inget, sekarang mas udah gak sendiri, apa apa harus sesuai keputusan berdua. Kalo main putusin sendiri, ya udah hidup sendiri lagi aja" tukas Stella mengomeli suaminya.
"Ternyata gini ya rasanya diomelin istri" ucap David.
"Kenapa, gak suka?" tanya Stella menghentikan kegiatannya memasukan pakaian kedalam koper karena mulai hari ini mereka check out dari penthouse.
"Justru aku suka kalo kamu yang omelin. Berarti kamu perhatian sama aku, tandanya kamu sayang sama aku" jawab David yang menarik tangan Stella agar berdiri sehingga dia bisa memeluknya.
"Sebelum check out, 1 ronde dulu ya. Pliiiis... perjalanan pulang butuh nge cas dulu biar batre nya full" pinta David menghiba dan tanpa menunggu persetujuan Stella dia langsung mengeluarkan charger nya dan menancapkannya.
🤦🏻♀️
🤦🏻♀️
🤦🏻♀️
__ADS_1