
David benar benar membalas dendam usai pertemuan itu. Dia merebut daftar meeting dan menghubungi mereka satu per satu agar memundurkan jadwal pertemuan menjadi besok. Dia tak peduli besok harus full meeting. Yang terpenting baginya adalah saat ini dia harus membalas dendam pada sekertaris yang sudah lancang mengusik sang jaguar dari tidurnya.
Stella tidak masalah dengan itu, dia siap dihajar kapanpun suaminya mau, selama dia tidak diabaikan.
"Kamu benar benar menggodaku, hn" bisik David di telinga kala dia sudah puas membalas dendam dan membuat sang jaguar kembali tidur.
"Apa kamu akan memecatku?"
"Hmm.. seharusnya aku memecatmu dan mencari sekertaris baru"
"Kamu berani?" tanya Stella yang langsung membalikan tubuhnya menghadap David. Mereka tengah berpelukan di sofa panjang dengan Stella yang duduk bersandar pada dada David.
"Hehe.."
cupp
"Mana mungkin aku memecatmu. Cuma kamu yang bisa mendampingiku dimanapun" bujuknya. David baru tau Stella bisa merajuk dan mengancam. Dia tak berani berspekulasi.
Mana mungkin dia mencari pengganti posisinya di kantor.
"Kalo kita kek gini terus di kantor, bisa bisa perusahaan kakek akan bangkrut" ucap Stella menghela nafas.
"Salah sendiri menggoda atasan" jawab David cuek sambil mengetatkan pelukan. Seminggu bulan madu di hotel sangatlah kurang.
"Kamu sendiri kenapa mengabaikan waktunya makan. Apa kau akan melakukan hal yang sama pada sekertaris yang lain?"
"Tentu saja aku tidak menyukai yang lain. Aku hanya menunggumu, sayang. Aku yakin kita akan bertemu dan bersatu. Dan Tuhan mengabulkan harapanku. Aku gak akan menyia kan kamu yang sudah sangat susah aku dapatkan" ucapnya sambil meremas gundukan dan mengecupi tengkuk Stella.
__ADS_1
"Tapi kita gak bisa setiap hari kek gini. Masih banyak waktu dirumah. Apa kata orang kalau kita gak profesional" sungut Stella.
"Tapi kurang bagiku. 24 jam sehari bahkan kurang buatku kalo gak gini terus sama kamu" balas David yang mulai kembali terpancing karena mereka masih dalam keadaan polos.
"Terus kenapa tadi disuruh makan malah terus terusan kerja" protes Stella.
"Iya maaf. Aku terlalu fokus ingin segera menyelesaikan pekerjaan biar kita bisa cepet cepet bermesraan" jaguar David kembali bangkit karena tangan nakal David tak berhenti menelusuri tubuh Stella.
"Ya udah kita cepet selesein. Abis itu kita bisa enak enak lagi" Stella langsung bangkit melepaskan diri dari cengkraman mahluk buas dibelakangnya.
David terkejut dengan gerakan tiba tiba Stella. Tangannya begitu kosong dan hampa setelah terlepas dari kelembutan dan kehangatan tubuh Stella.
Dia tidak rela.
Lebay ah mas pipit😒
Stella tak mau membiarkan kakeknya menunggu. Dia sudah berjanji akan memasak untuk makan malam.
tring
Suara notifikasi pada ponsel Stella terdengar. Namun Stella mengabaikannya karena ini diluar jam kantor. Dan nada notifikasi yang baru saja berbunyi merupakan notifikasi khusus nomer tak dikenal maupun untuk urusan pekerjaan.
Sebelah tangan mereka terus bertaut selama di dalam mobil. Dengan lihainya David mengendalikan stir menggunakan sebelah tangannya. Stella terus mengoceh selama dalam perjalanan. David hanya tersenyum dan tertawa mendengar ocehan Stella yang lucu menurutnya, dia hanya sesekali menimpalinya. Tangan Stella sesekali ia kecup dan ia dekap di dadanya.
"Sayang, udah sampe. Lepasin tangan aku" pinta Stella saat David sudah memberhentikan mobilnya didepan kediaman Wiliam.
"Gak mau"
__ADS_1
"Trus, masa kita mau diem dimobil sampe pagi?"
"Aku takut kamu menghilang kalo dilepas"
"Ngaco kamu. Dipikir aku anak kucing"
"Aku masih gak percaya kalo kamu akhirnya jadi milikku. Aku takut kalo ini cuma mimpi" ucap David tiba tiba dengan nada sendu.
Stella meraih pipi sang suami dan mengusapnya dengan jempolnya.
"Ini bukan mimpi, sayang" Stella lantas mencubit pipinya gemas.
"Ouch.. ko dicubit sih" protes David mengusap pipinya.
cupp
Stella mengecup pipi yang baru dia cubit.
"Apa ini juga mimpi?" tanya Stella kemudian.
cupp
David membalas dengan kecupan di bibir.
"Yang ini bukan"
Stella tersenyum. Tak dipungkiri jika dia juga tak percaya jika akhirnya dia menemukan kebahagiaan setelah kesulitan selama ini.
__ADS_1
"Bibi Mey? kapan sampai?"