The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Cari Cewek Cantik


__ADS_3

ceklek


Stella segera membuka pintu karena Yoda sudah mulai histeris.


"Sayang, kenapa nangis?" tanya Stella yang langsung menangkap Yoda karena serbuan anak itu.


"Mamaaa.... rambut Yoda ilaaang..." raungnya histeris.


🤦🏻‍♀️dahlah...


"Gak ilang, sayang. Ni masih ada kok" bujuk Stella yang lantas memainkan rambut Yoda yang tadinya curly jika panjang dan kini terlihat ikal karena dipotong pendek.


Yap


Stella menyetujui saran David sepulang mereka bermain di taman bermain untuk memotong pendek rambut Yoda karena selama mereka menikmati kebersamaan di arena bermain, tak jarang orang orang dan para badut membalas sapaan ramah Yoda namun memanggilnya gadis manis. Tentu saja membuat Yoda geram dan berteriak marah membuat Stella dan David harus berkali kali meminta maaf.


Dan mereka berhasil membujuk Yoda dengan alasan sangkaan orang orang yang membuatnya tak nyaman juga.


Setelah itu mereka membeli beberapa stel pakaian anak laki laki dan membuat Stella cemberut karena tak lagi bisa melihat anaknya terlihat menggemaskan mengenakan legging dan terusan se lutut juga tas selempang sebagai pemanis penampilan.


"Mama sama papa boong... katanya rambutnya bakalan tumbuh lagi... ini kenapa belum ada yang tumbuh, ma.. balikin rambut Yoda ma..."


Drama pagi hari yang membuat denyut di kepala terasa semakin kencang kala baru saja membuka mata. Tapi Stella menikmati moment ini. Moment yang tak pernah ia rasakan dahulu saat ia masih kecil.

__ADS_1


Bermanja ria pada kedua orang tuanya.


Bahkan ia dipaksa berfikir lebih dewasa sejak dini.


Tak ada keceriaan dimasa kecilnya.


Selalu belajar dan belajar setelah melakukan pekerjaan kecil di rumah sangat sederhananya. Bahkan tak ada teman yang mau berkawan dengannya.


Sepi


Itulah masa kecil yang Stella rasakan.


"Sayang, dengerin mama" bujuk Stella menepuk tempat tidur di sisi sebelahnya agar Yoda mau duduk dan mendengarkannya.


Dan anak itu menurut meski masih terisak.


"Laki laki, ma. Kan mama sama papa yang bilang" jawab Yoda sambil sesenggukan.


"Kalo mama?"


"Perempuan"


"Papa?"

__ADS_1


"Laki laki"


"Yoda harus sama kayak siapa?"


"........."


Yoda melirik sang papa yang masih lelap dalam posisi tengkurap.


"Papa" lanjutnya menjawab dengan mata masih menilik sang papa.


Stella tersenyum.


"Apa Yoda pernah melihat rambut papa panjang?" lanjut Stella.


Yoda menggeleng dengan sorot mata tak lepas dari sang papa.


"Jadi, mulai sekarang Yoda harus membiasakan rambutnya pendek kayak papa, ok. Biar orang orang sama temen temen Yoda yakin kalo Yoda laki laki" bujuk Stella menoel ujung hidung Yoda yang mancung namun mungil.


Senyum terbit dikedua sudut bibir merahnya.


Lantas kepalanya mengangguk lalu berdiri diatas tempat tidur dan melakukan lompatan lompatan kecil untuk membangunkan sang papa yang tak terusik sama sekali dengan pergerakannya.


"Papa papa bangun pa, kita jalan jalan cari cewek cantik pa" pekik Yoda yang membuat mulut dan mata Stella membulat.

__ADS_1


Amarahnya seketika memuncak kala mendengar ajakan sang anak yang pasti diajari papa nya setiap kali David mengajak Yoda jalan jalan ke taman kota. Tak menyangka dia memberikan alasan menjijikan pada sang anak, mengajarinya menjadi seorang playboy sejak dini, adalah sesuatu yang sangat memancing amarah Stella.


"Mas.. ayo banguuun... anakmu ini ngajakin jalan jalan nyari cewek cantik, noh.. cari yang banyak ya.. biar mama potong potong trus mama rebus tuh cewek" hardik Stella gemas sambil menjewer telinga sang suami yang masih terlelap dan memaksanya membuka mata seketika. Membuat Yoda tertawa nyaring sambil bertepuk tangan.


__ADS_2