The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Bukan Ibunya Lagi


__ADS_3

David terus menatap lekat wajah merah Stella saat mereka tengah berdansa.


"Kakak, jangan liatin terus ih. Nanti meleleh" ucap Stella malu malu.


David tersenyum, ingin rasanya menerkam landak mininya.


"Jadi gak sabar dikangkangin kamu nanti malem" godanya berbisik.


"Kakak mah ngejek mulu. Males ah ngangkanginnya" Stella merajuk sambil memajukan bibirnya.


"Eit, gak boleh nolak suami. Dosa"


"Tapi kan kalo gak ikhlas juga gak baik. Serba salah kan jadi istri. Tau gitu gak usah-"


cupp


David mengecup bibir Stella untuk memotong ucapannya.


"Gak boleh ngeluh, gak boleh nyeselin hal yang udah terjadi. Aku janji, gak akan pernah nyakitin kamu, bakalan bikin kamu enak terus"


Wajah Stella semakin memerah dengan perlakuan lembut David.

__ADS_1


"Jangan pernah ingkar karena hukumnya dosa. Aku bakalan tagih terus janji kakak" jawab Stella memberanikan diri membalas tatapan David.


"Stella.. kamu.. kamu Stella Aubrey?" tanya seorang wanita yang tiba tiba menghampiri dan menghentikan gerakan dansa pasangan yang baru halal itu.


"Tante Imel? ngapain tante disini? setau saya tante gak diundang" sergah David sambil mengerutkan kening. Dia yakin wanita ini datang untuk merusak suasana.


"Kamu Stella anakya Arya Dipta, iya kan?"


Stella kini yang mengerutkan kening.


"Tante kenal ayah saya?" tanyanya kemudian.


"Ini aku, ibumu nak. Ibu kandungmu" suaranya kencang dan bergetar, mengatensi para tamu yang tengah menikmati pesta.


"Iya, sayang. Aku ibumu. Akhirnya kit-"


"Maaf, anda mungkin salah orang. Nama ibu saya mungkin mirip dengan anda, nama lengkapnya adalah-"


"Imeldawati. Itu nama asli ibu, nak" potong Imelda menegaskan sambil terharu.


"Iya, Imeldawati nama ibu saya. Wanita yang melahirkan saya lalu pergi meninggalkan saya karena ayah jatuh miskin dan lebih memilih menjadi istri muda seorang pria tua yang kaya raya. Apa benar itu anda?" Stella mengucapnya dengan lancar dan lantang sehingga para tamu mendengar dengan jelas. Matanya mengembun mengingat penderitaan sang ayah yang bersusah payah membesarkannya seorang diri ditengah ketidak tahuannya dalam mengurus anak.

__ADS_1


"Bu bukan begitu. Ibu hanya.. hanya.."


"Ibu saya tidak tahan dengan kemiskinan, jadi dia pergi meninggalkan kami. Dan jika saya bertemu lagi degannya, saya ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih karena telah meninggalkan kami, jadi beban kami berkurang. Ayah yang hanya bekerja sebagai kuli tak perlu menyediakan make up berharga fantastis. Dan saya yang menjadi lebih kuat dan tidak mewarisi sifat serakahnya. Bisakah anda menyampaikannya?" Stella tak kuasa menahan kekecewaannya pada wanita yang telah menelantarkannya.


"Aku ini ibu kandungmu, yang sudah melahirkan kamu. Kamu jangan kurang ajar ya. Jadi begini Arya mendidikmu?"


"Maaf, anda salah. Ayahku mendidikku dengan sangat baik. Beliau orang yang tidak pendendam juga berhati murni. Jika anda mempertanyakan sikap saya sekarang ini, mungkin ini adalah sebagian gen yang diturunkan ibu saya. Dan saya tidak pernah meminta ibu saya untuk mengandung saya dalam rahimnya" jawab Stella menggebu.


plakk


Imelda mendaratkan telapak tangannya di pipi Stella dengan tiba tiba.


"Tante, apa yang tante lakukan?" sergah David yang merasa kecolongan dengan tindakan tiba tiba Imelda. David lantas menarik Stella yang tengah tercengang dengan tindakan Imelda saat mereka baru bertemu kembali ke belakang tubuhnya.


"Minggir kamu. Saya sedang mendidik anak kurang ajar ini" sarkas Imelda berapi api.


"Tante salah jika ingin mendidiknya sekarang. Karena sekarang dia adalah tanggung jawabku. Dan terlambat bagi tante untuk mengklaimnya sebagai anak tante. Hanya status dalam kertas hubungan kalian kini. Sekarang saya tau dari mana sifat Lusi berasal. Ternyata didikan anda sebagai ibu sambungnya yang membentuk kepribadian Lusi seperti itu. Dan saya tidak akan membiarkan anda merusak kepribadian istri saya. Silahkan anda pergi. Anda mengganggu kenyamanan para tamu" David menjentikan jari memberikan kode pada pihak keamanan untuk mengamankan Imelda.


"Kamu gak bisa ngusir saya, saya ibu nya"


"Anda bukan ibunya lagi. Karena saya sudah menggantikan anda. Silahkan keluar. Kursi untuk anda sudah ditempati" Meyra mucul untuk menyapa sekaligus mengusir wanita yang sudah membuat kakaknya menderita.

__ADS_1


"Mey, kamu.. bisa bisanya kamu.."


"Maaf, nyonya. Silahkan ikut kami dengan baik baik" pinta sekuriti dengan sopan.


__ADS_2