The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)

The Seventh Secretary (Sekertaris Ke Tujuh)
Tugas Istri


__ADS_3

Hari pernikahan tinggal 2 hari lagi. Stella merasa gugup. Karena mulai kemarin dia diliburkan hingga 10 hari kedepan, membuatnya tak tahu harus melakukan apa selain pekerjaan rumah yang sedari awal sudah selesai.


Hari ini adalah jadwalnya luluran dan perawatan kuku.


"Bi.." Stella memanggil sang bibi saat mereka tengah tengkurap dengan kepala miring berhadapan karena pegawai spa tengah melakukan pijatan pada kaki dan punggung mulus mereka.


"Hn.." Meyra menjawab dengan mata menutup. Dia ikut mendapat perawatan untuk menemani Stella.


"Sebenernya tugas istri tuh apa sih?"


Meyra terkikik dengan pertanyaan polos keponakannya.


"Tugas istri mah sebenernya gampang. Tinggal ngurus diri sama ngangkang" jawab singkat Meyra yang membuat kedua pegawai spa itu menahan semburan tawanya.


"Hah, cuma itu? masa cuma ngerawat diri sama ngangkang doang. Emang kenapa harus ngangkang, bi. Kan pegel, ntar kalo masuk angin-"


"emh.. gini nih mbak, kalo yang nanya nya anak perawan. Mesti jelasinnya panjang kali lebar kali tinggi" Meyra memotong berondongan pertanyaan Stella dan membuat kedua pegawai itu tak bisa menahan kikikannya.


"Bener, mbak. Tugas istri tuh sebenernya cuma 2 itu. Kalo udah punya anak baru nambah 2 tugas lagi, ya ngurus anak sama ngedidik anak" tambah salah satu pegawai yang usianya lebih senior dari Stella.


"Trus yang tugas bersiin rumah, masak, nyuci dan lain lain, siapa dong?"


"Ya itu tugas a er te, sayang" tukas Meyra namun masih belum dimengerti Stella.


"Tapi kenapa banyak yang mengisyaratkan kalau tugas istri itu ya di sumur, dapur, dan kasur. Trus kalo gak bisa masak sama beberes rumah di bilang istri gak baik"


"Sayang, suami kamu itu kaya raya. Jadi berlaku 2 tugas itu aja. Titik. Kalo kamu mau ngerjain tugas a er te, nanti yang ngangkang malah a er te. Gimana"


"Enak aja ngangkang sama suami orang"


"Tuh, ngerti. Lagian, emang kamu mau nyapu sama ngepel rumah segede itu? Seminggu gak kan kelar kelar" jelas Meyra yang baru dimengerti oleh Stella.


"Eh, bi.."


"Apa lagi.." jawab malas Meyra. Pasti Stella akan melayangkan pertanyaan absurd.


"Ngangkangnya dimana?"


Benar dugaan Meyra. Pertanyaan Stella selalu membuat jidatnya lebih rata lagi.


"Dimana suamimu ada ya kamu harus ngangkang, biar gak lirik perempuan lain" terang Meyra dengan gemas membuat kedua pegawai spa tergelak. Sedangkan Stella hanya ber -O ria.


"Mesti dicoba nih" gumamnya yang terdengar penghuni ruangan itu.


Meyra menelungkupkan kepalanya merasa menyerah dengan kepolosan ponakannya ini.


...****************...


Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Pernikahan mewah digelar di sebuah grand ballroom hotel berbintang. Nuansa mewah sangat identik dalam dekorasi ruangan yang cukup luas.

__ADS_1



Setelah proses ijab qabul yang diucapkan David dengan lantang dan lancar dengan sekali tarikan nafas, juga saat para saksi menyerukan kata 'sah' yang diadakan di sebuah masjid, mereka bertolak menuju hotel tersebut dengan iring iringan pengantin yang cukup meriah menggunakan mobil mobil mewah yang terdapat di garasi milik keluarga Wiliam.


Jalanan mendadak penuh dengan pawai mobil mewah untuk mengiringi pasangan pengantin yang baru sah.




Saat mereka sudah berada di panggung pelaminan, mereka duduk berdua dengan senyum mengembang dari keduanya. Tampak rona bahagia dan membuat Wiliam juga Meyra terharu.


Akhirnya mereka menemukan kebahagiaan mereka juga setelah menderita bertahun tahun karena dipaksa berpisah.


MC yang memimpin acara memberikan kesempatan pada pengantin untuk memberikan kata kata mutiara pada pasangannya.


David memulai lebih dulu


"Stella Aubrey,


because of you, I laugh, I smile, and I dare to dream more than I ever have.


Thank you for the miracle of you.


You are,


and always will be


my soulmate


my universe"


(Stela Aubrey, karenamu aku tertawa, tersenyum, dan mendapatkan apa yang aku impikan.


Terimakasih karena kamu lah keajaiban untukku


cinta di hidupku


belahan jiwaku


semestaku)


Riuh tepuk tangan menggema di setiap penjuru ballroom.


Kini giliran Stella yang memberikan kata mutiara bagi David.


Meyra berkeringat hebat saat Stella mendapat bagiannya, mengingat betapa polosnya anak itu.


"David Wiliam,

__ADS_1


May you not steal, lie, or cheat.


(jangan pernah mencuri, berbohong, atau berlaku licik/ selingkuh)


if you must steal, then steal away my sorrows


(bawalah pergi duka ku)


if you must lie, then lie by my side forever


(berbaringlah/tetaplah disisiku selamanya)


and if you must cheat, then cheat death,


because i could not live without you


(jangan meninggalkanku sendiri, karena aku tak bisa hidup tanpamu)"


David langsung memeluk dan mencium kening Stella diiringi sorakan dan riuh tepuk tangan para tamu undangan yang berdiri memberikan apresiasi pada kata mutiara Stella.


Meyra membulatkan mulutnya sambil menitikan air mata.


Dia tak percaya ponakan polosnya bisa mengungkapkan kata mutiara seindah itu.


Meyra lantas bertepuk tangan dengan haru masih tertanam di wajahnya.


"Dapet contekan darimana gadis itu" gumamnya.


"Baiklah, kata mutiara yang sangat indah. Bikin meleleh kaum adam, betul?" sang MC melempar tanya pada para tamu undangan yang bergender pria.


"Betuuul" sahut para pria yang sebagian membuat siulan yang memekakan telinga.


Mereka semua tertawa bahagia tanpa kecuali.


Sang MC lantas membuat pertanyaan untuk menggoda pengantin.


"Baiklah, Stella apa saya boleh bertanya?"


Stella menjawab dengan anggukan dan senyuman itu masih mengembang disertai rona merah di pipi karena malu.


"Karena kalian sudah sah, apa kamu siap melaksanakan tugas sebagai seorang istri?"


Stella masih tersenyum, namun tampak kaku. Dia lantas mengangguk malu.


"Kalau boleh tau, apa sih tugas seorang istri?" lanjut sang MC bertanya dan menyodorkan mic pada Stella.


"Kata bibi Mey, tugas seorang istri itu merawat diri dan mengangkang"


Meyra lantas menutup wajahnya dengan tas tangan cantiknya.

__ADS_1


"Dasar ponakan kurang asem" gerutunya.


__ADS_2