The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Nasib


__ADS_3

Hari pertama mereka bekerja setelah mengambil cuti bulan madu disuguhi dengan banyaknya pekerjaan.


Dokumen dokumen pengesahan yang harus di entri oleh Stella menggunung. Pun dengan kontrak kerjasama dan perpanjangan kontrak yang harus ditanda tangani David sama menggunungnya.


David kembali memasukan meja kerja Stella kedalam ruangannya agar memudahkannya dalam berinteraksi dan saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan yang tampaknya tak ada habisnya itu.


Stella menyempatkan memesan menu makan siang untuk mereka berdua.


"Tuan, makan siang sudah siap" seru Stella setelah menata nya di meja tamu.


"Hm, ya. Simpan dulu saja disitu" jawab David tanpa mengalihkan fokusnya dari kertas kertas berisi ratusan kata disetiap lembarnya.


"Kamu makan duluan saja, aku menyelesaikan ini dulu" lanjutnya.


Stella sangat tahu jika bos rese yang kini sudah resmi menjadi suaminya adalah seorang workaholic.


Stella inisiatif mengalaskan makanan untuk suaminya.


"Buka mulut anda, tuan" pinta Stella dengan suara lembut.


David menghentikan aksinya, lalu kepalanya mendongak agar bisa melihat ekspresi Stella sang sekertaris ples ples nya. Karena mendengar dari suaranya sangatlah tak biasa.


uhuk

__ADS_1


David tersedak air liurnya sendiri kala terkejut melihat Stella menopang tubuh bagian atasnya dengan kedua sikut dimeja bagian depannya namun blazer nya sudah ia lepas entah dilempar kemana.


Dia memegang sendok berisi nasi dan lauk dengan latar belakang gundukan kenyalnya yang jelas terlihat menggantung karena dia mengenakan blouse ber kerah rendah.


"Ayo, buka mulutmu. Aaaaa...." titahnya lagi dengan suara dibuat serak dan sensual.


glek


David menelan ludah sebelum makanan itu masuk mulutnya.


David lantas membuka mulutnya menerima suapan mesra dari sang sekertaris. Stella lantas menyendok lagi nasi ples lauknya dan menyuapi dirinya sendiri, jadilah mereka makan sepiring berdua. Namun Stella menggigit sendok saat makanan yang ia kunyah telah ia telan lalu menjilat bibirnya. Dia lantas menuang air kedalam gelas dan meminumnya. Sengaja ia buat agar air itu sedikit melewati batas bibirnya agar setetes air itu lolos menelusuri pipi turun ke leher dan berakhir masuk ke belahan bukit.


glek


Stella menelan segelas air itu dengan kasar membuat David ikut menelan makanannya.


"A lagii.. " lanjut Stella yang kembali mencondongkan badannya, lalu kembali menyuapi dirinya sendiri. Terus berulang hingga makanan dalam piring tandas.


David segera menyelesaikan kunyahannya agar bisa segera menikmati hidangan pencuci mulut.


Stella menyodorkan segelas air dan David segera menenggaknya hingga tandas.


"Ya ampun, pelan pelan tuan. Sampen tumpeh tumpeeh" seru Stella mempertahankan suara seraknya lalu menyeka sudut bibir David yang basah dengan jempolnya dan mengulumnya.

__ADS_1


"Aduh, tisu nya lupa belum beli" kilah Stella yang langsung me lap bibir basah David dengan lidahnya.


Padahal setumpuk tisu yang baru dibuka kemasannya terongok diatas meja tamu.


"Kamu.." geram David terpancing dengan ulah Stella yang seduktif.


"Bersiaplah, tuan. Sebentar lagi tamu dari Ausie datang" bisik Stella di telinga David sambil sedikit menjilat dan menggigitnya. Tak lupa usapan lembut pada sang jagoan yang sudah membengkak.


"T tapi, waktu istirahat.."


"Waktu istirahat sudah habis,tuan" ucap Stella yang kini berubah datar sembari membereskan bekas makan siang mereka dan dengan cekatan merapikan meja tamu lalu sedikit menyemprot ruangan agar tak tercium bau makanan.


"A apa? kenapa udah abis lagi?" tanya David panik. Panik dengan kondisi juniornya yang membengkak karena ulah sekertaris nakalnya.


"Tuan terlalu asik bekerja hingga tak sadar hampir melewatkan makan siang" tukas Stella tenang sembari membereskan dan menata meja tamu, tak lupa menyimpan pot bunga kecil sebagai pemanis.


"Lalu bagaimana dengan nasibku?" lanjut David mengeluh.


Stella hanya mengedikkan bahu lantas memakai kembali blazernya yang disampirkan di sandaran sofa. Mengambil gawainya dan sedikit mengutak atik nya lalu kembali menyimpannya diatas meja dan berjalan kearah pintu dan membuka lebar kedua daun pintu itu.


jeglek


"Silahkan masuk. Pak presdir sudah menunggu" sambutnya pada beberapa tamu yang telah dijadwalkan datang setelah jam makan siang.

__ADS_1


"Sekertaris sialan. Awas kamu ya" geram David dalam hati.


__ADS_2